Anak-anak membaca buku di Bale Buku Jakarta, Dukuh, Jakarta, Jumat (12/11/2021). UNESCO menyatakan Kota Jakarta sebagai City of Literature atau Kota Literatur Dunia bersama 49 kota lainnya di dunia yang tergabung dalam jaringan kota kreatif dunia (UNESCO | Republika/Putra M. Akbar

Nasional

18 Nov 2021, 03:45 WIB

Peluang Industri Penerbitan pada Era Disrupsi

Perlu dilakukan peningkatan perdagangan di antara industri buku yang ada di negara-negara kawasan.

OLEH RONGGO ASTUNGKORO

Pandemi Covid-19 disebut secara nyata mendisrupsi industri buku lewat hilangnya pemasukan, berubahnya pola permintaan, serta pasokan yang terganggu. Untuk itu, diperlukan peningkatan perdagangan di antara industri buku yang ada di negara-negara Asia, yang akan dapat menyokong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

"Pandemi mendisrupsi industri buku di tiga jalur utama, yakni kehilangan pemasukan, pemborosan keuangan yang sia-sia yang berujung pada berubahnya pola permintaan, dan gangguan dalam pasokan," ungkap Ketua Umum Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Arys Hilman Nugraha, pada kegiatan “Copyright Trading Challenges to Survive during the Pandemic” yang dilakukan secara daring, Rabu (17/11).

Dia meyakini, ketiga isu di dunia industri buku yang dia sebutkan di atas juga terjadi banyak negara. Pandemi membuat semakin sedikit orang yang dapat memperoleh buku karena adanya krisis, yang membuat orang cenderung memilih untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya terlebih dahulu.

"Selain itu, berubahnya preferensi komsumen dapat menyebabkan ketidakseimbangan pada penawaran dan permintaan. Contohnya, publisher (penerbit) harus menyetop mencetak buku-buku baru, sementara stok buku mereka yang sudah ada sebelumnya tertahan di gudang tak semuanya dapat terjual," jelas Arys.

Arys menyatakan, terlepas dari tantangan global yang disebutkan di atas, terdapat dua peluang yang dapat dimanfaatkan industri buku di kawasan Asia. Peluang pertama, yakni memperkuat kerja sama dan integrasi di negara-negara regional. Menurut dia, kerja sama regional merupakan kekuatan besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan inklusif.

"Inilah waktunya bagi kita negara-negara di wilayah Asia untuk bekerja sama dan melakukan koordinasi multilateral untuk bertahan dan juga mengembangkan kestabilan ekonomi kita secara bersama-sama karena dengan cara itu akan lebih efektif daripada melakukannya sendiri-sendiri," kata dia.

Peluang kedua, yakni melakukan peningkatan perdagangan di antara industri buku yang ada di negara-negara kawasan. Arys menyampaikan, industri yang bekerja akan menyokong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Untuk mencapai itu semua, Arys mengungkapkan, pengembangan hubungan yang saling menguntungkan antarnegara, organisasi internasional, dan institusi harus dilakukan.

"Penguatan dan perluasan kerja sama di bidang industri buku di negara-negara Asia Tenggara adalah hal yang penting. Industri buku di region seharusnya memiliki kesempatan lebih untuk bertemu dan melebarkan network lewat event-event seperti ini," jelas Arys.

Managing Director Publishers and Booksellers Association of Thailand, Thipsuda Sinchawarnwat, menyampaikan, industri penerbitan saat ini memang tengah menghadapi keadaan yang tidak pasti. Pihaknya terus memberikan bantuan dan masukan kepada membernya.

photo
Anak-anak membaca buku di Bale Buku Jakarta, Dukuh, Jakarta, Jumat (12/11). - (Republika/Putra M. Akbar)

"Saya percaya kita akan dapat memutarbalikkan ancaman Covid-19 menjadi kesempatan. Kita dapat kembali membaik dan lebih baik lagi. Kita harus mencapai itu dengan memperkuat kerja sama nasional dan internasional," terang Thipsuda.

Dia juga percaya, peningkatan kerja sama itu dapat terjadi melalui kegiatan ini. Di mana para narasumber yang hadir akan saling bertukar pandangan dan pengalaman tentang bagaimana industri penerbitan di setiap negara bisa bertahan, berkembang, dan berevolusi di tengah keadaan sulit.

"Kita berbagi pengalaman dan perspektif bagaimana industri publisihing bertahan, berkembang, dan berevolusi di tengah keadaan sulit dan memiliki masa daepan yang lebih baik," tutur dia.


×