Kepala Perwakilan Republika Jawa Barat Rachmat Santosa Basarah (kiri) menyalami anak penerima donasi usai acara Penyerahan Donasi Untuk Yatim Piatu Terdampak Covid-19 di Kantor Perwakilan Republika Jawa Barat, Jalan Mangga, Kota Bandung, Kamis (23/12/2021 | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Kisah Dalam Negeri

24 Dec 2021, 03:45 WIB

Dari Pembaca Republika untuk Yatim Korban Pandemi

Total dana yang terkumpul senilai Rp 365.292.500.

OLEH IMAS DAMAYANTI

Puluhan ribu anak-anak di Indonesia kehilangan orang tua akibat pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun melanda dunia. PT Republika Media Mandiri menginisiasi gerakan kepedulian terhadap anak-anak yatim piatu tersebut.

 Aksi kepedulian ini dilakukan dengan menghimpun donasi dari pembaca Republika yang diserahkan kepada anak-anak yatim. Dengan tema "Republika Peduli Anak Bangsa", acara penyerahan donasi kepada yatim piatu terdampak Covid-19 dilakukan secara virtual, Kamis (23/12). Acara penyerahan donasi juga dilaksanakan di kantor perwakilan Republika di Bandung, Jawa Barat.

Direktur Utama PT Republika Media Mandiri Mira Djarot mengucapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada para pembaca dan donatur yang menyisihkan sebagian rezekinya kepada anak-anak yatim piatu melalui Republika. "Terima kasih bagi para donatur. Semoga senantiasa kita semua dijauhkan dari wabah pandemi ini," kata Mira. 

Dia menambahkan bahwa tak ada satupun manusia saat ini yang dapat memprediksi kapan berakhirnya pandemi. Sebab, kata dia, kasus yang terkonfirmasi masih fluktuatif yang terkadang turun dan terkadang naik. Untuk itu dia mengingatkan kepada setiap pihak agar tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) sebaik-baiknya.

photo
Kepala Perwakilan Republika Jawa Barat Rachmat Santosa Basarah (kiri) menyerahkan donasi kepada anak terdampak Covid-19 saat acara Penyerahan Donasi Untuk Yatim Piatu Terdampak Covid-19 di Kantor Perwakilan Republika Jawa Barat, Jalan Mangga, Kota Bandung, Kamis (23/12). Harian Republika menyerahkan donasi tahap pertama dari para donatur dan pembaca Republika kepada sedikitnya 205 anak yatim piatu terdampak Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia. Foto: Republika/Abdan Syakura - (REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA)

 Disiplin prokes, kata dia, merupakan bentuk ikhtiar tiap-tiap insan guna mengakhiri pandemi ini. Penyerahan donasi secara simbolis yang dilakukan secara virtual ini dilakukan di beberapa wilayah perwakilan Republika, yakni di Jakarta, Jawa Barat, Jogja dan Jawa Tengah, hingga Jawa Timur. 

"Bagi anak-anak yang menyimak secara virtual maupun hadir langsung, percayalah bahwa kalian harus tetap berbesar hati. Jangan lupa bahwa orang tua kalian tetap ada di hati sampai kapan pun. Semoga kita senantiasa mendapat keberkahan dari Allah Subhanahu wa ta’ala," kata Mira. 

Donasi yang terkumpul kemarin berasal dari pembaca Republika dan donatur yang disumbangkan sepanjang 30 Agustus hingga 20 November 2021. Total dana yang terkumpul senilai Rp 365.292.500.

Setelah dana terkumpul, Tim Donasi Peduli Anak Bangsa dari Republika mulai memverifikasi data dokumen penerima. Hal ini guna memenuhi kriteria dari amanah para donatur dari seluruh Indonesia. 

Di antara kriteria itu, adalah berada  berada  jenjang pendidikan dasar hingga menengah dan kehilangan orang tua dikarenakan Covid-19. Penerima juga berasal dari keluarga yang kurang mampu. Penerima donasi satu anak per keluarga dengan nominal dasar Rp Rp. 1.000.000. 

Pada verifikasi kelompok pertama, terhimpun sebanyak 205 anak yatim, piatu, atau yatim piatu di penjuru wilayah Indonesia. Sebanyak 92 anak di wilayah Jabodetabek, 60 anak di Jawa Timur, 38 anak di DI Yogyakarta, 10 anak di Jawa Barat, masing-masing dua anak di Kepulauan Riau dan Lampung, serta satu anak di Kalimantan Timur. 

Pada tahap kedua, Republika akan melakukan verifikasi data untuk melaksanakan pemberian donasi sebanyak 160 anak yatim, piatu, atau yatim piatu pada lembaga pendidikan atau yayasan di penjuru wilayah Indonesia. Penyerahan tersebut rencananya dilakukan pada Ahad (26/12) nanti. 

Pimpinan Redaksi Republika Irfan Junaedi mengatakan bahwa ada perasaan yang bercampur aduk dalam melakukan penyerahan donasi kemarin. Di satu sisi, kata dia, Republika merasa senang karena dapat ikut serta dalam kebaikan yang beriringan dengan Milad Republika pada 22 Januari mendatang. "Sesuai dengan tema milad kita nanti bahwa kita jangan pernah berhenti berbuat baik," kata dia.

photo
Perwakilan penerima beasiswa bagi anak-anak yang orangtuanya terdampak Covid-19, Kamis (23/12/2021). Seremoni bantuan beasiswa dari pembaca Republika ini dilakukan secara hibrida di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. - (Republika)

Namun di sisi lain, dia juga mencoba memahami rasa kehilangan para anak yatim yang terdampak Covid-19. Untuk itu, dia menekankan, apa yang dilakukan Republika saat ini bukanlah untuk menggantikan kesedihan itu namun untuk memberikan semangat agar para anak yatim dapat tetap optimistis menyongsong hari esok. 

"Pandemi memang membawa banyak kesedihan jika dilihat dari kacamata negatif. Tapi banyak juga hikmahnya jika kita lihat dari sisi positifnya. Karena insya Allah di kemudian hari anak-anak ini semua akan diberikan kehidupan yang lebih cerah, lebih baik lagi," ungkap dia. 

Dalam prosesi penyerahan donasi secara virtual, terdapat 13 anak yang menjadi perwakilan penyerahan donasi. Salah satu anak penerima manfaat asal Ragunan, Jakarta, Muhammad (8 tahun) mengatakan rasa syukurnya atas donasi yang diberikan para pembaca Republika.

photo
Perwakilan penerima beasiswa bagi anak-anak yang orangtuanya terdampak Covid-19, Kamis (23/12/2021). Seremoni bantuan beasiswa dari pembaca Republika ini dilakukan secara hibrida di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. - (Republika)

"Kami mengucapkan terima kasih pada para donatur dan PT Republika Media Mandiri. Kami sangat berterima kasih, semoga diberikan kebaikan dan kesuksesan selalu, dan semoga Allah menguatkan Republika," kata Muhammad.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos, Harry Hikmat menjelaskan, pihaknya sudah menerima 38 ribu data anak yatim terdampak Covid-19. Tapi, baru 28 ribu data anak yang sudah diverifikasi dan divalidasi.  

"Sebanyak 10 ribu data lainya, itu belum lengkap. Ada yang kolom datanya masih kosong dan ada juga yang data dobel," kata Harry beberapa waktu lalu.

 Dari 28 ribu anak yatim yang sudah terdata, lanjut Harry, sekitar 4.500 anak diantaranya sudah membuat rekening. Adapun yang sudah melakukan penarikan dana ada sekitar 2.000 anak yang tersebar di sejumlah provinsi.


×