Deretan bilik pasien Covid-19 di Shelter Gose Covid-19, Bantul, Yogyakarta, Kamis (18/2/2021). RSU PKU Muhammadiyah menyulap lapangan futsal menjadi shelter pasien Covid-19 OTG. Shelter darurat ini memiliki 32 bilik untuk 16 pasien laki-laki serta 16 pasi | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

06 Dec 2021, 03:45 WIB

Kemenkes Lakukan Transformasi Kesehatan

Pandemi akhirnya memunculkan kesadaran pemerintah untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan.

JAKARTA -- Wakil Menteri Kesehatan dr Dante Saksono Harbuwono mengatakan, Indonesia siap melakukan transformasi sistem kesehatan. Upaya ini agar infrastruktur kesehatan Indonesia lebih siap ke depan, terutama menghadapi pandemi seperti Covid-19.

“Ini adalah momen penting bagi Indonesia untuk mereformasi sektor kesehatan karena tidak pernah ada waktu yang lebih tepat untuk transformasi kesehatan selain momen ini (Health Business Gathering),” kata dia saat menutup perhelatan Health Business Gathering di Bali pada Sabtu (4/12).  

Ia menjelaskan, peristiwa kesehatan sulit diprediksi, misalnya pandemi Covid-19 saat ini. Ia datang pada saat Indonesia belum siap. Pada saat itu, kata Dante, Pemerintah Indonesia harus impor berbagai macam kebutuhan untuk penanggulangi pandemi seperti sarung tangan medis, masker medis, dan alat kesehatan lainnya.

Pandemi akhirnya memunculkan kesadaran pemerintah untuk memperkuat ketahanan layanan kesehatan. Dibutuhkan kemandirian farmasi dan alat kesehatan melalui transformasi sistem kesehatan, termasuk mengembangkan teknologi, digitalisasi, serta bioteknologi.

“Ini tentang road map ketahanan farmasi dan alat kesehatan. Kita harus memiliki vaksin kita sendiri, kita harus memproduksi obat kita sendiri, dan kita harus menggunakan perusahaan fitofarmaka kita sendiri,” tutur dia.

Strategi yang dilakukan antara lain untuk vaksin, pemerintah akan memproduksi sebanyak 14 jenis antigen untuk program vaksinasi yang akan digunakan tahun depan. Sementara terkait obat, pemerintah akan memproduksi 6 dari 10 bahan baku obat terbesar yang paling sering digunakan. Selanjutnya, untuk fitofarmaka, pemerintah akan meningkatkan produksi dalam negeri terhadap 16 dari 19 perangkat medis yang paling sering digunakan di Indonesia.

Upaya itu mulai dilakukan melalui Health Business Gathering 2021. Di antaranya dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan investasi. Health Business Gathering diikuti 415 orang peserta, 345 peserta domestik dan 70 peserta internasional dari 15 negara dan 228 peserta online.


×