Jamaah menjalankan umrah di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, pada Ahad (30/5/2021) lalu. | AP/Amr Nabil
28 Oct 2021, 03:45 WIB

Umrah Perdana Jamaah Malaysia

Perusahaan travel umrah di Malaysia langsung kebanjiran order.

OLEH MEILIZA LAVEDA

Bagi Halimah Norhan (47 tahun), rencananya pergi ke kota suci umat Islam, Makkah dan Madinah untuk umrah telah lama tertunda. Halimah merupakan satu dari sekian banyak jamaah umrah yang menunda umrah karena pandemi Covid-19.

Namun, awal bulan ini, Pemerintah Malaysia mengumumkan warga Malaysia yang sudah divaksin lengkap diizinkan untuk melaksanakan ibadah umrah mulai 18 Oktober. Pengumuman itu muncul setelah Perdana Menteri Ismail Sabri Yaakob mengatakan, warga negara Malaysia akan diizinkan untuk bepergian ke luar negeri tanpa harus mengajukan izin dari otoritas imigrasi melalui skema MyTravelPass.

Kabar ini menjadi angin segar bagi Halimah dan Muslim lain. “Sangat melegakan. Akhirnya setelah menunggu lama, kami sekarang bisa melakukan perjalanan umrah. Insya Allah, kami akan ke sana pada November,” kata Halimah yang akan pergi bersama suaminya.

Terkait

Karena tingkat vaksinasi Malaysia sekarang sudah melampaui angka 90 persen untuk orang dewasa, pembatasan bepergian dicabut. Pelaku industri perjalanan yang diwawancarai oleh Channel News Asia (CNA) mengatakan, permintaan tertinggi untuk perjalanan ke luar negeri saat ini tampaknya adalah paket umrah di Arab Saudi.

photo
Seorang pria dengan memakai masker wajah menggunakan telepon genggam berdiri di dekat zebra cross di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (12/1). Menurut laporan media pada Selasa (12/1) Raja Malaysia mengumumkan keadaan darurat nasional hingga 1 Agustus 2021 hal ini dalam upaya untuk menghentikan penyebaran Covid-19. - (EPA-EFE / FAZRY ISMAIL)

Kepala Operasi dan Layanan Pelanggan Asian Trails, Abu Fadzil mengatakan, faktor penting yang mendorong warga Malaysia untuk bepergian adalah agama karena mayoritas warga Malaysia adalah Muslim. Pakar Pariwisata Profesor Kashif Hussain dari Universitas Taylor di Malaysia juga berpendapat sama.

Kashif menyebut lebih dari 60 persen orang Malaysia adalah Muslim dan melakukan umrah akan menjadi prioritas utama bagi mereka sekarang karena perjalanan liburan diizinkan. “Mereka ingin berterima kasih kepada Tuhan bahwa mereka masih hidup dan sehat dan negara-negara seperti Arab Saudi, telah mengumpulkan kepercayaan bahwa mereka dapat menampung pengunjung dengan aman,” kata Kashif yang tinggal di Arab Saudi selama 25 tahun.

Paket umrah

Dikutip Channel News Asia, Rabu (27/10), Asosiasi Agen Perjalanan Umrah dan Haji Malaysia (PAPUH) juga mencatat peningkatan permintaan umrah yang merupakan kabar baik. Wakil Presiden (industri) PAPUH Helmi Daud mengatakan, meskipun ini awal yang baik, dia mengaku agen perjalanannya hanya akan melanjutkan perjalanan bagi jamaah yang tertunda saat Covid-19 mulai menyebar.

“Kami sedikit terkejut karena izin yang diberikan pemerintah untuk melakukan umrah cukup mendadak. Kami mengantisipasi paling awal sekitar November,” kata Helmi. Sementara itu, agen perjalanan lain Qasswa Travel juga menyatakan kegembiraan bahwa mereka dapat kembali beroperasi.

photo
Duta besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia Essam bin Abed Al-Thaqaf (kiri) memberikan cenderamata kepada jamaah umrah di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Ahad (1/11/2020). Setelah tujuh bulan menangguhkan umrah, Kerajaan Arab Saudi resmi sempat membuka umrah tahap pertama untuk Indonesia dengan kuota 278 jamaah. - (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

Eksekutif Pemasaran, Hafilah Mohd Salleh mengatakan, Qasswa Travel harus memutar otak untuk bertahan selama pandemi. Akan tetapi, kabar soal perizinan umrah membuat pihaknya menyiapkan kembali perjalanan umrah pada Desember nanti. “Kami berencana untuk meluncurkan tiga paket berbeda pada bulan Desember dan slot ini laris manis,” kata Hafilah.

Beberapa klien agensi yang sebelumnya melakukan pemesanan, tetapi tidak dapat melakukan perjalanan karena pembatasan perjalanan Covid-19 kini telah memutuskan untuk mengambil kesempatan pertama melakukan perjalanan.

“Setengah dari mereka yang melakukan pemesanan sebelumnya dengan Qasswa Travel, sekarang tertarik untuk pergi sementara separuh lainnya memilih untuk menunggu,” ujar dia. Agen perjalanan mencatat, ada sedikit kenaikan harga untuk paket umrah, tetapi ini tidak memengaruhi permintaan.

Pemerintah Malaysia telah menetapkan harga dasar untuk paket umrah 12 hari 10 malam sebesar 6.900 ringgit Malaysia atau sekitar Rp 23,6 juta. Kementerian Pariwisata, Seni, dan Budaya mengatakan, harga dasar ditetapkan seiring dengan perkembangan dari kenaikan biaya umrah karena protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Hafilah mencatat, harga baru yang ditawarkan oleh Qasswa yang mencakup biaya tes swab dan asuransi sekitar 8.590 dan 10.990 ringgit Malaysia. Dia mengatakan, jumlah tersebut sedikit naik dibandingkan paket umrah sebelum Covid-19.

“Bahkan, permintaan lebih kuat untuk paket termahal kami. Wisatawan ingin membayar harga premium untuk memastikan mereka dapat melakukan umrah dengan tenang,” kata dia. 


×