Barang bukti yang berhasil diamankan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). | ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.

Kabar Utama

10 Nov 2021, 03:45 WIB

Densus 88 Tangkap Terduga Teroris Jamaah Islamiyah

Kelima terduga teroris itu disebut terkait dengan kelompok Jamaah Islamiyah.

JAKARTA — Datasemen Khusus Antiteror Polri (Densus 88) melakukan penangkapan terhadap lima terduga teroris, di Jawa Timur, Selasa (9/11). Kelima terduga teroris itu disebut terkait dengan kelompok Jamaah Islamiyah (JI).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Humas Mabes Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kelima terduga anggota JI wilayah Jatim yang ditangkap tersebut adalah inisial BA, AS, AN, RH alias AH, dan MA. Penangkapan lima terduga terorisme JI di Jatim itu disebut lanjutan hasil penangkapan terduga terorisme lainnya, yang dilakukan Densus 88 di wilayah Lampung baru-baru ini.

“Tentu ada keterkaitan antara anggota JI yang ditangkap di Lampung dengan yang ditangkap di Jawa Timur ini. Karena dalam organisasinya JI ini, antara wilayah A dan wilayah B ada hubungannya,” ujar Ahmad, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (9/11).

Ahmad mengatakan, keterhubungan antara JI Lampung dan JI Jatim ini bukan cuma dalam kerja sama rencana aksi terorisme. Juga, diduga saling keterkaitan dalam hal penggalangan dana untuk kegiatan-kegiatan terorisme di dalam negeri. Namun, kata dia, khusus penangkapan JI Jatim ini, tim Densus 88 belum menemukan pola penggalangan dana seperti yang dilakukan oleh JI Lampung.

JI Lampung, kata Ahmad, Densus 88 mengungkapkan adanya pemanfaatan kotak-kotak amal yang disebar untuk pendanaan terorisme. “Sedangkan yang ditangkap di Jawa Timur, JI Jawa Timur ini, belum ditemukan kotak amal yang digunakan,” ujar Ahmad.

Namun begitu, kata Ahmad, dalam penyidikan lanjutan setelah melakukan penangkapan di Jatim, tim Densus 88 tetap akan mendalami pola rekrutmen maupun penggalangan dana yang dilakukan. “Densus 88 masih terus melakukan pendalaman, apakah yang di Jawa Timur ini juga seperti yang di Lampung dengan menggunakan kotak amal sebagai sumber pendanaan,” terang Ahmad.

Terkait penangkapan lima terduga anggota JI Jatim tersebut, Ahmad menerangkan, Densus 88 melakukan penangkapan yang terpisah. Karena lokasi tinggal kelima terduga anggota JI tersebut juga tersebar di sejumlah tempat di Jatim. Peran dari masing-masing kelima terduga terorisme di Jatim tersebut pun berbeda.

photo
Sejumlah petugas dari Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melakukan penggeledahan bekas kantor Yayasan Abdurrahman bin Auf di Way Halim, Bandar Lampung, Lampung, Rabu (3/11/2021). Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengamankan tiga orang terduga pelaku di beberapa lokasi di Lampung beserta sejumlah barang bukti berupa delapan unit Central Processing Unit (CPU) dan 791 kotak amal untuk proses penyelidikan. - (ANTARA FOTO/Ardiansyah/hp.)

Ahmad menjelaskan, inisial BA yang ditangkap Densus 88 di wilayah Bojonegoro. Sedangkan AS ditangkap di Gresik. AN ditangkap di Kediri, berbarengan dengan penangkapan RH alias AH, yang juga dilakukan Densus 88 di Pare. Terakhir SA, ditangkap Densus 88 di Sumenep, Madura. “Lima tersebut, ditangkap pada hari yang sama pada Selasa (9/11) dini hari,” ujar Ahmad.

Adapun terkait JI Lampung, dalam beberapa hari belakangan, Densus 88, menangkap sedikitnya delapan orang yang diduga terlibat dalam organisasi terorisme. Dari penangkapan tersebut, Densus 88, juga mengamankan sedikitnya 700 kotak amal yang sengaja disebar oleh kelompok tersebut, untuk mencari pendanaan kegiatan terorisme.

Setelah tiga orang ditangkap sebelumnya, Tim Densus 88 Antiteror menangkap lagi beberapa orang terduga teroris di wilayah Lampung, pada Jumat pekan lalu. Terduga teroris tersebut diamankan di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Selatan. Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad membenarkan adanya penangkapan lagi terduga teroris di Lampung tersebut.

“Tim Densus 88 Antiteror benar telah melakukan serangkaian kegiatan penangkapan terduga pelaku aksi terorisme,” kata Zahwani Pandra Arsyad, pekan lalu.

Keterangan yang diperoleh, Tim Densus 88 Antiteror diduga telah mengamankan empat orang terduga terkait aksi terorisme. Diantaranya, SW (47), FR (37), AA (42), dan NS (42). Masing-masing terduga berdasarkan keterangan memiliki peran masing-masing dalam aktivitasnya.

Sebelum menangkap empat terduga teroris tersebut, Densus 88 telah mengamankan tiga orang terduga teroris di Lampung yakni SU (61 tahun), SK (59), dan DRS (46). Semua terduga teroris yang ditangkap di lampung ini disebut polisi terkait dengan terduga teroris yang ditangkap di Jatim.


×