Presiden Direktur PT Adaro Energy Tbk (Adaro) Garibaldi Thohir (kanan), Komisaris Independen Mohammad Effendi (kiri), Wakil Presiden Direktur C Ariano Rachmat (kedua kanan) dan Direktur Julius Aslan (kedua kiri) berbincang seusai melaksanakan Rapat Umum P | ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Ekonomi

02 Dec 2021, 08:43 WIB

Adaro Cetak Lonjakan Laba

Adaro mencatat produksi batu bara pada periode tersebut sekitar 40 juta ton.

JAKARTA – PT Adaro Energy Tbk berhasil mencatatkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 420,9 juta dolar AS hingga kuartal III 2021. Angka itu tumbuh 284,81 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir menjelaskan, kenaikan laba ini didongkrak pendapatan perusahaan yang tumbuh 31,44 persen (year on year/yoy) menjadi 2,56 miliar dolar AS dalam periode sembilan bulan tahun ini. "Tahun ini, kondisi pasar batu bara yang kondusif semakin meningkatkan profitabilitas perusahaan," ujar Garibaldi melalui keterangan resmi, Rabu (1/12).

Garibaldi menyampaikan, perseroan mencatat produksi batu bara pada periode tersebut sekitar 40 juta ton. Angka itu turun 4 persen (yoy). Volume penjualan batu bara sebesar 38,86 juta ton atau turun 5 persen (yoy).

Menurut Garibaldi, fokus Adaro dalam keunggulan operasional dan efisiensi di sepanjang rantai pasok batu bara memungkinkan pencapaian kinerja yang solid. Meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang menantang, Adaro berhasil menyediakan pasokan yang andal bagi para pelanggan.

"Dengan mempertimbangkan perkembangan terakhir fundamental pasar batu bara, kami memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada target profitabilitas. Karenanya, panduan EBITDA operasional direvisi menjadi 1,75 miliar-1,90 miliar dolar AS untuk tahun 2021," ujar Garibaldi.

Dengan catatan kinerja yang positif, Adaro turut berkontribusi dalam membayarkan royalti serta pajak penghasilan kepada pemerintah. Royalti yang dibayarkan kepada pemerintah serta beban pajak penghasilan mencapai 510 juta dolar AS.

Rehabilitasi DAS

Sebagai salah satu pemegang izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), Adaro berkomitmen mendukung rehabilitasi lahan, salah satunya di wilayah destinasi pariwisata super-prioritas (DPSP) Borobudur dan sekitarnya. Adaro akan merehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di Menoreh, Magelang, Jawa Tengah, seluas 512 hektare.

Pada akhir pekan lalu, Head of External Relations PT Adaro Energy Tbk Richard Tampi bersama Plt Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Helmi Basalamah melaksanakan kick-off penanaman dalam rangka rehabilitasi DAS tersebut. 

“Kami siap berdampingan bersama pemerintah dan masyarakat untuk melakukan rehabilitasi DAS Menoreh. Hal ini sejalan dengan komitmen Adaro dalam jangka panjang untuk bertransformasi dan menjalankan green business melalui berbagai green initiatives,” ujar Richard.

Richard menekankan, program rehabilitasi DAS sangat penting karena mendukung kelestarian alam di kawasan Borobudur serta menerapkan konsep agroforestry dan pemberdayaan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, Adaro mengutamakan keterlibatan masyarakat sekitar sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat. 

“Selain itu, dengan penanaman bibit tanaman khusus diharapkan mampu mengurangi risiko bencana longsor dan menjaga keberadaan Bukit Menoreh sebagai menara air alami,” ungkapnya. 

Program rehabilitasi DAS Menoreh bertujuan untuk menjaga fungsi ekologi dan hidrologi Perbukitan Menoreh. Upaya itu sekaligus sebagai pendukung kawasan wisata Borobudur yang saat ini menjadi destinasi wisata superprioritas di Indonesia sekaligus situs warisan budaya dunia.

Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan membangun diversitas vegetasi pada ekosistem hutan ini akan menguatkan fungsi hutan sebagai pendukung aspek sosial dan ekonomi masyarakat.


×