Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi (tengah) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya (kanan) melakukan kunjungan ke kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021). | ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF

Kabar Utama

03 Dec 2021, 03:45 WIB

Presiden Cek Persiapan KTT G-20

Peninjauan itu dilakukan Presiden seiring telah resminya Indonesia memegang Presidensi G-20.

JAKARTA – Presiden Joko Widodo meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang akan digunakan dalam penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G-20 di Provinsi Bali, Kamis (2/12). Peninjauan itu dilakukan Presiden seiring telah resminya Indonesia memegang Presidensi G-20 untuk periode 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022.

Jokowi melakukan pengecekan kesiapan sejumlah lokasi bersama para menteri dan gubernur. Salah satu tempat yang dikunjungi Jokowi adalah Mangrove Conservation Forest di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Jokowi mengatakan, Indonesia sebagai Presidensi G-20 ingin membuktikan kuatnya komitmen dalam upaya perubahan iklim. Hal itu salah satunya ditunjukkan dengan keseriusan dalam merehabilitasi hutan //mangrove//, merestorasi hutan gambut, dan merestorasi lahan-lahan kritis.

“Saya kira komitmen yang ingin kita tunjukkan secara konkret secara real di lapangan dan nanti 20 kepala negara akan kita ajak semuanya ke sini," kata Jokowi, kemarin.  Seperti dikutip dari siaran resmi Istana, Presiden dalam kunjungannya ke Bali juga meninjau infrastruktur jalan, jalur pedestrian, jembatan, dan sejumlah lokasi di kawasan Nusa Dua.

photo
Presiden Joko Widodo (kanan) didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi (kiri) melakukan kunjungan ke kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Kamis (2/12/2021). Presiden Jokowi meninjau sejumlah fasilitas dan infrastruktur yang rencananya akan digunakan pada gelaran Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali. - (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)

Plt Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih menyampaikan, rehabilitasi //mangrove// merupakan bentuk kerja sama dengan berbagai pihak. Dyah optimistis hutan mangrove tersebut akan siap dikunjungi para pemimpin delegasi G-20.

Ia menambahkan, KLHK juga telah mengundang para ahli untuk membahas persemaian mangrove yang akan dibangun di lokasi yang sama. “Kita optimistis karena kami dan kementerian lain bersama-sama membangun, sehingga pada saatnya yaitu pada Oktober, kita sudah akan siap untuk menerima kunjungan dari anggota G-20,” kata Dyah.

Dyah mengatakan, upaya ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada dunia mengenai keseriusan Indonesia dalam upaya rehabilitasi mangrove. Dia menjelaskan, Taman Hutan Raya Ngurah Rai dulunya merupakan tambak terbuka pada 1992. "Lalu, dengan upaya yang sangat maksimal, lokasi ini ataupun Tahura ini mangrove-nya bisa terbangun dengan baik,” ujar dia.

Terkait kesiapan infrastruktur, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan pemerintah akan mempercantik Jalan Tol Bali-Mandara. Jalan tol ini nantinya akan dilintasi para pemimpin G-20 saat menghadiri KTT G-20 di Bali.

Jalan tol yang menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Nusa Dua ini rencananya akan dipercantik dengan penanaman bunga, mangrove, dan dicat ulang. "Kita akan mulai proses mempercantik jalan tol di bulan Januari. Kita akan hias dengan pohon kamboja, tabebuya, dan di pinggirannya kita akan tanam mangrove, bougenville, anggrek, dan lain-lain," kata Basuki.

Adapun penataan koridor jalan, pedestrian, dan lanskap Bandara Ngurah Rai-Nusa Dua hingga venue KTT G20, meliputi Bundaran Ngurah Rai, underpass Ngurah Rai, pintu masuk tol Ngurah Rai, coating tiang pancang, taper dan median tol, exit tol Nusa Dua, dan akses jalan serta jembatan menuju lokasi KTT.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Presidensi G-20 merupakan kesempatan bagi Indonesia agar berkontribusi lebih besar bagi pemulihan ekonomi global. Mengusung tema "Recover Together, Recover Stronger", Presidensi G-20 Indonesia resmi dimulai pada Rabu (1/12).

Sebelum memulai opening ceremony Presidensi G-20 Indonesia pada Rabu kemarin, Airlangga mengaku mengadakan pertemuan dengan chairs working group dan engagement group G-20 di Jakarta.

“Presidensi G-20 Indonesia ini merupakan hari yang bersejarah. Memang biasanya dalam G-20 pada hari pertama berjalan begitu saja, tidak ada yang membuat ceremony, tetapi kita memang ingin dengan cara yang berbeda agar awareness tentang G-20 juga muncul di tengah masyarakat Indonesia,” kata Airlangga, Kamis (2/12).

photo
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) didampingi Gubernur Bali Wayan Koster (kanan) meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sekar Tanjung, Desa Sanur Kauh, Denpasar, Bali, Kamis (25/11/2021). Menteri Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan ke sejumlah lokasi di Bali seperti TPS 3R Sekar Tanjung Denpasar serta hutan mangrove Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai untuk meninjau kesiapan Bali sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada tahun 2022 mendatang. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

Sesuai arahan Presiden Jokowi, kata Airlangga, Presidensi G-20 Indonesia diharapkan tidak hanya sebatas seremoni dan menghasilkan narasi, tetapi juga hasil konkret dan nyata bagi Indonesia dan dunia. “Maka perlu konvergensi daripada kepemimpinan Indonesia menuju prioritas yang diarahkan. Kita juga harus membangun komunikasi yang baik dan mengutamakan apa yang menjadi ciri khas Indonesia yaitu musyawarah dan mufakat," jelasnya.

Ia mengatakan, koordinasi antara kementerian/lembaga diharapkan mengerucut terhadap tiga hal terkait penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi. "Maka, legacy Indonesia terhadap tiga poin tersebut bisa bermanfaat,” kata Airlangga.

Peresmian Indonesia sebagai Presidensi G-20 ditandai dengan adanya acara pembukaan yang digelar di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (1/12) malam. Acara dimeriahkan oleh serangkaian pagelaran seni dan budaya nusantara.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengundang para delegasi G-20 untuk datang ke Indonesia agar dapat melihat keindahan alam dan keunikan budaya Tanah Air. "Kami akan menyambut bapak ibu semua dengan penuh kegembiraan dan tangan terbuka," lanjutnya.

photo
(kiri ke kanan) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Wakil Ketua BPK Agus Joko Pramono, Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus, Menkominfo Johnny G Plate, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Chair Business 20 Shinta Widjaja Kamdani dan Co Chair Youth 20 Michael Victor Sianipar berjalan bersama saat Opening Ceremony Presidensi G-20 Indonesia 2022 di Jakarta, Rabu (1/12/2021). Presidensi G-20 Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 hingga 30 November 2022 dengan mengusung tema Recover Together, Recover Stronger. - ( ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wsj.)

Adapun serangkaian pertunjukan seni dan budaya yang ditampilkan pada pembukaan Presidensi G-20 adalah gunungan sebagai pembuka acara, tarian-tarian tradisional nusantara, termasuk tari Ratoh Jaroe, hingga peragaan busana batik.

Pembukaan Presidensi G-20 juga dimeriahkan oleh penampilan Health Voice Band, sebuah grup band yang anggotanya terdiri dari para tenaga kesehatan. Acara pembukaan turut diisi dengan lagu tema Presidensi G-20 Indonesia yang berjudul "Recover Together, Recover Stronger" yang diciptakan oleh Candra Darusman dan dibawakan oleh Afgan Syahreza. Ada pula pemutaran video musik kolaborasi musisi dan penyanyi Indonesia bersama Orkestra Anak Indonesia dan EGMS Children Choir.

G-20 atau Group of Twenty adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia, terdiri dari 19 negara dan satu lembaga Uni Eropa. Dipilihnya Indonesia menjadi tuan rumah dari forum tersebut merupakan peristiwa bersejarah yang menjadi kesempatan besar bagi Indonesia untuk berkontribusi lebih jauh terhadap pemulihan ekonomi global.

Presidensi G-20 Indonesia diharapkan dapat memberikan semangat baru untuk mewujudkan tatan dunia yang bukan hanya memberikan kesejahteraan dan kemakmuran, namun juga menjamin keberlanjutan kehidupan di masa depan. Indonesia mendorong negara-negara G-20 untuk melakukan aksi nyata. Indonesia pun siap berkolaborasi dan menggalang kekuatan, sehingga masyarakat dunia dapat merasakan dampak positif dari kerja sama ini. 

RI Dorong Inklusi Keuangan Digital

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pemerintah akan memanfaatkan Presidensi Indonesia G-20 untuk memacu tiga hal. Salah satu hal yang didorong adalah mengenai inklusi keuangan digital. 

Sri mengatakan, pertimbangan untuk mendorong hal tersebut adalah karena pesatnya pertumbuhan pembiayaan digital di Tanah Air. Indonesia akan mendorong inklusi keuangan melalui digitalisasi guna meningkatkan akses keuangan bagi individu maupun usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). 

Hal kedua yang didorong Indonesia adalah pemanfaatan layanan pembiayaan digital dan inovatif kepada UMKM. Ini meliputi jasa keuangan di luar produk kredit dari lembaga keuangan formal, seperti fintech sebagai alternatif pembiayaan UMKM. 

Adapun yang ketiga menerapkan praktik yang baik untuk meningkatkan layanan keuangan bagi usaha kecil dan menengah. Pilar ini akan mencakup harmonisasi usaha menengah dan kecil untuk meningkatkan ketersediaan dan aksesibilitas data agregat.

"Inklusi keuangan sangat penting dalam Presidensi kita. Tapi kami juga percaya bahwa beberapa isu lintas sektoral di luar hasil tersebut juga penting. Oleh karena itu, kami juga menempatkan perlindungan konsumen dan literasi keuangan," kata Sri saat webinar OJK OECD Conference, Kamis (2/12).

Menkeu menyebut, pemerintah fokus pada pembiayaan digital terhadap usaha kecil dan menengah. Hal ini dilakukan untuk mengejar target inklusi keuangan pada 2022. 

Berdasarkan hasil survei Bank Dunia, indeks inklusi keuangan dunia pada 2070 diprediksi sebesar 68,52 persen. Namun, di Indonesia jauh lebih rendah sebesar 48,86 persen, sehingga Indonesia perlu mempercepat inklusi keuangan. 

"Kami menggabungkan satu pilar yaitu mempromosikan produktivitas dan memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif ke dalam inklusi keuangan. Dalam hal ini juga akan fokus pada inklusi pembiayaan digital dan pembiayaan usaha kecil menengah," ucapnya.

Sri menegaskan, peningkatan perlindungan konsumen akan menjadi sangat penting seiring semakin kompleksnya industri jasa keuangan dan semakin rentan terhadap risiko baru.

"Kami perlu memperkuat sistem perlindungan konsumen untuk meningkatkan pemberdayaan konsumen, meningkatkan kesadaran lembaga keuangan dan tentang pentingnya perlindungan konsumen," ujar Sri. 

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan berupaya memperkuat literasi keuangan digital. Penguatan itu penting guna meningkatkan perlindungan konsumen, keamanan investor, dan transaksi keuangan digital yang efisien.

“Mengingat sifat transaksi keuangan digital yang canggih, OJK akan terus meningkatkan literasi digital masyarakat,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. 

Wimboh mengatakan, peningkatan literasi keuangan digital sangat diperlukan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam penawaran pinjaman online ilegal. Ia menambahkan, OJK juga mendorong rencana pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Perlindungan Data Pribadi yang penting untuk melindungi data masyarakat dalam menggunakan jasa dan layanan jasa keuangan digital.

"Sedangkan untuk meningkatkan keamanan siber, OJK akan membentuk Satgas Keamanan Siber Industri Jasa Keuangan," kata Wimboh. 

Sumber : antara


×