Tantangan Wawasan Kebangsaan. Dekan Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah, Sukron Kamil (kiri) menyampaikan paparan saat seminar nasional di Jakarta, Jumat (30/11). Pada seminar ini membahas terkait tantangan muslim milenial terhadap m | Republika/ Wihdan

Khazanah

02 Dec 2021, 08:40 WIB

Optimalkan Milenial, Prima DMI Gelar Muslim Youth Connection

Prima DMI melihat generasi milenial dan usia produktif Muslim di Indonesia memiliki rasio yang besar.

JAKARTA – Perhimpunan Remaja Masjid Dewan Masjid Indonesia (Prima DMI) akan menyelenggarakan Muslim Youth Connection 2021 pada 10-12 Desember mendatang. Kegiatan ini merupakan agenda yang menghubungkan para remaja masjid, intelektual muda, aktivis, dan pemimpin di Indonesia.

Ketua Pelaksana Muslim Youth Connection 2021, Mardhiyah, menyampaikan, salah satu fokus agenda tersebut, yaitu menjadi episentrum kolaborasi bagi pemuda Muslim Indonesia. "Semangat inilah yang akan mewarnai kegiatan kami, khususnya Muslim Youth Connection tahun ini," kata dia dalam pertemuan virtual dengan tim redaksi Harian Republika, Rabu (1/12).

Mardhiyah mengatakan, ada beberapa isu yang diangkat dalam agenda itu. Di antaranya, soal industri ekonomi syariah, industri halal, dan masjid sebagai episentrum yang ramah bagi inklusivitas dan keberagaman sehingga bisa menjadi titik temu para pemuda Muslim.

Muslim Youth Connection 2021, dia melanjutkan, digelar secara hibrida. Penyelenggaraan kali ini merupakan acara hibrida pertama dan terbesar bagi pemuda remaja masjid. "Tahun ini kami mempertajam tema-tema pembahasan. Kami juga menambah ruang untuk sesi berbagi, talkshow, silaturahim nasional, bedah buku dan mengundang lebih dari 30 narasumber," katanya.

Seremoni pembukaan acara tersebut akan dihadiri Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ketua Umum PP DMI Jusuf Kalla, dan Imam Besar Masjid Istiqlal Prof KH Nasaruddin Umar. Adapun tema yang diusung adalah “From Youth to Mosque, Bridging the Youth Collaboration for the Future Muslim Society”.

Narasumber yang akan mengisi rangkaian acara lebih dari 40 orang. Jumlah ini meliputi tokoh nasional ataupun tokoh lokal, yaitu pimpinan wilayah yang turut hadir untuk menyuarakan aspirasi dan kerja nyata mereka.

 

Ketua Umum Prima DMI, Ahmad Arafat Aminullah, menyampaikan, generasi milenial dan usia produktif Muslim di Indonesia memiliki rasio yang besar. Bila dikonsolidasikan, para pemuda masjid di Indonesia memiliki potensi yang besar sebagai aset berharga, tidak hanya bagi Islam, tetapi juga bangsa Indonesia.

Namun, Ahmad menyadari, saat ini pemuda masjid di berbagai wilayah masih dalam posisi yang termarjinalkan dan belum begitu diberdayakan dalam konteks ekonomi, pendidikan, dan pembinaan secara komprehensif. Faktor inilah yang membuat Prima DMI terpanggil untuk terus berkreasi, produktif, dan inovatif.

"Pemuda perlu kesempatan dan bimbingan untuk terus berkreasi dan mengisi ruang-ruangnya secara produktif. Jadi, tidak sekadar menjadi objek," ujarnya.

Pemimpin Redaksi Harian Republika, Irfan Junaidi, menyampaikan rasa senangnya bisa berkolaborasi dengan Prima DMI. Ini menjadi jembatan sekaligus ikatan bersama untuk terus mendorong pengarusutamaan umat Islam di segala lini kehidupan, baik itu di politik, ekonomi, hukum, pendidikan, dan sektor lainnya.

Prima DMI, menurut Irfan, memiliki fungsi yang sangat strategis. “Sebab, di sinilah berkumpul generasi penerus dari para pemimpin kita hari ini. Sehingga harus bisa dipersiapkan sangat baik supaya nanti ketika harus menerima estafet itu teman-teman di Prima DMI sudah siap dan matang," katanya.


×