Manajer Komunikasi dan Hukum PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok Arif Haryanto berada di sisi barat Apron Bandara Internasional Lombok di Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (11/10/2021). PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok melakukan pe | ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
28 Oct 2021, 09:18 WIB

GMF-AP I Kelola Lahan Bandara Makassar

GMF dan AP I menilai posisi Makassar tergolong strategis untuk menggarap pasar.

JAKARTA -- Anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, yakni PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk atau GMF, berkolaborasi dengan PT Angkasa Pura I (Persero). Kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu akan mengelola lahan milik AP I di Bandar Udara (Bandara) Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

“Kerja sama pengelolaan lahan ini untuk pengembangan dan operasional hanggar ke depannya,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam keterangan resmi yang diterima Republika di Jakarta, Rabu (27/10).

Faik menjelaskan, posisi Makassar tergolong strategis untuk menggarap pasar di kawasan Indonesia bagian tengah dan timur. Dia mengatakan, transportasi udara di kawasan Indonesia tengah dan timur menjadi salah satu tumpuan dalam mendorong pergerakan penumpang ataupun kargo.

“Potensi ini karena menawarkan akses yang lebih mudah dan cepat dibandingkan moda transportasi lainnya,” ujar Faik.

Terkait

Menurut Faik, Makassar merupakan pasar yang potensial untuk menjangkau kawasan Indonesia tengah dan timur. Untuk menangkap potensi tersebut, Faik menilai kolaborasi antara AP I dan GMF dalam mengelola lahan tersebut dapat dilakukan untuk menarik investor dalam pembangunan hanggar beserta fasilitas pendukungnya.

“Sehingga ini bisa menciptakan multiplier effect, seperti pembukaan lapangan kerja, akselerasi ekonomi, serta nilai tambah bagi pemangku kepentingan,” kata Faik.

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan, kolaborasi dengan AP I sejalan dengan rencana bisnis GMF, khususnya dalam menangkap peluang perawatan pesawat saat momentum industri aviasi bangkit kembali.

Andi mengakui, pandemi Covid-19 yang saat ini masih terjadi sangat memukul sektor aviasi. Kondisi tersebut menurutnya sangat mendorong GMF untuk memastikan strategi pemulihan kinerja dapat terimplementasi secara maksimal.

“Strategi recovery memang masih menjadi fokus kami saat ini. Namun, kami optimistis industri aviasi dapat segera pulih dalam beberapa tahun ke depan,” kata Andi.

Andi menilai kolaborasi yang dilakukan dengan AP I menjadi kesempatan GMF untuk mempersiapkan diri, khususnya dalam menangkap peluang dan mengantisipasi momentum tersebut.

Dengan mengoperasikan hanggar di Makassar, terdapat potensi kedekatan lokasi dengan pelanggan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur. “Kemudahan akses yang ditawarkan ini diharapkan dapat membantu menekan biaya operasional operator penerbangan dan memperkuat industri aviasi di kawasan domestik,” kata Andi.

GMF pada tahun ini menargetkan pertumbuhan EBITDA yang positif hingga 4 juta dolar AS. Target itu merujuk pada dinamika pandemi Covid-19 yang saat ini masih berlangsung di dalam negeri.

GMF juga fokus ke lini bisnis yang memberikan profitabilitas tinggi pada 2021. Segmen tersebut berasal dari bisnis nonaviasi.


×