Suasana di Bandara Changi, Singapura yang sepi terkait pembatasan perjalanan beberapa waktu lalu. | EPA-EFE/WALLACE WOON
26 Oct 2021, 03:50 WIB

Jokowi Dorong Perjalanan ASEAN Dibuka

Percepatan pemulihan ekonomi salah satunya dengan reaktivasi perjalanan yang aman

JAKARTA — Presiden Joko Widodo mendorong para pemimpin ASEAN agar mempercepat pemulihan ekonomi seiring penurunan kasus Covid-19 yang mencapai hingga 14 persen di kawasan ini. Menurut Jokowi, percepatan pemulihan ekonomi salah satunya dapat dilakukan dengan melakukan reaktivasi perjalanan yang aman, termasuk untuk pariwisata. 

“Pemulihan ekonomi ASEAN harus dipercepat dengan melakukan reaktivasi perjalanan yang aman, termasuk pariwisata yang aman,” ujar Jokowi dalam pidatonya di ASEAN Business and Investment Summit, Senin (25/10). 

Jokowi mengatakan, berdasarkan catatan UN-World Tourism Organization, tingkat pembatasan di Asia Tenggara merupakan yang tertinggi di dunia, yakni mencapai 82 persen. Presiden menilai, dengan situasi Covid-19 yang makin terkendali saat ini, pembatasan tersebut bisa dikurangi dan mobilitas dapat dilonggarkan kembali, meski tetap harus menjamin keamanan dari risiko penularan Covid-19. 

“Situasi (penurunan kasus) ini dipastikan akan meningkatkan kepercayaan internal dan eksternal ASEAN untuk beraktivitas kembali dan akan mempercepat pemulihan ekonomi,” kata Presiden. 

Terkait

Ia pun mendorong agar ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework yang digagas Indonesia setahun yang lalu dapat segera diimplementasikan. Selain itu, pengakuan sertifikat vaksin di kawasan, termasuk interoperability sistem vaksin, harus segera dilakukan.

“Pengaturan travel bagi masyarakat yang telah divaksinasi dan sehat, negatif Covid-19 harus dibuat. Vaccinated travel line di kawasan,” ujar dia menambahkan. 

Presiden yakin, jika semua negara di ASEAN segera memfasilitasi mobilitas masyarakat dengan aman, roda perekonomian bisa kembali bergerak. Ia melanjutkan, saat ini Indonesia juga telah membuka secara bertahap pariwisata yang aman di Bali dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pembukaan kembali pariwisata di Bali ini dilakukan setelah vaksinasi di Bali mencapai 84,8 persen.

Selanjutnya, Indonesia juga akan membuka secara bertahap wilayah lain yang tingkat vaksinasi penuhnya telah melebihi 70 persen. Presiden juga mendorong percepatan vaksinasi dilakukan di semua negara di kawasan ASEAN. Ia menegaskan, target vaksinasi penduduk ASEAN yang sebanyak 70 persen harus segera dicapai secepatnya. 

“Agenda jangka pendek untuk mempercepat dan meratakan vaksinasi di semua negara di kawasan harus kita lakukan bersama,” ujar Jokowi. 

Dalam sepekan terakhir ini, kasus Covid-19 di kawasan ASEAN telah turun hingga 14 persen. Angka penurunan ini jauh lebih baik dibanding rata-rata dunia yang turun 1 persen. Menurut Jokowi, situasi perbaikan kasus saat ini akan meningkatkan kepercayaan internal dan eksternal ASEAN untuk beraktivitas kembali dan mempercepat pemulihan ekonomi. “Namun, tetap jaga kewaspadaan, mengingat adanya peningkatan kasus di beberapa negara,” kata Jokowi. 

Sejauh ini aturan perjalanan lintas negara di ASEAN belum seragam dan sporadis antarnegara. Singapura, misalnya, menerapkan stay home notice alias karantina mandiri selama 10 hari bagi sejumlah negara yang dilabeli kategori III terkait penularan, seperti Malaysia dan Indonesia.

The Star melaporkan, Singapura dan Malaysia juga tengah melakukan pembicaraan bilateral soal koridor perjalanan kedua negara. 

photo
Petugas menyemprotkan disinfektan ke bioskop di Bangkok, Thailand, beberapa waktu lalu. - (AP/Sakchai Lalit)

Sementara, Thailand juga sudah mulai membuka kedatangan bagi wisatawan mancanegara tanpa persyaratan karantina bagi penerima vaksin lengkap. Namun, Indonesia dikecualikan dari daftar 38 negara yang warganya boleh bepergian ke Thailand.

Pengecualian ini membuat Menteri BUMN Erick Thohir merasa gusar pada Pemerintah Thailand. Menurut Erick, pengecualian itu tidak adil, mengingat situasi Covid-19 di Indonesia yang terus turun. 

Adapun Indonesia mulai melonggarkan kedatangan dari mancanegara di Bali dan Kepulauan Riau pada 14 Oktober lalu. Pembukaan sejumlah bandara lainnya menyusul kemudian.

Sebanyak 19 negara yang warganya dibolehkan kembali masuk ke Tanah Air. Tak satu pun dari negara tersebut dari Asia Tenggara. Meski memuncaki jumlah total kasus dan kematian sejak pandemi, Indonesia saat ini merupakan salah satu negara dengan kasus aktif Covid-19 paling rendah di ASEAN. 

Merujuk catatan worldometers.info, dengan kasus aktif sebanyak 14.360 ribu pada Senin (25/10), Indonesia berada di urutan kedelapan dari 10 negara ASEAN. Angka tersebut jauh di bawah Thailand (100 ribu kasus aktif), Malaysia (75.947), Vietnam (61.289), Filipina (57,763), bahkan Singapura (29.731). 

Berdasarkan data per Ahad (24/10), total pertambahan kasus di negara ASEAN sebanyak 30.222 kasus. Thailand menempati posisi paling atas dengan jumlah kasus Covid-19 bertambah sebanyak 9.351 kasus, disusul Malaysia sebanyak 5.666 kasus, dan Filipina dengan 5.279 kasus. 

Masih Rawan 

Terkait seruan Presiden, epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, mengingatkan bahwa pandemi belumlah mereda. “Dan dalam masa yang rawan saat ini, menuju untuk kawasan ASEAN menghadapi ancaman gelombang ketiga," kata Dicky kepada Republika, Senin (25/10).

Bahkan, dalam pekan terakhir ini, ada beberapa negara yang sebagian kasus menunjukkan tren peningkatan. "Kualitas dan kuantitas testing yang tidak setara di kawasan ASEAN pada menurun, testing tidak kuat seperti pada tren yang meningkat. Ini mengkhawatirkan," ujarnya. 

Sehingga, seharusnya kondisi di ASEAN sebenarnya masih dalam kondisi siaga. "Dan bila melihat situasi ini, cara membuka perjalanan harus sangat hati-hati dilakukan dan perlu ada koridor yang dibangun," katanya menegaskan. 

Koridor yang dibangun pun tidak langsung semua, tetapi pada wilayah yang respons kondisi pandeminya memiliki fondasi kuat. Ia mencontohkan Bali-Singapura, Bali-Phuket (Thailand).

Sementara, koridor keseluruhan masih harus tetap hati-hati diterapkan dan relatif terbatas karena beragamnya kondisi pengendalian pandemi. Pertimbangan lainnya, cakupan vaksinasi Covid-19 harus lengkap. Sejauh ini, yang sudah mencapai 60 persen hanya satu dua negara di ASEAN. 

photo
Sejumlah pekerja migran antre untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 di Kongsi Kuala Lumpur, Taman Goodwood, Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (21/9/2021). Vaksinasi Covid-19 diselenggarakan oleh Migrant Care, Kementerian Kesehatan, UNHCR dan Pertubuhan Kebangsaan Sumber Manusia Malaysia dan melayani sebanyak 219 pekerja migran Indonesia yang berdokumen maupun tidak. - (ANTARA FOTO/Agus Setiawan/wsj.)

“Dan kita (Indonesia) belum mencapai itu. Dan itu rawan. Jadi, pembukaan itu juga harus lihat cakupan vaksin lengkap," ujarnya lagi. 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiolog Indonesia (PAEI) Masdalina Pane mengatakan, para pelancong dari negara Singapura dan Cina masih belum aman untuk diundang. Bahkan, beberapa negara Eropa pun masih mengalami tren peningkatan Covid-19, seperti Inggris, Jerman, Rusia, Cina, Belgia, Slovenia, Polandia, dan Republik Ceko. 

Menurut dia, perjalanan internasional sebenarnya tidak masalah karena yang terpenting adalah pelaksanaan proses karantina yang benar. "Dites tiga kali, dikarantina satu kali, masa inkubasi terpanjang untuk wilayah terdampak berat. Untuk wilayah terkendali bisa mengikuti protokol lebih longgar," kata dia.


×