Pejalan kaki melintas didekat mural bertema covid-19 dikawasan Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (1/12/2021). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi mengatakan perkembangan situasi pandemi Covid-19 di Indonesi | Prayogi/Republika.

Nasional

03 Dec 2021, 03:45 WIB

Efektivitas Vaksin Optimal Saat Tingkat Penularan Rendah

Penelitian menunjukkan efektivitas vaksin pada tingkat optimal saat tingkat penularan di masyarakat rendah.

JAKARTA -- Dokter Spesialis Penyakit Dalam/Vaksinolog Dirga Sakti Rambe mengungkapkan, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas vaksin pada tingkat optimal saat tingkat penularan di masyarakat rendah. Karena itu, saat ini merupakan momen yang baik meningkatkan cakupan vaksinasi karena kasus Covid-19 terkendali.

Dirga mengatakan, masyarakat harus bersyukur Indonesia dapat memastikan ketersediaan vaksin meski bukan negara produsen vaksin. Karena itu, ia mengajak masyarakat segera vaksinasi dan jangan pilih-pilih vaksin sehingga jangan sampai ada  stok vaksin yang terbuang.

Terkait vaksin booster, Dirga menjelaskan, panduan WHO menyatakan harus mempertimbangan berbagai hal, seperti cakupan vaksinasi nasional dan situasi di lapangan. Ia mengajak masyarakat untuk menunggu tetap melindungi diri melalui protokol kesehatan ketat. 

“Di Indonesia saat ini pandemi terkendali, tapi selalu ada potensi timbulnya lonjakan kasus, terutama terkait mobilitas pada liburan Natal dan Tahun Baru, juga varian-varian baru yang menyebar di berbagai negara. Karena itu, masyarakat harus selalu terapkan prokes, patuhi aturan level PPKM di daerah masing-masing, dan optimalkan proteksi dengan vaksinasi,” kata dia dalam Dialog Produktif Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) - KPCPEN dikutip Kamis (2/12). 

Sementara itu, pemerintah mendatangkan lebih 20 juta vaksin dalam empat hari terakhir. Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate menjelaskan, kedatangan vaksin tersebut tiba di tanah air dalam lima tahap, yakni tahap ke-139, 140, 141, 142, dan 143.

Perinciannya, 4 juta dosis vaksin Sinovac pada tahap ke-139, Senin (29/11); 4 juta dosis vaksin Sinovac pada tahap ke-140, Selasa (30/11); 3,6 juta dosis vaksin Sinovac pada Rabu (1/12); dan 9.114.040 dosis vaksin AstraZeneca pada tahap 142, Rabu (1/12). Terakhir, 191.880 dosis vaksin Pfizer pada tahap 143, Kamis (2/12).

"Hingga sudah lebih dari 380 juta dosis vaksin yang datang di Indonesia baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun bentuk jadi," ujar Johnny dalam. keterangannya.

Menkominfo mengatakan, pemerintah terus mendatangkan vaksin untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah minta masyarakat yang belum divaksinasi untuk segera divaksinasi dan jangan menunda-nunda, termasuk dengan alasan pilih-pilih merek vaksin karena semua vaksin aman dan berkhasiat.

Johnny menegaskan, vaksinasi menjadi salah satu cara untuk melindungi diri kita dari ancaman Covid-19. "Vaksinasi dan disiplin prokes adalah kombinasi yang dapat amat sangat membantu kita melindungi diri," ujar Johnny. 


×