Nasabah berjalan keluar usai bertransaksi di Kantor Cabang Digital Bank Syariah Indonesia (BSI) Thamrin, Jakarta, Selasa (24/8/2021). Pada semester I tahun 2021 BSI mencatat perolehan laba bersih sebesar Rp1,1 triliun, menyalurkan pembiayaan hingga Rp161, | ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
18 Oct 2021, 09:38 WIB

BSI Gandeng BPD Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah

Kolaborasi BSI dengan BPD menjadi keharusan agar penetrasi perbankan syariah semakin luas.

JAKARTA -- PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memperluas penetrasi perbankan syariah di daerah dengan menandatangani nota kesepahaman terkait bisnis dan transfer knowledge dengan dua Bank Pembangunan Daerah (BPD).

Kedua BPD tersebut adalah BPD Riau Kepri dan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank DKI. Direktur Finance and Strategy Bank Syariah Indonesia Ade Cahyo Nugroho menyampaikan, kerja sama ini dilakukan sebagai bentuk semangat pemberdayaan atau tumbuh bersama.

"BSI selalu siap bersinergi dan bermitra dengan BPD syariah dan UUS dalam mengembangkan produk dan meningkatkan layanannya," kata Ade dalam keterangan pers, akhir pekan lalu.

Kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya BPD menjadi keharusan agar penetrasi perbankan syariah semakin luas. Hal ini mengingat literasi perbankan dan keuangan syariah yang masih kecil dan harus terus ditingkatkan.

Terkait

BSI berencana terus mengadakan kolaborasi dengan BPD lain di seluruh Indonesia. Tujuannya, memberikan manfaat yang lebih luas dan memberikan pengalaman perbankan syariah yang unggul ke seluruh daerah. Menurut Ade, tanpa kolaborasi BSI tidak bisa masuk dalam 10 besar bank di Indonesia. Oleh karena itu, kolaborasi adalah pilihan yang harus dilakukan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BPD Riau Kepri, Andi Buchari mengatakan, melalui kerja sama dengan BSI pihaknya berharap dapat ikut serta secara aktif untuk memperluas pembangunan ekonomi syariah di Indonesia. Ke depannya, Andi berharap dapat menjalin kerja sama di bidang lain untuk terus melayani masyarakat.

"Agar layanan perbankan dan keuangan syariah bisa lebih beragam khususnya di Riau dan Kepri," katanya.

Andi juga menyampaikan kerja sama ini seiring dengan langkah BPD Riau Kepri yang sedang dalam proses konversi menuju bank syariah. Ia berharap dukungan tersebut bisa membuka kesempatan dan peluang serta potensi bisnis perbankan syariah lain, seperti sindikasi dan treasury.

"Mohon doanya, saat ini BPD Riau Kepri sedang berkonversi jadi bank syariah semoga ini cepat tuntas," katanya.

Ia meyakini konversi bisa membuat entitas bank menjadi lebih besar dan dapat melakukan kerja sama serta sinergi lain untuk membangun perbankan syariah Indonesia. Sementara itu, Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI Babay Parid Wazdi menekankan pentingnya transfer knowledge yang menjadi salah satu poin dalam kerja sama tersebut.

Dengan proses transfer knowledge, bank-bank daerah akan memiliki teknologi informasi yang mumpuni. Selain itu, bank daerah juga dapat memperluas pengetahuan produk perbankan dan operasional yang berhubungan dengan perbankan syariah.

Menurutnya, kerja sama ini dapat mendorong perbankan syariah semakin maju. "Karena Allah SWT menyukai orang-orang yang berjuang dalam satu barisan yang kokoh. Salah satu dari membentuk barisan yang kokoh itu adalah kerja sama yang kita laksanakan, yakni bisnis dan //transfer knowledge// yang penting sekali," ujarnya.


×