Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar tertawa pada acara Tasyakuran Harlah ke-22 PKB di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis (23/7/2020). | Aprillio Akbar/ANTARA FOTO
20 Oct 2021, 03:45 WIB

Bursa Capres Ramai, Muhaimin Siap Maju

Pemilu 2024 bakal berlangsung menarik karena tidak ada lagi capres pejawat.

JAKARTA -- Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon presiden (capres) pada Pilpres 2024 mendatang. Menurutnya, Pilpres 2024 sebagai tantangan bagi dirinya untuk maju sebagai capres. 

"Ya saya rasa itu sebagai tantangan, saya siap," kata Muhaimin dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin (18/10).

Namun demikian, wakil ketua DPR ini mengaku tidak mau terburu-buru dalam mengambil langkah. Hal itu mengingat pilpres masih lama. "Kita tunggu perkembangan nanti seperti apa terkait peta politiknya," ujarnya.

Ia menyatakan bahwa selama ini kader PKB di seluruh daerah mengharapkan agar dirinya maju sebagai capres di tahun 2024. Karena itu, PKB akan terus menggalang kekuatan dengan partai politik lainnya untuk berkoalisi. Sebab, PKB tidak bisa mengusung calon sendiri di Pilpres 2024 sehingga harus berkoalisi dengan parpol lain. 

Terkait

"Hingga saat ini, kepengurusan PKB di daerah-daerah masih solid. Dan jika nantinya maju maka untuk mencari figur capres, PKB akan berkoordinasi dengan parpol lainnya untuk berkoalisi," tuturnya.

photo
Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar memberikan sambutan pada pertemuan regional kawasan Teluk Tomini dan Maluku Utara, di Hotel Dumhil, Universitas Negeri Gorontalo, Kota Gorontalo, Gorontalo, Sabtu (12/6/2021). - (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)

Pengamat politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komaruddin, mengatakan Pemilu 2024 memang bakal berlangsung menarik karena tidak ada lagi capres pejawat. Ujang menambahkan, Pemilu 2024 menjadi momentum terbaik bagi PKB untuk mengusung Gus Muhaimin sebagai capres. 

Menurutnya, ada hal yang berbeda yang ingin ditawarkan PKB dibandingkan pemilu-pemilu sebelumnya. Dulu, kata Ujang, tokoh yang di-endorse PKB untuk maju dalam Pilpres adalah para sesepuh, senior atau kiai NU. 

Misalnya pada Pemilu 2004, tokoh yang didukung PKB adalah KH Solahuddin Wahid (Gus Solah), adik Gus Dur, sebagai cawapres pendamping Wiranto. Kemudian pada Pemilu 2019 lalu PKB mengusung Rais Aam PBNU saat itu, KH Ma’ruf Amin sebagai cawapres pendamping Jokowi. 

"Saya melihat ada pergeseran hari ini PKB yang ingin mengusung ketua umumnya. Menurut saya itu sesuatu yang sehat, sesuatu yang baik, menawarkan figur alternatif untuk Pilpres 2024," ucapnya. 

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengapresiasi langkah Muhaimin yang menyatakan siap maju di Pilpres 2024. Menurutnya, seorang ketua umum partai sebesar PKB memang layak untuk mencalonkan diri di kontestasi mendatang.

"Apresiasi Gus Muhaimin, ketum dan tokoh parpol layak untuk mencalonkan dan dicalonkan. Itu justru bukti kaderisasi parpol yang baik," ujar Mardani saat dihubungi, Selasa (19/10).

photo
Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kiri) bersalam dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) saat silaturahmi kebangsaan di Kantor DPP PKB di Jakarta, Rabu (28/4/2021). - (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

PKS, kata Mardani, terbuka dengan partai manapun yang sudah menyatakan diri untuk mengusung sosok tertentu di Pilpres 2024. Ia menjelaskan, PKS juga akan menokohkan Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri jelang 2024.

"Siap bekerja sama dan keputusan Majelis Syuro PKS menokohkan Habib Salim Segaf Al Jufri untuk menjadi tokoh nasional," ujar Mardani.

Sedangkan Munas Alim Ulama Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pertama yang berakhir Senin (18/10) menjadi forum menjajaki kandidat capres yang layak didukung pada 2024 mendatang.

Hal ini diamini Steering Committee Munas Alim Ulama PPP Semarang, KHA Haris Shodaqoh, usai penutupan Munas Alim Ulama PPP, yang digelar di Ponpes Fadhlul Fadhlan, Kecamatan Mijen, Kota Semarang.

Menurutnya, pada acara Munas Alim Ulama PPP ini panitia memang mengundang empat gubernur di Jawa yang dianggap memiliki elektabilitas tinggi untuk pencapresan.

Masing- masing Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan; Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil; Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. “PPP sedang menimbang calon dan mencoba menyaring, mana yang terbaik,” ungkapnya.

Hanya saja, menurut wakil ketua Majelis Syariah DPP PPP ini, Ganjar Pranowo tidak hadir. “Husnuzan saja, mungkin memang sedang berhalangan menghadiri dan jangan diartikan yang tetek bengek,” kata dia, didampingi Ketua Majelis Syariah DPP PPP, KH Musthofa Aqiel Siroj.

Ia juga menyampaikan, untuk melakukan pendekatan dan penjajakan tak hanya di acara munas ini saja. Bisa juga dilakukan di lain kesempatan dengan cara bertemu secara langsung. “Tentunya, PPP akan memilih calon yang sesuai nafas perjuangan partai,” lanjutnya.

Sedangkan menjelang HUT ke-57 Partai Golkar, dukungan untuk Ketua Umum Airlangga Hartarto sebagai capres kian mengental.  "Menjelang HUT Golkar 57 tahun ini kita melihat rating Partai Golkar semakin meningkat popularitas Ketua Umum (Airlangga Hartarto) juga semakin meninggi," ujar Ketua Umum Kosgoro 57, Dave Akbarshah Fikarno Laksono lewat keterangan tertulisnya, Senin (18/10).

Perubahan tersebut bisa dilihat dari jumlah kursi Fraksi Golkar di parlemen. Hal ini menurut Dave merupakan modal suara yang signifikan untuk menatap Pilpres 2024. "Kita juga akan membuat program yang turun langsung ke bawah untuk memenangkan capres dari Partai Golkar yaitu Pak Airlangga Hartarto," kata anggota Komisi I DPR itu.

Sebelumnya, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily menyatakan percaya diri untuk mengusung Airlangga Hartarto di Pilpres 2024. Ia mengatakan, pihaknya hanya membutuhkan dukungan dari satu partai lagi agar dapat mencalonkan Menteri Koordinator Perekonomian itu.


×