Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
27 Oct 2021, 03:30 WIB

Mengadu Hanya kepada Allah

Hanya kepada Allah SWT hendaknya kita mengadu dan berdoa untuk memohon pertolongan.

OLEH SIGIT INDRIJONO

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan hanya dengan mengatakan: ‘Kami telah beriman’, dan mereka tidak diuji? Dan sungguh Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.” (QS al-Ankabut [29]: 2-3).

Setiap orang yang beriman pasti akan akan menghadapi ujian sesuai penegasan pada ayat di atas. Pada umumnya beranggapan bahwa ujian hanyalah yang berkaitan dengan keburukan, seperti mengalami penderitaan karena musibah, mengalami sakit, kekurangan nafkah untuk hidup dan berbagai hal lain yang menyusahkan.

Sesungguhnya Allah memberikan ujian juga berupa kebaikan, di samping ujian berupa keburukan, sesuai firman-Nya pada ayat berikut ini. “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan. Dan kamu akan dikembalikan hanya kepada Kami.” (QS al-Anbiya’ [21]: 35).

Terkait

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa Allah akan menguji dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan, yaitu musibah dan kenikmatan dalam bentuk, seperti kekurangan nafkah hidup dan kemakmuran, sakit dan sehat, kemiskinan dan kekayaan, kemaksiatan dan ketaatan, kesesatan dan petunjuk, dan yang lain. Sehingga Allah akan melihat siapa yang bersyukur dan siapa yang kufur, siapa yang bersabar dan siapa yang berputus asa.

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS al-Baqarah [2]: 286). Yakin terhadap janji Allah pada ayat di atas, maka kita akan menghadapi semua rangkaian ujian dengan selalu bersikap sabar dan syukur.

Berkaitan dengan sabar dan syukur, Rasulullah SAW bersabda, “Sungguh menakjubkan keadaan seorang Mukmin. Seluruh urusannya baik. Hal ini tidaklah ditemukan kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapat kesenangan, maka dia bersyukur dan itu baik baginya. Jika mendapat kesusahan, maka dia bersabar dan itu juga baik baginya.” (HR Muslim).

“Bukankah Dia (Allah) Yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila dia berdoa kepada-Nya, dan menghilangkan kesusahan dan menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah (pemimpin) di bumi?” (QS an-Naml [27]: 62).

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tertimpa kesusahan kemudian mengadu kepada manusia maka kesusahannya tidak akan teratasi. Dan barang siapa tertimpa kesusahan kemudian mengadu kepada Allah, maka Allah akan memberi jalan keluar dari kesusahan, cepat atau lambat.” (HR Tirmidzi).

Ayat dan hadis di atas menerangkan bahwa hanya kepada Allah SWT hendaknya kita mengadu dan berdoa untuk memohon pertolongan di saat menghadapi kesusahan atau kesengsaraan, jangan mengadu kepada manusia.

Kita bisa mengambil pelajaran dari kisah Nabi Yakub yang sedih karena putranya Yusuf yang hilang. Saudara-saudara Yusuf berkata bahwa ayah mereka akan sakit dan wafat karena hal tersebut (QS Yusuf [12]: 85). Nabi Yakub menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (QS Yusuf [12]: 86).

Wallahu a’lam.


×