Varian Covid-19 dalam Pengawasan | republika

Kabar Utama

30 Nov 2021, 03:55 WIB

Omikron Kian Menyebar

Varian baru virus korona omikron semakin menyebar ke berbagai belahan dunia.

JAKARTA -- Varian baru virus korona omikron semakin menyebar ke berbagai belahan dunia. Pada awal pekan ini, terdapat sejumlah negara yang mengonfirmasi adanya kasus varian omikron.

Portugal melaporkan telah mendeteksi 13 kasus varian omikron pada Senin (29/11). Seluruh kasus tersebut ditemukan pada pemain dan staf klub sepak bola Lisbon Belenenses. Di wilayah Eropa lainnya, Skotlandia melaporkan enam kasus varian omikron yang beberapa di antaranya berkaitan dengan perjalanan dari Afrika Selatan.

"Pada beberapa kasus, ada yang bukan berasal dari riwayat perjalanan dari Afrika Selatan. Jadi, ada kemungkinan penularan omikron terjadi di dalam masyarakat," kata Wakil Perdana Menteri Skotlandia John Swinney kepada BBC Radio, Senin (29/11). 

Menurut laporan Washington Post, sedikitnya 17 negara yang telah mendeteksi adanya varian omikron sejak pertama kali ditemukan di Afsel pada pekan lalu. Kasus omikron paling banyak ditemukan di Eropa.

Varian omikron juga mulai terdeteksi di Amerika Utara. Menteri Kesehatan Kanada Jean-Yves Duclos mengatakan, dua kasus terkonfirmasi di Ontario.

photo
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi berpelukan dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelum mengikuti rapat terbatas (Ratas) di Istana Negara, Jakarta, Senin (29/11/2021). Ratas tersebut membahas evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) serta varian baru Covid-19 Omikron dan kesiapan jelang libur Natal dan Tahun Baru. - (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa.)

Adapun pada Ahad (28/11), Belanda mengonfirmasi 13 kasus varian omikron dan Australia mendeteksi adanya dua kasus. Kasus omikron di kedua negara itu ditemukan pada pendatang dari Afrika Selatan.

Menurut otoritas kesehatan Belanda, sebanyak 13 orang yang terkonfirmasi positif varian omikron tiba pada 26 November. Mereka tiba di Bandara Schiphol Amsterdam sebelum larangan penerbangan diterapkan.

Sementara itu, pihak berwenang di Australia mengatakan, dua pengunjung luar negeri yang tiba di Sydney dari Afrika, menjadi yang pertama dinyatakan positif varian omikron. Australia langsung memperketat aturan karantina setelah adanya kasus tersebut.

Saat ini, sebagian besar wilayah Eropa sedang bergelut dengan melonjaknya kasus Covid-19 selama beberapa pekan terakhir. Inggris sejak 27 November memberlakukan kembali kewajiban memakai masker dan mewajibkan tes Covid-19 bagi pendatang penerbangan internasional.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan, sejauh ini belum ada bukti bahwa varian omikron memiliki sifat lebih menular dibandingkan varian lain. Dalam hal gejala, omikron pun memiliki kesamaan dengan lainnya.

“Belum jelas apakah omikron lebih menular (misalnya, lebih mudah menyebar dari orang ke orang) dibandingkan varian lain, termasuk Delta,” kata WHO dalam sebuah pernyataan pada Ahad (28/11), dikutip Anadolu Agency.

WHO pun meminta negara-negara mengkaji ulang penerapan larangan perjalanan dari Afrika. WHO mengimbau agar keputusan terkait dengan penanganan pandemi didasarkan pada sains dan peraturan kesehatan internasional.

Direktur Regional WHO untuk Afrika Matshidiso Moeti mengaku sangat mengapresiasi keberanian negara-negara Afrika menginformasikan penemuan dan penyebaran varian omikron. “Kecepatan dan transparansi pemerintah Afrika Selatan dan Botswana dalam menginformasikan dunia tentang varian baru ini patut diapresiasi,” ujarnya.

Sikap pemerintah 

Pemerintah tetap akan menjalankan pengetatan pintu masuk meskipun WHO meminta negara-negara mengkaji ulang kebijakan penutupan akses bagi negara-negara Afrika. Satgas Penanganan Covid-19 sudah mengeluarkan surat edaran terbaru terkait protokol perjalanan internasional.

Presiden Joko Widodo pada Senin (29/11) juga menginstruksikan jajarannya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap varian omikron. Ia mengatakan, pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi dan juga mitigasi sedini mungkin, sehingga varian omikron tidak mengganggu kesinambungan program reformasi struktural serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang sedang dilakukan.

“Selain varian lama di beberapa negara, telah muncul varian baru omikron yang harus menambah kewaspadaan kita,” ujar Jokowi saat acara penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2022 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (29/11).

 Pemerintah telah memperketat ketentuan kedatangan pelaku perjalanan dari luar negeri. Pemerintah melarang masuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir dari 11, negara yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong.

Sementara, WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari 11 negara tersebut diizinkan masuk ke Indonesia dan akan dikarantina selama 14 hari. Sedangkan bagi WNI dan WNA yang datang dari negara-negara lain dikarantina selama tujuh hari.

Satgas Penanganan Covid-19 pada Senin kemarin mengeluarkan Surat Edaran No. 23 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Pada Masa Pandemi Covid-19. SE itu berlaku efektif per Senin (29/11) hingga waktu yang ditentukan kemudian.

Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebutkan perlunya penyesuaian mekanisme pengendalian terhadap perjalanan internasional. Ia mengatakan, spesimen dari pelaku perjalanan internasional khususnya dari negara dengan tranmisi komunitas varian omikron, akan dilakukan pemeriksaan whole genome sequencing untuk meminimalkan kebocoran kasus varian baru. “Satgas Covid-19 akan segera melakukan sosialisasi masif dan menyesuaikan manajemen karantina,” ujar Wiku, kemarin. 

photo
Warga mengantre sebelum menaiki penerbangan Air France ke Prancis dari Bandara Internasional Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, Jumat (26/11/2021). Sejumlah negara di dunia termasuk Indonesia mulai menutup pintu kedatangan dari Afrika bagian selatan akibat merebaknya varian Covid-19 yang dibari sandi Omikron. - ((AP Photo/Jerome Delay))

Akses Langsung ke Bali Dikaji Ulang 

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) memastikan bakal meninjau ulang pembukaan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara (wisman) dari 19 negara, yang sejauh ini diperbolehkan melakukan penerbangan langsung ke Bali dan Kepulauan Riau (Kepri). Hal itu seiring munculnya varian baru virus omikron yang telah menyebar ke berbagai negara. 

"Jumlah negara (yang diperbolehkan) akan dievaluasi karena ada beberapa negara yang mengalami lonjakan kasus, baik sebelum maupun sesudah munculnya omikron," kata Sandiaga dalam konferensi pers virtual, Senin (29/11).

Sandiaga mengatakan, kemunculan varian omikron dipastikan berdampak bagi sektor pariwisata Indonesia, meskipun Indonesia masih aman dari paparan varian tersebut. Saat ini, 19 negara yang diperbolehkan melakukan penerbangan langsung ke Bali dan Kepri, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Selandia Baru, Kuwait, Bahrain, Qatar, Cina, India, Jepang, dan Korea Selatan.

Selain itu, ada juga Liechtenstein, Italia, Prancis, Portugal, Spanyol, Swedia, Polandia, Hungaria, dan Norwegia. Sebagian dari daftar negara tersebut, ada yang sudah mengonfirmasi kasus varian omikron. 

Sandiaga menegaskan, kemunculan varian baru omikron harus disikapi pemerintah secara hati-hati. Pasalnya, sejak ditemukan di Afrika Selatan, tingkat penyebaran omikron disebut lebih cepat dari varian Delta. Sebagai gambaran, Indonesia mengalami puncak lonjakan kedua Covid-19 akibat varian Delta pada Juli lalu dan mencatat angka penularan harian hingga 50 ribu kasus.

"Karena tingkat penyebaran yang sangat cepat dan banyak informasi yang belum bisa diperoleh, maka untuk menghindari lonjakan baru pemerintah akan melakukan beberapa kebijakan, salah satunya pembaruan daftar negara," kata dia.

Sandiaga memahami situasi tersebut sangat memprihatinkan dan berat bagi pelaku pariwisata ataupun ekonomi kreatif di Tanah Air. Namun, situasi ketidakpastian yang tinggi dan sangat kompleks memaksa kebijakan pemerintah untuk terus berganti-ganti sesuai keadaan yang dihadapi dalam menghadapi Covid-19.

Apalagi, menjelang akhir tahun ada peningkatan mobilitas masyarakat. Pemerintah sejauh ini mengantisipasi penularan lewat penerapan PPKM Level 3, yang telah diteken dalam aturan resmi Kementerian Dalam Negeri. "Kita berharap dampak dari omikron Indonesia tidak begitu negatif karena kita sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasi," kata dia.

Pengamat Pariwisata, Taufan Rahmadi, meminta pemerintah bersikap bijak dalam merespons varian omikron. Pasalnya, respons yang berlebihan akan berdampak negatif pada sektor pariwisata yang tengah masuk dalam proses pemulihan.

"Respons pemerintah agar tidak berkesan membawa berita horor, tapi lebih fokus menyampaikan untuk mendukung pola hidup sehat dan berdampingan dengan Covid-19," kata Taufan, Senin (29/11).

Meski demikian, pemerintah harus tetap konsisten dalam menerapkan pemeriksaan protokol kesehatan yang berlaku. Menurut Taufan, baik WNA maupun WNI yang masuk ke Indonesia dari negara-negara terjangkit varian omikron dapat dilakukan karantina selama tujuh hari.

Sementara kedatangan dari negara-negara yang tidak terjangkit omikron tetap cukup dilakukan karantina selama tiga hari.

Di tengah kondisi pandemi yang masih tak menentu, Taufan mendorong pemerintah membuat bubble destination wisata di Indonesia yang aman dikunjungi oleh wisman ataupun wisatawan nusantara.

photo
Sejumlah wisatawan berjalan keluar dari terminal kedatangan di Bandara Internasional Lombok (BIL), Praya, Lombok Tengah, NTB, Rabu (17/11/2021). Wisatawan penggemar Super Bike mulai berdatangan di Bandara Lombok untuk menyaksikan World Super Bike Mandalika pada 19-21 November 2021. - (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/tom.)

Pakar Pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni mengatakan, prospek industri pariwisata ke depan masih fluktuatif karena ancaman Covid-19 yang tidak pasti. Meski begitu, sejauh ini ia menilai Indonesia sudah berhasil keluar dari titik darurat Covid-19.

Menurut dia, kebijakan pemerintah di sektor pariwisata sejauh ini cukup tepat dalam upaya menangani pandemi. "Langkah pemerintah sudah sangat tepat karena menggabungkan aturan ekonomi pariwisata dengan kesehatan. Sekarang tinggal masa adaptasi dengan protokol kesehatan di tempat umum," ujar dia.

Pemerintah pada Ahad (28/11) memutuskan telah menutup pintu masuk bagi WNA 11 negara untuk mencegah masuknya varian omikron.  Sebelas negara tersebut adalah  Afrika Selatan, Botswana, Lesotho, Eswatini, Mozambique, Malawi, Zambia, Zimbabwe, Angola, Namibia, dan Hong Kong.

WNA yang berasal atau pernah singgah dari 11 negara itu dalam 14 hari terakhir akan ditangguhkan visanya. Namun, aturan itu dikecualikan bagi pemegang visa diplomatik dan dinas, pejabat asing setingkat menteri ke atas, sekaligus rombongan kunjungan resmi atau kenegaraan, wisatawan yang masuk dengan skema travel corridor arrangement, serta delegasi negara anggota G20.

Sumber : antara


×