Relawan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) membantu warga membayar zakat fitrah secara daring di tenda zakat di Malang, Jawa Timur, Selasa (4/5/2021). Baznas setempat membuka tenda zakat di berbagai titik keramaian untuk menerima pembayaran zakat fitrah s | ARI BOWO SUCIPTO/ANTARA FOTO

Khazanah

04 Dec 2021, 21:48 WIB

Konferensi Internasional Zakat Berperan Strategis

Berperan sangat strategis dalam menggerakkan lembaga keuangan sosial Islam.

 

JAKARTA – Para pegiat zakat dari 37 negara akan menghadiri Konferensi Internasional ke-10 World Zakat Forum (WZF). Hajatan akbar ini diselenggarakan secara daring pada 4-5 Desember 2021.

"WZF sebagai wadah lembaga zakat dan wakaf global di lebih dari 40 negara memiliki peran yang sangat strategis dalam menggerakkan lembaga keuangan sosial Islam untuk mempercepat program zakat dan wakaf dalam menyikapi pemulihan ekonomi global," kata Sekretaris Jenderal WZF, Dr Zainulbahar Noor, dalam keterangan tertulis kepada Republika, Jumat (3/12).

Zainul menerangkan, pada masa pandemi dan proses pemulihan, tak dapat dimungkiri bahwa sektor keuangan sosial Islam, seperti zakat dan wakaf, memiliki kontribusi yang signifikan dalam membantu pengambil kebijakan. Ini untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi melalui berbagai program darurat serta program pemberdayaan yang efektif bagi masyarakat.

Konferensi Internasional ke-10 WZF akan mengusung tema “Strengthening Zakat and Waqf Synergy in the Post Covid-19 Economic Recovery”. Rencananya, konferensi dibuka Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, disaksikan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan Ketua Badan Ami Zakat Nasional (Baznas) Prof Noor Achmad. 

Ada beberapa tokoh yang akan menjadi pembicara kunci dalam konferensi yakni Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Resident Representative Islamic Development Bank Group Regional Hub in Indonesia Salah Jelassi, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

Zainul menyampaikan, konferensi WZF kali ini fokus membahas sinergi zakat dan wakaf dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19. Tantangannya adalah bagaimana membuat inovasi pada program zakat dan wakaf untuk pemulihan ekonomi serta bagaimana integrasi zakat dan wakaf dalam pengentasan kemiskinan, juga peningkatan kesejahteraan sosial.

Konferensi WZF ini juga menandai kolaborasi pemerintah bersama gerakan zakat global untuk memulihkan kondisi sosial ekonomi masyarakat akibat terdampak pandemi Covid-19. Ia berharap Konferensi WZF 2021 menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk penguatan peran zakat dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

“Negara-negara anggota WZF ini tentu dapat berkontribusi menekan angka kemiskinan akibat pandemi, dengan memaksimalkan peran zakat," ujar dia.

Konferensi juga akan membahas rencana pembentukan bank zakat dan wakaf, serta Zakat and Waqf University. Konferensi Internasional WZF 2021, menurut Zainul, merupakan ajang pertemuan para pegiat zakat dunia untuk bersama-sama meningkatkan kualitas pengelolaan zakat global guna mencapai tujuan menyejahterakan masyarakat dunia.

Selama konferensi WZF berlangsung, lebih dari 20 pembicara akan menyampaikan paparan mengenai peran zakat dan wakaf dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Para pembicara itu, antara lain Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Prof Muhammad Nuh, Wakil Ketua BWI Imam Teguh Saptono, Deputi Sekjen WZF Elnur Salihovic dari Bosnia-Herzegovina, Deputi Sekjen WZF Muhammad Lawal Maidoki dari Nigeria, Deputi Sekjen WZF Yasmina Francke, dan M Ayub Miah dari Bangladesh.


×