Tenaga kesehatan mengukur suhu tubuh seorang anak sebelum disuntik vaksin Covid-19 di SDN Cilandak Barat 04, Jakarta, Selasa (14/12). Kementerian Kesehatan memulai vaksinasi Covid-19 untuk anak usia enam hingga sebelas tahun dengan jumlah sasaran vaksinas | Republika

Jakarta

Gubernur Anies: Vaksinasi Anak Dilakukan Bertahap

Anak yang divaksinasi akan dipermudah untuk masuk sistem PeduliLindungi.

JAKARTA — Vaksinasi terhadap anak usia 6-11 tahun sudah digelar sejak Selasa (14/12). Salah satu lokasi vaksinasi anak, yaitu di DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, mengatakan, sejauh ini dia terus mendorong dan menyambut baik vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun.

Dia menegaskan, pihaknya juga akan memulai vaksinasi anak itu kepada 44 kecamatan dan satu sentra sekolah di setiap kecamatan itu. “Pemprov DKI telah melakukan pencanangan vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun,” kata Anies, Selasa.

Dalam pembukaan vaksinasi yang dilakukan di SDN Cempaka Putih Timur 03 Jakarta Pusat, pada Selasa (14/12), dia menargetkan setidaknya ada 10 ribu anak yang divaksinasi dosis pertama. Meski demikian, diakui Anies, ada sekitar 1,1 juta anak usia 6-11 tahun di DKI.

Jumlah itu akan divaksinasi secara bertahap di berbagai fasilitas kesehatan (faskes) dan sentra vaksinasi di berbagai lokasi. Dia melanjutkan, pelaksanaan vaksinasi secara keseluruhan di DKI pada hari pertama sudah mencapai 11,4 juta orang untuk dosis pertama. Jumlah itu dinilainya mencapai 136 persen dari target awal.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah berkoordinasi dengan Disdukcapil dan Disdik DKI untuk validasi data anak yang akan divaksin. Menurut dia, validasi data anak itu juga telah dikoordinasikan dengan pemerintah pusat untuk masuk ke sistem tiket.

“Jadi, secara normatif sudah terintegrasi data punya DKI dengan Pemerintah Pusat,” kata Widyastuti.

Dia menyebut, jika anak-anak memang belum memiliki identitas, Disdukcapil DKI akan mampu menyiapkannya. Hal itu akan mempermudah para anak untuk masuk ke sistem PeduliLindungi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Anies Rasyid Baswedan (aniesbaswedan)

Sementara itu, Pemerintah Kota Jakarta Selatan menargetkan sebanyak 242 ribu anak usia 6-11 tahun tervaksinasi pada hari pertama. Wali Kota Jakarta Selatan Munjirin mengatakan, pada hari pertama pelaksanaan vaksinasi anak, pihaknya akan menyediakan 500 dosis vaksin yang disebar di 10 kecamatan Jakarta Selatan.

 

"Karena, target kita masing-masing kecamatan 50 orang pada hari pertama," ujar dia. Dia menambahkan, pelaksanaan vaksinasi anak akan difokuskan di 10 Sekolah Dasar (SD) di wilayah itu.

Setiap kelurahan di Jakarta Utara juga melaksanakan vaksinasi anak hingga target 204.009 anak tervaksinasi bisa tercapai. "Masing-masing kelurahan kita kerjakan sampai selesai, baru sekolah-sekolah berikutnya," ujar Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim.

Ali memastikan pelaksanaan vaksinasi perdana bagi anak-anak sekolah di wilayahnya berjalan dengan baik. Vaksinasi di hari pertama ini menyasar anak-anak sekolah dasar di enam kecamatan di Jakarta Utara.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, dr Yudi Dimyati, mengatakan, sampai saat ini tersedia stok sekitar 400 vaksin Sinovac untuk kegiatan vaksinasi anak. Sama seperti vaksinasi pada umumnya, vaksinasi pada anak usia 6-11 tahun disuntikkan sebanyak dua kali dosis dalam rentang waktu 28 hari.

"Vaksin yang digunakan adalah Sinovac dan sampai saat ini sudah tersedia sekitar 400 stok vaksin untuk dosis pertama dan kedua," ujar Yudi.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Pemprov DKI Jakarta (dkijakarta)

Tetap kejar

Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan tetap menggencarkan vaksinasi untuk masyarakat umum guna mengejar sekitar 11 persen warga Jakarta Selatan yang belum tervaksinasi Covid-19. Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, M Helmi, mengatakan, hingga saat ini jumlah warga yang tervaksinasi di wilayahnya telah mencapai 89 persen dari total target 1,9 juta jiwa.

"Untuk vaksinasi tetap berjalan, kan nanti juga akan ada sentra vaksin yang lain. Yang dosis satu sudah cukup tinggi, data terakhir 89 persen," kata Helmi.

Helmi menegaskan, peluncuran vaksinasi anak tidak akan mengganggu vaksinasi di kelompok umur lain. Justru, kata dia, vaksinasi itu akan mendukung kekebalan komunal secara utuh di tengah masyarakat.

"Tidak akan terganggu, memang kita mengejar juga dosis dua, karena dosis dua kita baru sekitar 70 persen sudah tervaksin," ujar dia.

Dia menambahkan, untuk mengupayakan warga yang belum tervaksinasi tersebut, seluruh lurah di Jakarta Selatan telah diminta untuk menyisir dan melakukan percepatan vaksinasi di wilayahnya masing-masing.

"Mudah-mudahan kita dosis dua ini terus kita tingkatkan di mana tentunya kita tetap mengimbau pada warga supaya datang ke sentra vaksinasi," katanya.

Sedangkan, untuk vaksinasi anak di Jaksel, dia menambahkan, satu lokasi ditargetkan vaksinasi 50 anak. “Nah ini kenapa targetnya sehari tidak begitu banyak, sedikit, karena ini kan usia anak-anak usia 6-11 perlu adanya skrining terhadap anak tersebut yang sangat hati-hati," kata dia.

Dia mengatakan, pihaknya akan melakukan evaluasi berkala yang melibatkan Suku Dinas Pendidikan Jaksel untuk melihat perkembangan proses vaksinasi anak tersebut.

Gerakan “Literasi Umat” merupakan ikhtiar untuk memudahkan masyarakat mengakses informasi. Gerakan bersama untuk menebarkan informasi yang sehat ke masyarakat luas. Oleh karena informasi yang sehat akan membentuk masyarakat yang sehat.

Donasi Literasi Umat