Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan materi saat menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Nasional DPP PAN di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (5/10/2021). | ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.
28 Oct 2021, 03:45 WIB

Parpol Lirik Tokoh Eksternal

PAN menyebut ada sejumlah nama nonkader yang potensial untuk diajak berkoalisi.

JAKARTA — Sejumlah partai politik (parpol) terus mencermati beberapa tokoh eksternal untuk diusung sebagai calon presiden (capres) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Selain sebagai strategi untuk mendulang suara, langkah tersebut dinilai sebagai bentuk kedewasaan dalam berpolitik. 

Partai Amanat Nasional (PAN) mengakui melirik sejumlah nama, baik dari internal maupun tokoh eksternal, untuk diusung dalam Pilpres 2024. Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto mengatakan, ada sejumlah nama nonkader yang potensial untuk diajak berkoalisi dalam pilpres mendatang. Nama-nama tersebut sering muncul dalam survei yang dilakukan sejumlah lembaga survei nasional. 

Yandri mengaku, partai berlambang matahari terbit memperhatikan beberapa sosok, antara lain, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, hingga Ketua DPR Puan Maharani.

Ia mengatakan, sebagian nama-nama tersebut juga sudah diundang dalam agenda PAN di Bali beberapa waktu lalu. “Peluang sangat terbuka dan tokoh-tokoh ini kami nilai tokoh yang sangat potensial," kata Yandri kepada Republika, Rabu (27/10).

Terkait

photo
Menteri BUMN Erick Thohir (kanan) berbincang dengan Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan (kiri) saat kegiatan Workshop Nasional DPP PAN di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (5/10/2021). Hari kedua Workshop Nasional DPP PAN itu diisi dengan kegiatan sharring session yang menghadirkan sejumlah narasumber seperti Menteri Erick Thohir, Gubernur Jabar Ridwan Kamil, dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/hp.)

Namun, Yandri menegaskan, PAN belum memutuskan nama yang akan didukung pada Pilpres 2024. PAN baru sebatas mencermati tokoh-tokoh potensial untuk bertarung dalam Pilpres nanti. 

Selain tokoh eksternal, PAN juga memiliki sejumlah kader yang bisa "dijual" sebagai capres 2024, yakni Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Hatta Rajasa, dan Soetrisno Bachir. "Ya, tapi sampai sekarang PAN belum membahas secara resmi tentang capres dan cawapres," kata ketua Komisi VIII DPR tersebut.

Yandri menekankan, pendekatan terhadap para tokoh dan parpol demi kepentingan Pilpres 2024 sudah menjadi tugas Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Oleh karena itu, PAN belum memutuskan apa pun karena masih mencermati dinamika politik Tanah Air.

"Rakernas beberapa bulan lalu sudah memandatkan ketum (ketua umum) PAN Bang Zul untuk melakukan komunikasi dan lobi-lobi Pilpres 2024," ujar Yandri.

Yandri saat berbincang dengan awak media pada Selasa (26/10) malam di kantor DPP PAN menyatakan, PAN terbuka berkoalisi dengan siapa pun. PAN juga membuka peluang untuk berdiskusi dan mengajak semua pihak untuk duduk bersama menentukan siapa yang akan diusung dalam Pilpres 2024 mendatang. “Yang penting syarat 20 persen (ambang batas presiden) terpenuhi dan peluang menang ada," tuturnya.

Secara khusus, Yandri juga menyoroti hubungan PAN dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Ia mengatakan, hubungan Anies dengan PAN di Jakarta terjalin cukup bagus. "Tidak ada persoalan yang sangat prinsip, bagus, ya nanti kita lihat saja perkembangannya, kan masih lama 2024. Tapi, PAN tetap, kalau ada yang keliru ya kita luruskan, kalau yang benar ya kita dukung," katanya menegaskan.

Politikus PAN Guspardi Gaus mengatakan, workshop yang digelar PAN pada 3-5 Oktober 2021 lalu merupakan salah satu upaya untuk mencari calon pemimpin yang akan datang. 

Workshop itu dihadiri sejumlah tokoh, antara lain, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri BUMN Erick Thohir.

"PAN memang mencari figur-figur yang diinginkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, kita terbuka ruang untuk mengakomodasi. Tentu, ini bagian dari silaturahim dan memperkenalkan kepada kader apakah kader menatap orang-orang yang ditampilkan dalam acara yang dilakukan di Bali itu," katanya menjelaskan.

Guspardi mengatakan, PAN tidak harus mengusung kadernya untuk dicalonkan dalam Pilpres 2024. PAN justru membuka ruang bagi tokoh eksternal. "Ini bagian daripada pencerdasan kepada masyarakat untuk memberikan wawasan bahwa kepemimpinan ke depan betul-betul diperhatikan oleh petinggi partai,” ujarnya.

Sejumlah nama eksternal yang masuk dalam radar PAN juga dilirik Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani mengatakan, pihaknya melirik sejumlah nama potensial sebagai capres untuk 2024. Beberapa di antaranya adalah para kepala daerah, seperti Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Khofifah Indar Parawansa.

Ia menjelaskan, PPP telah menggelar musyawarah nasional (Munas) Alim Ulama. Dalam forum tersebut, tiga kepala daerah hadir dan menyampaikan pemaparannya di depan para ulama, hanya Ganjar yang tak hadir. "Semua (sosok potensial capres dipertimbangkan). Munas Alim Ulama pertama pada periode ini kami undang gubernur. Karena, memang para kiai itu ingin tahu apa yang dikerjakan oleh para gubernur," ujar Arsul.

photo
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berbincang dengan seorang anak yang mengikuti vaksinasi massal di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Bandung, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021). Presiden Joko Widodo menargetkan jumlah penerima vaksin Covid-19 hingga akhir Agustus 2021 di Indonesia mencapai 100 juta guna membentuk kekebalan kelompok sehingga pandemi Covid-19 segera berakhir. - (ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi)

Dalam Munas Alim Ulama berikutnya, PPP juga mempertimbangkan untuk mengundang menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju, terutama para menteri yang diisukan maju sebagai calon presiden 2024. "Ini bagian dari ikhtiar pendidikan politik, terutama di PPP. Agar kita mengusung itu, pertama, ada proses demokratisasinya, jadi tidak hanya diputuskan oleh para elite partai politik," ujar Arsul.

PPP, kata Arsul, berniat untuk mengusung sang ketua umum Suharso Monoarfa dalam Pilpres 2024. Namun, pihaknya sadar bahwa partai berlambang Ka'bah itu merupakan partai dengan suara terkecil di parlemen. "Terkait pilpres bagi PPP masih cair, tapi kalau bicara aspirasi, ya memang elemen pendukung PPP sudah ada yang mulai bersuara," ujar Wakil Ketua MPR itu.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, Ujang Komarudin, menilai langkah parpol, seperti PAN dan PPP, melirik tokoh eksternal merupakan langkah yang realistis. Ujang pun meyakini PAN tengah mempersiapkan rencana untuk mendukung capres-cawapres dari luar PAN. 

Menurutnl dia, merupakan sebuah keniscayaan bahwa partai mendukung calon yang memiliki elektabiltas tinggi dan berpotensi menang. “Kalau kalah pun, biasanya akan gabung ke pemerintahan." 

Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa menilai, sosok Erick Thohir punya keunggulan karena merupakan tokoh nonparpol. Herry mengamati kepercayaan publik terhadap tokoh parpol kian terkikis. 

photo
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau penataan stasiun tebet usai peresmian integrasi transportasi Jabodetabek di Stasiun Tebet, Jakarta, Rabu (29/9). - (Prayogi/Republika.)

Apalagi, dengan sederet kasus korupsi yang didalangi oleh tokoh parpol. Menurutnya, Erick bisa menangkap peluang dari hal ini. "Kalau dari nonparpol, pasti dianggap profesional dan tidak langsung dapat diintervensi secara politik," kata Herry, kemarin. 

Herry memandang tantangan Erick ialah memperbaiki kinerja BUMN yang dipimpinnya. Apabila BUMN menunjukkan kinerja positif, Erick bisa memperoleh citra positif dan kepercayaan publik. "Terkait kans Erick Thohir saya kira cukup berpeluang jika dia mampu membenahi BUMN,” ujarnya.

Herry mengingatkan Erick agar menunjukkan kinerja yang mumpuni bila ingin mendapat suara rakyat. Ia mengingatkan, kritikan publik harus dijawab dengan prestasi.

Selain itu, Herry menilai Erick merupakan tokoh yang luwes. Erick juga dianggap bisa masuk ke berbagai kelompok masyarakat, termasuk kelompok Islam. "Erick dikenal dekat dengan golongan Islam, bisa jadi modalnya juga," ujar Herry.

Herry menyimpulkan, realitas saat ini menunjukkan bahwa tokoh nonparpol justru unik dan menarik untuk didukung dalam Pilpres 2024. Ia merekomendasikan agar Erick menjaga hubungan baik dengan parpol agar bisa diusung pada pilpres nanti.

"Namun, semuanya kan harus mengacu pada syarat untuk dapat diusung ke pilpres, yakni parpol atau gabungan parpol. Artinya, Erick juga harus merawat komunikasinya ke semua entitas politik," tutur Herry. 


×