Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (3/11/2021). | ANTARA FOTO/Setpres-Laily R/foc.

Ekonomi

04 Nov 2021, 15:03 WIB

Lawatan Jokowi dan Optimisme Peningkatan Perdagangan

Jokowi juga akan melakukan pertemuan dengan tokoh maupun pebisnis UEA.

Lawatan Presiden Joko Widodo ke mancanegara berlanjut ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Jokowi bertemu dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed Al Nahyan di Istana Al-Shatie.

Presiden juga akan melakukan sejumlah peninjauan pembangunan infrastruktur, mulai dari kantor baru Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi, Jalan Presiden Joko Widodo, hingga Masjid Presiden Joko Widodo.

Dengan menggandeng sejumlah menteri, Jokowi juga akan melakukan pertemuan dengan tokoh maupun pebisnis UEA. Beberapa menteri yang mendampingi Jokowi yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Indonesia dan UEA saat ini tengah berupaya meningkatkan kerja sama bilateral. Salah satu langkah konkretnya yakni menyepakati Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA). Perundingan tersebut saat ini telah menyelesaikan tahap putaran kedua.

Kementerian Perdagangan mengatakan, pada perundingan kedua telah tercapai hasil signifikan sehingga penyelesaian perundingan dapat lebih cepat. Seluruh cakupan isu perundingan dibahas dalam putaran kedua, yaitu perdagangan barang, perdagangan jasa, ketentuan asal barang, serta prosedur kepabeanan dan fasilitasi perdagangan.

Perundingan juga mencakup isu investasi, ekonomi Islam, kerja sama ekonomi (termasuk usaha kecil dan menengah), hak kekayaan intelektual, pengadaan barang dan jasa pemerintah, dan hukum serta isu kelembagaan.

Direktur Perundingan Bilateral Kemendag Ni Made Ayu Marthini mengungkapkan, walaupun perundingan IUAE-CEPA baru diluncurkan kedua menteri perdagangan awal September lalu, perundingan pada putaran ini telah mencapai kemajuan yang baik. Ia menyebut khusunya untuk isu kepabeanan dan fasilitas perdagangan, kerja sama ekonomi dan usaha kecil dan menengah, ekonomi Islam, serta niaga elektronik.

“Kedua delegasi memahami arti penting IUAE-CEPA yang diharapkan dapat mendorong kemitraan antara kedua negara yang lebih luas dalam rangka mendorong pemulihan ekonomi terutama setelah Covid-19,” ujar Made.

Untuk lebih mendorong kemajuan perundingan dan mencapai target penyelesaian yang ditetapkan oleh menteri perdagangan masing-masing, kedua delegasi sepakat untuk melaksanakan pertemuan sebelum pelaksanaan putaran ketiga yang menurut rencana diadakan pada Januari 2022.

Total perdagangan Indonesia-UEA pada 2020 tercatat sebesar 2,93 miliar dolar AS. Nilai ekspor Indonesia ke UEA sebesar 1,24 miliar dolar AS dan impor Indonesia dari UAE sebesar 1,68 miliar dolar AS.

Pada periode Januari-Agustus 2021, total perdagangan kedua negara tercatat 2,42 miliar dolar AS dengan nilai ekspor Indonesia sebesar 1,12 miliar dolar AS dan impor sebesar 1,29 miliar dolar AS.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke UAE antara lain minyak sawit, perhiasan, tabung dan pipa besi, mobil dan kendaraan bermotor, serta kain tenun sintetis. Sebaliknya, komoditas impor utama Indonesia dari UEA di antaranya produk setengah jadi besi atau baja, hidrokarbon acyclis, aluminium tidak ditempa, logam mulia koloid, dan polimer propilena.


×