Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri (tengah) mendampingi Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare saat disuntik vaksin COVID-19 di Mapolda Papua, Kota Jayapura, Papua, Kamis (18/3/2021). | ANTARA FOTO/Indrayadi TH

Nasional

30 Nov 2021, 03:45 WIB

Anggota TNI-Polri Terlibat Bentrok di Tembagapura

Bentrokan di Tembagapura dipicu perselisihan soal harga rokok.

JAKARTA -- Bentrokan antara anggota TNI dan Polri terjadi di Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, pada Sabtu (27/11). Peristiwa itu melibatkan personel TNI yang tergabung dalam Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole Brimob Polri.

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan, Pusat Polisi Militer (POM) sedang mengusut dugaan tindak pidana dalan peristiwa itu. "Pusat Polisi Militer TNI bersama-sama dengan Pusat Militer TNI AD sedang lakukan proses hukum terhadap semua oknum anggota TNI yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," kata Andika saat dihubungi, Senin (29/11).

Selain itu, Andika mengatakan, proses hukum terhadap anggota Polri yang terlibat juga akan dilakukan. Namun, ia menyerahkan hal itu kepada Polri untuk melakukan penindakan.

"TNI juga sudah lakukan koordinasi dengan Polri untuk lakukan proses hukum terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam dugaan tindak pidana di Timika tersebut," ujarnya.

photo
Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa memberikan keterangan pers saat meninjau kesiapan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai dalam pelaksanaan KTT G-20 di Badung, Bali, Jumat (26/11/2021). Kegiatan tersebut untuk memetakan dan mengidentifikasi lokasi yang berkaitan dengan masalah pengamanan, mengingat jajaran TNI dalam pelaksanaan KTT G-20 menjadi ujung tombak dalam sektor keamanan. - (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Kapolda Papua Irjen Mathius Fakhiri mengatakan, insiden tersebut sudah diselesaikan di level pemimpin masing-masing satuan untuk mengakhiri perselisihan. “Tidak. Tidak ada bentrok. Itu cuma salah paham saja,” kata dia.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal mengatakan, tindakan disiplin bagi masing-masing anggota yang terlibat dalam perkelahian itu akan tetap dilakukan. Ia menjelaskan, peristiwa itu karena kesalahpahaman terkait harga rokok. Kamal mengungkapkan, keributan itu melibatkan personel Satgas Nanggala Kopassus dengan Satgas Amole.

Awalnya, dia mengatakan, enam personel Satgas Amole Kompi 3 yang berada di Pos RCTU Ridge Camp Mile 72, Tembagapura sedang berjualan rokok. "Selanjutnya tiba personel Nanggala Kopassus sebanyak 20 orang membeli rokok dan komplain mengenai harga rokok yang dijual personel Amole Kompi 3 Penugasan," kata Kamal.

Setelah komplain itu, ia mengatakan, pengeroyokan dengan menggunakan benda tumpul dan senjata tajam terjadi kepada enam personel Satgas Amole Kompi 3 Penugasan. Namun, Kamal belum menjelaskan secara rinci mengenai jenis senjata yang digunakan oleh anggota TNI dalam insiden itu.

Sementara, Mabes Polri tak mempersoalkan para anggota Satgas Amole dari Satuan Brimob yang merangkap profesi sebagai pedagang rokok dalam masa tugas dinas Operasi Nemangkawi di Papua, dan Papua Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Humas Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Rusdi Hartono mengatakan, tak ada aturan yang dilanggar oleh anggotanya sebagai penjaja rokok, meskipun sedang melaksanakan tugas.


×