Pekerja menyelesaikan pembangunan rumah bersubsidi di Laladon, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (22/11/2021). PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk akan mengoptimalkan penyaluran kredit pemilikan rumah atau KPR bagi masyarakat dengan memberikan pembiaya | ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Ekonomi

07 Jan 2022, 19:06 WIB

BTN Siap Salurkan KPR FLPP

Kerja sama BTN dan BP Tapera merupakan bagian dari ekosistem perumahan.

JAKARTA  — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk siap menyalurkan program kredit pemilikan rumah (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Hal ini menyusul terpilihnya BTN sebagai bank penyalur dana FLPP pada tahun ini dengan target 200 ribu unit. 

Direktur Consumer and Commercial Banking BTN Hirwandi mengatakan, pihaknya segera melakukan penyaluran program KPR FLPP Sejahtera secara tepat sasaran. Diharapkan program tersebut dapat mendukung penurunan backlog perumahan terutama pada segmentasi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). 

“Selain KPR FLPP, BTN juga mendukung untuk menyalurkan program Tapera yg tersedia sebanyak 109.000 unit, juga menyalurkan KPR BP2BT kepada MBR,” kata Hirwandi saat acara perjanjian kerja sama antara BP Tapera dan Bank Penyalur FLPP Tahun 2022 di Jakarta, Kamis (6/1).

Menurut Hirwandi, kerja sama dengan BP Tapera dapat mendorong BTN dalam menjalankan peran perseroan dalam berkontribusi pada pencapaian target program sejuta rumah dan pengembangan bisnis sektor perumahan ke depan. Guna mencapai target tersebut, BTN akan berkolaborasi dengan developer untuk menciptakan strategi pemasaran dengan mempertemukan sisi supply dan demand

Selain itu, BTN juga secara konsisten melakukan pernyempurnaan proses bisnis penyaluran KPR sehingga menjadi lebih mudah, cepat, dan tepat sasaran.

Ekosistem perumahan yang telah diciptakan BTN akan mempermudah perseroan dalam berkolaborasi mengurangi angka backlog perumahan yang masih tinggi. Kerja sama BTN dan BP Tapera merupakan bagian dari ekosistem perumahan. "Ini akan terus kami jaga untuk memenuhi kebutuhan MBR memiliki rumah idaman,” ujar Hirwandi.

Komisioner BP Tapera Adi Setianto mengatakan, BP Tapera pada tahun ini memiliki target penyaluran sebanyak 309 ribu unit rumah subsidi, yang terdiri atas FLPP sebanyak 200 ribu unit rumah subsidi senilai Rp 23 triliun serta ditambah 109 ribu unit rumah melalui Program Tapera. Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi BP Tapera yang baru saja menerima amanah mengelola FLPP. 

“Hal ini tentunya membutuhkan dukungan para stakeholder, seperti bank sebagai lembaga keuangan penyalur dana FLPP, para pengembang perumahan dalam penyediaan hunian, lembaga pembiayaan dari sisi penguatan sumber dana lainnya, serta pemerintah daerah,” ujar Adi.

 

Ke depan, Adi optimistis, target yang telah ditetapkan akan semakin mudah dicapai. Dengan catatan seluruh pemangku kepentingan saling memberi dukungan secara aktif dengan tujuan yang sama, yaitu menyediakan bantuan pembiayaan perumahan bagi MBR. 

“Perlu digarisbawahi, kami tidak hanya mengedepankan kecepatan penyaluran dana FLPP saja, tetapi juga mengutamakan ketepatan sasaran, kualitas hunian, dan pengelolaan dana yang produktif serta efisien,” kata Adi.

BP Tapera melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan 38 bank penyalur dana FLPP 2022 sebesar Rp 23 triliun. Tujuh bank nasional yang bekerja sama adalah BTN , BTN Syariah, BNI, BRI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Artha Graha, dan Bank Mega Syariah.

Sedangkan, 31 BPD yang turut serta antara lain BJB Syariah, BPD Sulawesi Selatan, BPD Sulawesi Selatan Syariah, BPD Kalimantan Barat, BPD Kalimantan Barat Syariah, BPD Sulawesi Tengah, dan BPD Kalimantan Tengah. 

Dalam penyaluran dana FLPP pada 2022, BP Tapera menginginkan komitmen bank penyalur menyampaikan secara perinci rencana realisasi bulanan hingga akhir tahun berjalan yang akan dievaluasi setiap bulan.

"Kami tidak hanya mengedepankan kecepatan penyaluran dana FLPP, tapi juga mengutamakan ketepatan sasaran, kualitas hunian, dan pengelolaan dana yang produktif, serta efisien," ujar Adi.


×