Aksi bela Palestina. | Republika/Thoudy Badai

Khazanah

30 Nov 2021, 07:27 WIB

RSIH, Wujud Komitmen MUI untuk Palestina

Pandemi tak mengurangi semangat masyarakat untuk membantu Palestina.

JAKARTA – Bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Palestina yang jatuh pada 29 November 2021, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wali Kota Hebron menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama pembangunan Rumah Sakit Indonesia Hebron (RSIH) secara daring. Peletakan batu pertama pembangunan RSIH akan dilaksanakan dalam waktu dekat.

Waktu pelaksanaan peletakan batu pertama akan ditentukan kemudian setelah berkordinasi dengan Wali Kota Hebron, Kementerian Luar Negeri RI, KBRI di Amman, dan Duta Besar Palestina untuk Indonesia.

Sekretaris Jenderal MUI Buya Amirsyah Tambunan mengapresiasi seluruh dukungan dan donasi dari masyarakat Indonesia untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit di Hebron, Palestina tersebut. Dia menyampaikan, Indonesia adalah negara yang menganut sistem politik bebas dan aktif.

“Berdasarkan konstitusi kita, bebas berarti tidak berpengaruh dengan tarikan yang bersifat destruktif tapi berasas pada nilai kemanusiaan, perdamaian dan keadilan,” ujar Buya Amirsyah dalam acara penandatanganan MoU tersebut, Senin (29/11).

Sedangkan aktif, menurut Buya, berarti tidak tinggal diam. Dalam konteks ini, MUI memiliki sembilan prinsip, di antaranya kemerdekaan atau kemandirian. “Maka MUI memiliki komitmen moral untuk menghadirkan bukti nyata, melalui pembangunan RSIH, rumah sakit yang fokus untuk //trauma healing//, untuk melanjutkan komitmen dan solidaritas Indonesia untuk Palestina,” kata Buya Amirsyah.

Pandemi, kata dia, ternyata tidak mengurangi semangat masyarakat Indonesia untuk berbagi dan membantu Palestina. Hal ini terbukti dari masifnya pengumpulan donasi dari berbagai platform. Adapun dana yang ditargetkan terkumpul untuk pembangunan RSIH adalah sekitar Rp 87 miliar.

Dia yakin, melalui semangat solidaritas dan sifat kedermawanan warga Indonesia, maka pembangunan RSIH tidak akan memakan waktu lama ataupun menemui rintangan berarti. “Saya mangajak seluruh masyarakat dan stakeholder untuk bersama-sama menyukseskan program pembangunan rumah sakit ini,” ujar dia.

Sementara, Ketua Panitia Pembangunan RSIH, Sudarnoto Abdul Hakim mengatakan, program pembangunan RSIH mendapat animo dan respons positif dari masyarakat. Hal itu terlihat dari jumlah donasi yang telah terkumpul yakni sekitar Rp 24 miliar dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Sejauh ini sudah terkumpul sekitar Rp 24 miliar dan akan terus dilakukan hingga mencapai target, Rp 87 miliar,” ujar ketua MUI Bidang Kerja Sama Luar Negeri dan Hubungan Internasional itu.

“Dana pembangunan RSIH ditargetkan dapat terkumpul pada akhir 2023, yang penyalurannya akan dibagi menjadi enam termin,” lanjut dia.

Rumah sakit yang akan berdiri di jantung Kota Hebron, 500 meter dari Masjid Ibrahim itu, akan dibangun di atas lahan seluas 4.000 meter persegi. “RSIH akan sangat berguna sebagai pusat pengobatan masyarakat Palestina maupun Jalur Gaza, juga menjawab kebutuhan kami  atas layanan kesehatan sekaligus lahan pekerjaan bagi para dokter,” kata Wali Kota Hebron, Tayseer Abu Sneineh, yang hadir secara virtual dalam penandatangan MoU tersebut.

Hebron merupakan kota terbesar di Palestina, baik dari sisi luas wilayah maupun jumlah penduduk. Selama ini, kota tertua kedua di dunia ini juga menjadi tulang punggung perekonomian Pelestina. Namun sejak penjajahan Israel pada 1917, Hebron kehilangan banyak akses perekonomian.

Karena itu, ia dan seluruh rakyat Palestina berterima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah membantu dan mendukung pembangunan RSIH. ‘’Kami juga berterima kasih kepada Indonesia yang terus menunjukkan kepedulian bagi rakyat Palestina.’’


×