Ustaz Farid Okbah | istimewa

Nasional

17 Nov 2021, 03:45 WIB

Densus 88 Tangkap Ustaz Farid Okbah Dkk

Terduga teroris yang ditangkap disebut sebagai Dewan Syuro Jamaah Islamiyah.

JAKARTA -- Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan serangkaian penangkapan tiga terduga teroris kelompok Jamaah Islamiyah di wilayah Bekasi, Jawa Barat, Selasa (16/11). Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombes Pol Ahmad Ramadhan membenarkan penangkapan tersebut.

"Yang ditangkap tiga," kata Ramadhan saat ditemui di Mabes Polri Jakarta Selatan, Selasa.

Identitas ketiganya, yaitu AZ (50), berprofesi sebagai dosen, ditangkap pukul 04.39 WIB di wilayah Merbabu Raya, Perumahan Pondok Melati, Bekasi. Selanjutnya FAO, ditangkap pukul 04.43 WIB di Jalan Yanatera, Kelurahan Jatimelati, Kota Bekasi. Dan terakhir, AA (44) bekerja sebagai dosen, ditangkap pada pukul 05.49 WIB di tempat tinggalnya, Jalan Raya Legok, Blok Masjid, Jatimelati, Pondok Melati, Kota Bekasi.

Berdasarkan data yang dihimpun, tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88, yakni AZ merujuk pada Ahmad Zain An-Nazah, dan AA merujuk pada Anung Al Hamat. Sedangkan, FAO merujuk pada Farid Okbah.

Ramadhan mengatakan, tiga terduga teroris yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat, memiliki peran sebagai pengurus dan Dewan Syuro JI. AZ selain Dewan Syuro JI juga menjabat Ketua Dewan Syariah Lembaga Amil Zakat Baitul Maal Abdurrahman Bin Auf (LAM BM ABA).

LAM BM ABA merupakan yayasan amal yang dibentuk oleh JI untuk menggalang dana umat. Terduga FAO, selain Tim Sepuh atau Dewan Syuro JI, juga menjabat sebagai Dewan Syariah LAZ BM ABA.

"Sekitar tahun 2018 memberikan uang tunai sebesar Rp 10 juta untuk Perisai Nusantara Esa," kata Ramadhan.

Selain itu, pada 2009, FAO diketahui mengikuti pertemuan di Islamic Center Bekasi. Dalam pertemuan tersebut, FAO menyampaikan pembinaan kader JI harus maksimal agar ketika sudah masuk dalam bidang-bidang JI dan ditempatkan di berbagai tempat di Indonesia tetap dapat menjalankan tugas dengan baik.

FAO memberikan solusi kepada Arif Siswanto (Kap) terkait pengamanan JI pascapenangkapan Aji Parawijayanto dengan membuat wadah baru. "Adapun partai yang dibentuk oleh FAO dan AZ adalah Partai Dakwah Rakyat Indonesia (PDRI)," kata Ramadhan.

Sebelumnya, pada September 2021, Tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap seorang terduga teroris kelompok JI berinisial S yang merupakan karyawan Kimia Farma. S berperan sebagai penggalang dana untuk Perisai Nusantara Esa (PNE), yakni sayap organisasi JI.

Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Densus 88, Komisaris Besar (Kombes) Aswin Siregar mengatakan, ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka. “Sudah ditetapkan tersangka,” kata Aswin saat dihubungi wartawan dari Jakarta, Selasa (16/11).

photo
Sejumlah petugas dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan tiga orang terduga pelaku di beberapa lokasi di Lampung beserta sejumlah barang bukti berupa delapan unit Central Processing Unit (CPU) dan 791 kotak amal untuk proses penyelidikan. - (ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.)

Menurut anggota Tim Pembela Muslim (TPM) Achmad Michdan, Densus 88 Antiteror Polri juga melakukan penggeledahan di kediaman Farid Okbah. "Informasinya begitu yang saya dapatkan tapi saya belum konfirmasi ke Densus. Nanti saya coba konfirmasi," ujar Achmad saat dikonfirmasi awak media, Selasa (16/11).

Menurut Michdan, Farid Okbah ditangkap Densus 88 Antiteror Polri usai menunaikan shalat subuh. Menurut dia, seharusnya pada Selasa (16/11), Farid Okbah berencana berangkat ke Cirebon untuk menghadiri suatu acara. "Ditangkap di rumahnya, penggeledahan juga di rumah. Selesai shalat subuh," kata Michdan.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (republikaonline)

Densus 88 belakangan memang gencar melakukan penangkapan terhadap terduga teroris yang diduga terkait dengan jaringan JI. Pekan lalu, Densus 88 menangkap lima orang di Jawa Timur.

Pihak Bareskrim Polri pada Selasa (9/11), memberikan keterangan resmi, bahwa penangkapan kelima terduga teroris itu adalah kelanjutan dari penangkapan terduga terorisme lainnya, yang dilakukan Densus 88 di wilayah Lampung sebelumnya. Keterhubungan antara JI Lampung dan JI Jatim, menurut pihak Bareskrim  diduga berkaitan dalam hal penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan terorisme di dalam negeri.

Namun, khusus penangkapan JI Jatim, tim Densus 88, belum menemukan pola penggalangan dana seperti yang dilakukan oleh JI Lampung. JI Lampung, sebelumnya diketahui memanfaatkan kotak-kotak amal yang disebar untuk pendanaan terorisme.

Terkait JI Lampung, dalam beberapa pekan terakhir, Densus 88, menangkap sedikitnya delapan orang. Dari penangkapan tersebut, Densus 88, juga mengamankan sedikitnya 700 kotak amal yang disebar oleh kelompok tersebut. n

Sumber : antara


×