Kondisi lapisan aspal di area percobaan pengasopalan lintasan Formula E non permanen di kawasan Monumen Nasional, Jakarta, Ahad (23/2). Uji coba pengaspalan tersebut dilakukan guna mengevaluasi metode pengaspalan dengan cara shendseet dan geotextile denga | Republika/Thoudy Badai

Jakarta

08 Nov 2021, 09:21 WIB

KPK: Kita Sedang Bekerja  

Penyelidikan KPK menjadi pendorong DPRD untuk menggulirkan interpelasi lebih jauh.

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap berbagai kasus korupsi. Termasuk salah santunya, terkait dengan dugaan korupsi Formula E.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, KPK akan berprinsip mendengar harapan rakyat agar Indonesia bisa bersih dari tindak pidana korupsi. Menurut dia, siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana korupsi akan ditindak tegas oleh KPK.

“KPK tidak akan pernah lelah untuk memberantas korupsi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri kepada awak media, Sabtu (6/11) malam.

Menurut Firli, KPK akan menindak tegas sesuai ketentuan hukum. KPK juga tidak akan pandang bulu. "KPK bekerja profesional sesuai kecukupan bukti,” kata dia.

KPK mengaku, tengah menyelidiki dugaan korupsi penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta. Bahkan, KPK telah meminta meminta keterangan dan klarifikasi sejumlah pihak terkait dugaan korupsi dimaksud.

"Betul, KPK sedang meminta permintaan keterangan dan klarifikasi kepada beberapa pihak guna mengumpulkan bahan data dan  keterangan ataupun informasi yang diperlukan oleh tim penyelidik," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri.

Penyelidikan dilakukan sebagai tindak lanjut dari informasi yang disampaikan masyarakat ihwal penyelenggaran Formula E di DKI Jakarta kepada KPK. Meski demikian, dia mengaku, KPK belum bisa memublikasikan pengumpulan data dan keterangan yang telah dilakukan itu.

DKI Jakarta resmi menjadi tuan rumah balap ABB FIA Formula E pada 4 Juni 2022. Keputusan ini ditetapkan melalui FIA World Motor Sport Council di Paris, pada 15 Oktober 2021 yang sekaligus meratifikasi kalender balapan musim kedelapan tahun 2021/2022.

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengaku, mendukung langkah KPK untuk mengusut dugaan korupsi terhadap penyelenggaraan Formula E (FE) di Jakarta. Menurut dia, sebagai lembaga antirasuah, KPK dipastikan memiliki bukti permulaan yang kuat.

Menurut Prasetio, dengan adanya penyelidikan yang dilakukan KPK pada penyelenggara FE, diharapkan bisa menjadi pendorong DPRD DKI Jakarta untuk menggulirkan interpelasi lebih jauh. Utamanya, kata dia, ketika interpelasi itu menjadi kepentingan publik. “Bukan kepentingan politik,” kata dia.

Namun, koordinator relawan Aliansi Nasional Indonesia Sejahtera (Anies), La Ode Basir, mengaku tak mau ambil pusing soal penyelidikan KPK terhadap Formula E. Dia juga tak menampik, masalah Formula E bisa saja akan berpengaruh bagi orang-orang yang terlibat pada gelaran Formula E.

"Termasuk Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan," katanya. Namun, dia menegaskan, Anies dalam memutuskan sesuatu selalu dengan kajian matang dan melibatkan ahli di bidangnya.

Sementara itu, pengamat politik, Adi Prayitno, memandang, jika KPK tidak serta merta melakukan penyelidikan terhadap Formula E. Menurut dia, penyelidikan tersebut muncul setelah ada interpelasi dari fraksi PDIP dan PSI.

Dia menyebut, penyelidikan KPK terkait gelaran internasional itu juga menyangkut temuan BPK sebelumnya soal dana yang digunakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk Formula E. “Sebelumnya juga ramai jadi pergunjingan publik. Sepertinya ini yang menjadi pintu masuk KPK itu menyelediki persoalan Formula E,” kata Adi kepada Republika, Ahad (7/11).

Adi menyebut, urusan KPK terhadap gelaran Formula E adalah murni karena balapan tersebut. Bukan sebaliknya, urusan Anies di hajatan demokrasi lima tahunan 2024. “Urusan 2024, (soal KPK) terlalu jauh ditarik ke pilpres,” katanya.


×