Penumpang mengantre sebelum menaiki taksi di Soweto, Afrika Selatan, Kamis (2/12/2021). Negara itu melancarkan program vaksinasi besar-besaran untuk menekan merebaknya varian omikron. | AP/Jerome Delay

Internasional

09 Dec 2021, 03:45 WIB

Eropa Perketat Pembatasan

Kelompok usia 5-14 tahun mengalami tingkat infeksi terbanyak di Eropa.

BERLIN – Jerman mencatat rekor kematian tertinggi akibat Covid-19 sejak Februari, pada Rabu (8/12). Angka infeksi baru tercatat 69.601 kasus dan 527 orang meninggal. Robert Koch Institute yang menangani pengendalian penyakit menyatakan, pada Rabu, jumlah kematian total mencapai 104.047 orang. Saat ini Jerman sedang berjuang menghentikan gelombang ke-4 Covid-19.

Pekan lalu, Jerman sepakat untuk melarang akses bagi warga yang belum divaksin ke berbagai fasilitas umum. Mereka hanya diizinkan mengakses tempat belanja, apotik, dan toko roti.

Mulai pukul 12.01 waktu setempat, Kamis (9/12), Norwegia membatasi pertemuan rumahan hanya boleh dihadiri paling banyak 10 orang. Angka ini bisa bertambah saat Natal dan Tahun Baru. Pemakaian masker menjadi kewajiban saat pembatasan jarak tak memungkinkan.

“Kami mempertimbangkan situasi saat ini serius. Infeksi Delta dan omikron terus meningkat di Norwegia. Jumlah orang yang dirawat di rumah sakit dan unit perawatan intensif juga meningkat,” kata Perdana Menteri Norwegia Gahr Stoere, Selasa malam.

Kepala Institute of Public Health di Norwegia, Camilla Stoltenberg, memperkirakan peningkatan kasus infeksi di Norwegia bisa saja lebih buruk dari sebelumnya. “Kita sudah pernah menyaksikannya saat ada varian delta, dan mungkin akan lebih buruk dengan adanya varian omikron,” katanya saat jumpa pers bersama Stoere.

Sementara itu Polandia dan sejumlah negara di Eropa Timur dan Tengah menghadapi kenaikan kasus infeksi baru dan kematian. Tingkat vaksinasi di wilayah tersebut memang lebih rendah dibanding Eropa Barat.

Rusia mencatat lebih dari 1.200 orang meninggal karena Covid-19 nyaris setiap hari pada November dan beberapa hari sepanjang Desember. Ukraina baru saja melewati periode kelamnya sepanjang pandemik.

Sedangkan Polandia menunjukkan lebih dari 500 orang yang meninggal setiap harinya akibat Covid-19. Pada Rabu tercatat 592 orang meninggal karena virus tersebut.

Unit perawatan intensif dilaporkan penuh. Para dokter melaporkan, semakin banyak anak-anak yang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Menjelang Natal dan Tahun Baru, Perdana Menteri Polandia Mateusz Morawiecki mengingatkan, pertemuan-pertemuan keluarga sepanjang pandemi berujung duka. “Berakhir tragis dengan kepergian kakek dan nenek kita,” katanya mengingatkan.

Inggris diperkirakan akan menerapkan pembatasan yang lebih ketat untuk menekan laju penyebaran varian omikron, Kamis. Di antara pembatasan itu mungkin berupa desakan agar bekerja dari rumah.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson diperkirakan menyiapkan rencana cadangan yang meliputi paspor Covid-19 untuk acara pertemuan besar. Namun, saat berita ini ditulis, belum ada konfirmasi dari kantor Johnson.

Anak-anak

Direktur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk kawasan Eropa Dr Hans Kluge mengatakan, kelompok anak-anak usia 5-14 tahun kini menjadi kelompok dengan tingkat infeksi terbanyak. Ia mengatakan, vaksinasi tetap menjadi senjata pamungkas wajib.

Ia mendesak pemerintahan “melindungi anak-anak dan sekolah” di tengah pesatnya kasus baru di kalangan usia muda di Eropa. Insiden Covid-19 mencapai dua hingga tiga kali lipat di kalangan anak usia muda dibanding populasi umum. Namun, sakit mereka memang cenderung tidak parah dibanding kelompok rentan.

“Saat masa libur sekolah kian dekat, kita harus mengakui bahwa anak-anak menulari orang tua dan kakek-nenek mereka di rumah, dengan risiko 10 kali lipat bagi orang dewasa untuk menjadi sakit parah, dirawat di rumah sakit, atau bahkan meninggal jika mereka belum divaksin,” katanya. “Risiko kesehatan mereka bahkan melampaui yang dihadapi anak-anak itu.” 

Sumber : Reuters/Associated Press


×