Petugas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk area Lampung melakukan pengecekan rutin jaringan gas (jargas) pelanggan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Warung Makan Yanto di Kaliawi, Bandar Lampung, Lampung, Kamis (28/1/2021). Pemilik usaha terbantu deng | ANTARA FOTO/Ardiansyah

Ekonomi

02 Dec 2021, 16:54 WIB

PGN Sepakati Sembilan PJBG

PGN mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatra bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas semakin fleksibel.

BADUNG — PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk sebagai Subholding Gas Pertamina menyepakati sembilan perjanjian jual beli gas bumi (PJBG). Kesembilan PJBG tersebut diteken PGN demi ketahanan pasokan gas bumi di Pulau Sumatra dan Pulau Jawa.  

PGN menandatangani kesepakatan komersial itu dalam acara The 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 yang diselenggarakan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) di Bali pada Senin (29/11) sampai Rabu (1/12).

“Kami mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatra bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas bumi ke berbagai segmen semakin fleksibel dan andal,” kata Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan di Badung, Bali, Rabu. 

Di tengah perhelatan IOG 2021, PGN melakukan penandatanganan PJBG dan letter of agreement  (LoA) dengan produsen hulu untuk mendukung daya saing industri dan menjaga ketahanan pasokan gas bumi. PGN dan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) Jambi Merang menandatangani perjanjian jual beli gas dengan total volume sebesar 34,8 billion british thermal unit per day (BBTUD).

Gas bumi dari PHE Jambi Merang akan digunakan untuk kebutuhan pelanggan pada sektor lifting minyak dan gas bumi, kilang, kelistrikan, dan industri di wilayah Sumatra Tengah, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat.

Perjanjian jual beli gas ditandatangani Direktur PHE Jambi Merang Jaffee Arizon, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN Heru Setiawan, Direktur Utama Pertagas Wiko Migantoro, dan Direktur Utama Pertagas Niaga Aminuddin. 

“Setelah transformasi, PGN mengintegrasikan infrastruktur dari Sumatra bagian utara hingga Jawa Timur agar penyaluran gas bumi ke berbagai segmen semakin fleksibel dan andal. Dari forum ini, kami berharap volume gas bumi yang disepakati dapat dimonetisasi secara optimal yang akan diutilisasi pada sektor rumah tangga, industri, hingga pembangkit listrik yang dapat menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional,” kata Heru.

Heru mengatakan, PGN bersama PHE Jambi Merang akan mengalirkan gas untuk kebutuhan pelanggan pada sektor lifting minyak dan gas bumi, kilang, kelistrikan, dan industri di wilayah Sumatra Tengah, Kepulauan Riau, Sumatra Selatan, dan Jawa Barat.

Selain itu, PGN dan Saka Energi Muriah Limited menandatangani PJBG untuk memenuhi kebutuhan pelanggan pada sektor kelistrikan dan industri di wilayah Jawa dengan volume 10-12 BBTUD dari Wilayah Kerja Muriah.

PGN dengan Conoco Phillips Grissik Limited (CPGL) dan Medco Energi Madura Offshore Pty Ltd (Medco) juga menandatangani LoA untuk implementasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) atas Kepmen ESDM 135K/ 2021 dan 134K/ 2021.

Adapun perincian LoA antara PGN dan mitra produsen hulu yang ditandatangani adalah LoA antara PGN dan CPGL SSWJ untuk implementasi Kepmen 134 dan 135 di wilayah Sumatra Selatan dan Jawa Barat sebesar 343,92 BBTUD dan LoA antara PGN dan CPGL Batam I untuk implementasi Kepmen 134 dan 135 di wilayah Batam sebesar 19,41 BBTUD.

Kemudian, LoA antara PGN dan CPGL Batam III untuk implementasi Kepmen 134 sebesar 33 BBTUD dan LoA antara PGN dan CPGL Dumai untuk implementasi Kepmen 134 di Sumatra bagian Tengah sebesar 8,37 BBTUD. Selanjutnya, LoA antara PGN dan CPGL RU Dumai untuk implementasi Kepmen 135 di wilayah Sumatra bagian tengah dan Batam sebesar 12,5 BBTUD.

Termasuk, LoA antara PGN dan Medco Maleo untuk implementasi Kepmen 134 di wilayah Jawa Timur sebesar 15 BBTUD, serta LoA antara PGN dan Medco Meliwis untuk implementasi Kepmen 134 di wilayah Jawa Timur sebesar 9,67 BBTUD.


×