Menteri Sosial Tri Rismaharini (tengah) berbincang dengan anggota DPR sebelum rapat kerja dengan Komite II DPD dan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/10/2021). | ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/foc.

Nasional

17 Nov 2021, 03:45 WIB

Upaya Risma untuk Kemensos Usai Juliari Ditangkap KPK

Risma mengaku telah memberikan pemahaman kepada anak buahnya terkait administrasi pengelolaan keuangan.

OLEH FEBRYAN A

Hampir setahun usai eks menteri Sosial Juliari Batubara ditangkap dalam kasus korupsi dana bansos Covid-19, Mensos Tri Rismaharini akhirnya membeberkan pembenahan sistem dan peningkatan integritas aparatur sipil negara (ASN) yang dilakukannya di Kemensos.

Risma menyampaikan hal tersebut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (16/11). Risma menjelaskan, untuk menangkal praktik korupsi di Kemensos, diperlukan pendidikan karakter integritas ASN dan perbaikan sistem. Risma pun mengaku telah melakukan dua hal tersebut sejak menjabat sebagai Mensos pada akhir Desember 2020 lalu.

"Selama ini saya sudah berupaya melakukan itu di Kemensos, tapi mungkin akan lebih mudah dan cepat kalau bersama-sama dengan KPK seperti saat ini," ungkap Risma dalam konferensi pers program Penguatan Antikorupsi Penyelenggara Negara Berintegritas (PAKU Integritas) KPK.

Sejak awal menjabat, Risma tak pernah mengungkapkan upaya pencegahan korupsi di Kemensos. Bahkan, Republika sempat berkirim surat kepada Risma untuk mewawancarainya terkait pembenahan sistem Kemensos usai kepemimpinan Jualiari yang merupakan rekan separtainya. Namun, Risma tak berkenan.

Pembenahan sistem pencegahan korupsi di Kemensos, lanjut Risma, memang agak berat dan terdapat sejumlah hal yang harus dibenahi sedari dasar. Meski demikian, Risma mengaku telah memberikan pemahaman kepada anak buahnya terkait administrasi pengelolaan keuangan dan administrasi pengelolaan proyek.

Risma bisa memberikan dua materi itu karena dirinya seorang mantan birokrat. "Insya Allah belum sempurna betul (pembenahan di Kemensos), tapi insya Allah sudah jadi lebih baik dibanding sebelumnya," kata eks Wali Kota Surabaya itu.

Di sisi lain, Risma menyambut baik kegiatan PAKU Integritas yang diselenggarakan KPK untuk jajaran Kemensos. Ke depan, Risma meminta KPK untuk memberikan pelatihan terkait pemeriksaan kepada jajaran Inspektorat Jenderal Kemensos.

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan, Risma juga telah menyampaikan kepadanya terkait progres pembenahan sistem pencegahan korupsi di Kemensos. Terdapat empat hal yang sudah dilakukan Risma.

Pertama, pembenahan sistem kepegawaian. Ghufron menyampaikan, Risma berupaya memastikan tidak ada lagi kegiatan layanan kepegawaian yang berbau uang.

Kedua, pembenahan laporan belanja. Setiap belanja negara di Kemensos, kata Ghufron, tidak berarti selesai ketika sudah ada laporan, tapi dipastikan memang benar-benar terealisasi.

"Misalnya sembako, itu tidak hanya sampai laporan selesai, tapi dipastikan pada objek yang menjadi sasaran menerima barangnya," kata Ghufron dalam kesempatan sama.

Ketiga, pembenahan sistem pengawasan internal. Kemensos mengubah fungsi Inspektorat Jenderal sebagai pengingat, bukan sebagai pencari kesalahan.

Dengan begitu, kata Ghufron, setiap kesalahan bisa selesai di tingkat pengawasan internal. "Harapannya, kalau selesai di tingkat pengawasan internal, tak akan ada lagi pengawasan eksternal. Apalagi penegak hukum turun," ujar Ghufron.

Keempat, menerapkan sistem reward and punishment dengan tegas. "Kalau punish and reward tidak jalan, maka yang lain akan mencontoh bahwa yang salah tidak ada apa-apanya. Sebaliknya yang berprestasi tidak diberikan reward sehingga motivasi dan kinerjanya tidak terpacu," ujarnya.

Ghufron menambahkan, kegiatan PAKU Integritas salah satunya ditujukan kepada jajaran Kemensos karena kementerian ini berkaitan langsung dengan layanan publik bagi rakyat banyak. Selain Kemensos, terdapat sembilan kementerian lain yang juga menerima pembekalan PAKU Integritas. 


×