Menteri Sosial Tri Rismaharini (kedua kiri) didampingi Wakil ketua Komite III DPD RI Dedi Iskandar Batubara (kanan) dan pejabat lainnya meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Tiga Desa Rumah Kinangkung, Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara, Jum | ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/foc.
26 Nov 2021, 03:45 WIB

Antisipasi Dini Dampak Banjir Lewat Lumbung Sosial

Rencana pembuatan lumbung sosial ini setelah dampak banjir pada warga di Kalteng.

OLEH FEBRYAN A

Menteri Sosial Tri Rismaharini menargetkan lumbung sosial, yang berisikan bahan makanan dan alat-alat bantuan, sudah mulai dibangun sepekan lagi di sejumlah titik rawan banjir di Kalimantan Tengah. Lima lumbung sosial ditargetkan segera dibangun di Kota Palangkaraya.

Bahkan, Mensos memberi tenggat waktu sepekan kepada pemerintah daerah untuk menentukan titik lokasi pembangunan lumbung sosial. "Lumbung sosial itu akan dioperasikan secepatnya. Saya berikan waktu sepekan kepada pemerintah daerah untuk menentukan titiknya. Setelah itu langsung saya kerjakan," kata Risma usai rapat koordinasi dengan pemerintah daerah Kalteng di Kota Palangkaraya, Kamis (25/11).

Mantan wali kota Surabaya ini mengatakan, lumbung sosial akan diisi sembako, perahu, popok, alat penjernih air, tenda, dan mesin genset. Semua isi lumbung itu bisa digunakan langsung oleh warga ketika banjir melanda dan mereka tak bisa menuju area pengungsian lantaran akses jalan terputus.

Terkait

Risma menegaskan, lumbung sosial itu akan didirikan di titik rawan banjir di Kota Palangkaraya, Kabupaten Pulang Pisau, Kabupaten Katingan, dan Kabupaten Kotawaringin Timur. Pendirian lumbung sosial itu tak mengacu pada batas wilayah administratif, tapi berdasarkan lanskap geografis rawan banjir. Langkah ini diambil sebagai upaya antisipasi banjir susulan yang mungkin terjadi saat puncak musim hujan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Humas Polda Kalteng (humaspoldakalteng)

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim hujan akan terjadi pada Januari-Februari 2022. Lumbung sosial perlu didirikan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak. "Nanti lumbung sosial itu didirikan per kecamatan, bukan per kabupaten atau kota. Sebab, tak semua kecamatan dilanda banjir," ujar Risma.

Rencana pembuatan lumbung sosial ini setelah Risma melihat langsung warga terdampak banjir di Kalteng. Banjir melanda Kota Palangkaraya dan empat kabupaten lainnya di Kalimantan Tengah sejak pertengahan November 2021. Dalam kunjungannya, Mensos memberikan bantuan kepada korban terdampak banjir.

Secara keseluruhan, Risma menyerahkan bantuan logistik kepada korban banjir di Palangkaraya berupa 210 paket makanan anak, kidsware 200 paket, family kit 140 paket, tenda gulung 30 lembar, kasur 100 lembar, dan selimut 20 lembar. Lalu matras 105 lembar, beras 50 ribu kg, bahan natura/dapur umum dua paket, serta bantuan sembako 1.000 paket. Mensos juga menyerahkan santunan kepada anak dari korban meninggal sebesar Rp 15 juta.

photo
Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) bersama Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina (tiga kiri) meninjau penyaluran bantuan sosial di Pendopo Indramayu, Jawa Barat, Selasa (23/11/2021). - (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, ketinggian muka air pada 15-17 November berkisar 10-110 sentimeter. Akibatnya, sebanyak 25.549 rumah terendam dan sejumlah ruas jalan putus. Secara keseluruhan, terdapat 26.336 KK atau 81.661 jiwa terdampak. Kini, banjir mulai surut.

"Secara keseluruhan, banjir telah surut semua. Yang masih terendam hanya daerah di bibir bantaran sungai," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kalteng, Erlin Hadi, kepada Republika, Rabu (24/11) malam.

Wali Kota Palangkaraya, Farid Naparin, mengatakan, pihaknya bakal mengusulkan sejumlah titik pendirian lumbung sosial di lima kecamatan. Lima kecamatan itu adalah wilayah yang terdampak banjir luapan Sungai Kahayan pekan lalu. "Ada yang berapa titik di kelurahan," kata Farid, Kamis. 


×