Foto udara proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Selasa (10/11/2020). | Dok BKIP Kemenhub/Kementerian Perhubungan
15 Oct 2021, 03:45 WIB

Penggabungan Pelindo Perkuat Daya Saing

Terminal Multipurpose Wae Kelambu yang baru saja diresmikan Presiden akan menjadi format baru pelabuhan di Indonesia.

JAKARTA — Presiden Joko Widodo meresmikan penggabungan Pelindo I-IV menjadi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10). Jokowi berharap penggabungan Pelindo dapat menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Jokowi mengatakan, biaya logistik di Tanah Air masih kurang kompetitif dibandingkan negara lain karena masih mencapai 23 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Sedangkan di sejumlah negara tetangga, Jokowi menyebut, biaya logistik hanya sekitar 12 persen terhadap PDB.

“Artinya, ada yang tidak efisien di negara kita,” kata Jokowi saat meresmikan penggabungan Pelindo I-IV menjadi PT Pelindo, di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (14/10).

Penggabungan Pelindo diyakini dapat memperkuat BUMN pelabuhan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, murah, dan cepat. Menurut Jokowi, Pelindo akan menjadi kekuatan besar di dunia. Dengan adanya penggabungan, Pelindo menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia dengan total throughput peti kemas pada 2019 sebesar 16,7 juta TEUs.

Terkait

Jokowi mengungkapkan, penggabungan Pelindo sudah diperintahkan sejak tujuh tahun lalu. Oleh karena itu, ia sangat mengapresiasi Menteri BUMN Erick Thohir yang telah mewujudkan penggabungan ini. “Sekali lagi, saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Menteri BUMN dan jajarannya,” kata Jokowi.

Terkait daya saing logistik, Jokowi mengatakan, pemerintah terus membangun berbagai infrastruktur jalan, pelabuhan, maupun bandara. Tujuannya untuk menekan biaya logistik sehingga produk Tanah Air dapat lebih kompetitif dengan produk dari negara lain.

“Biaya logistik kita bisa bersaing dengan negara-negara lain. Artinya, daya saing kita, competitiveness kita akan menjadi lebih baik,” ujar dia.

Presiden juga meminta PT Pelindo mencari mitra perusahaan pelabuhan yang memiliki jaringan luas. Hal ini penting agar produk dalam negeri bisa dengan mudah masuk ke rantai pasokan global.

Selain meresmikan penggabungan Pelindo, Presiden Jokowi meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo di Manggarai Barat. Ia mengapresiasi pembangunan Pelabuhan Wae Kelambu karena dapat dikerjakan secara cepat.

Pelabuhan ini diharapkan dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang. “Kita harapkan ini bisa kita pakai dalam jangka 15 atau 20 tahun yang akan datang masih memungkinkan, feasible untuk angkutan barang yang ada di Provinsi NTT, utamanya di Kabupaten Manggarai Barat,” ujarnya.

Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Arif Suhartono mengatakan, penggabungan Pelindo I hingga Pelindo IV sudah direncanakan cukup lama, bahkan sejak 20 tahun lalu. Arif bersyukur penggabungan Pelindo dapat benar-benar terealisasi pada 1 Oktober 2021.

photo
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (ketiga kiri) meninjau kemajuan pelaksanaan proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Kamis (12/11/2020). Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pelabuhan yang secara keseluruhan pembangunannya sudah mencapai 48,67 persen ini sangat penting untuk menunjang pariwisata, khususnya dalam memperlancar arus logistik. - (Dok BKIP Kemenhub/Kementerian Perhubungan)

Arif mengatakan, pengelolaan pelayanan kepelabuhanan selama ini dilakukan seara terpisah. Sedangkan, kapabilitas dari masing-masing Pelindo tidak sama, baik dari sisi keuangan, sumber daya manusia, maupun pengalaman.

Hal ini mengakibatkan adanya perbedaan performa atas layanan yang diberikan. "Yang pada akhirnya berdampak kepada ketidakefisienan terhadap sistem logistik nasional," kata Arif.

Arif berharap, penggabungan BUMN layanan kepelabuhanan dapat mewujudkan industri kepelabuhanan nasional yang lebih kuat melalui konektivitas maritim di seluruh Indonesia sehingga dapat membantu menurunkan biaya logistik nasional secara bertahap. Selain itu, penggabungan ini dapat meningkatkan kinerja dan daya saing BUMN bidang kepelabuhanan di tingkat global.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by BUMN Pelabuhan Indonesia (pelindo)

"Penggabungan menjadi satu Pelindo juga memudahkan koordinasi dalam pengembangan kawasan industri dan ekonomi khusus di sekitar pelabuhan di daerah-daerah sehingga mendorong peningkatan konektivitas yang akan berdampak pada meningkatnya kegiatan perekonomian daerah," ujar Arif.

Arif optimistis penggabungan Pelindo membuka kesempatan perusahaan untuk go global. Sebab, Pelindo kini menjadi operator terminal peti kemas terbesar kedelapan di dunia. "Penggabungan ini juga menyatukan sumber daya keuangan, peningkatan leverage, dan memperkuat permodalan perusahaan," kata Arif melanjutkan.

Kemajuan industri kepelabuhanan dan logistik bukan hanya karena penggabungan Pelindo semata. Dibutuhkan pula dukungan, kerja keras, dan sinergi antarpemangku kepentingan. "Untuk itu, kami mohon dukungan agar Pelindo mewujudkan visi menjadi pemimpin ekosistem maritim terintegrasi dan berkelas dunia," katanya.

photo
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) membagikan masker kepada sejumlah pekerja saat meninjau kemajuan pelaksanaan proyek pembangunan Pelabuhan Multipurpose Wae Kelambu di Labuan Bajo, NTT, Kamis (12/11/2020). - (Dok BKIP Kemenhub/Kementerian Perhubungan)

Format baru

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Terminal Multipurpose Wae Kelambu yang baru saja diresmikan Presiden akan menjadi format baru pelabuhan di Indonesia. Konsep serupa akan diterapkan di tempat lain.

Pembangunan Terminal Wae Kelambu merupakan bagian dari pembenahan kawasan wisata Labuan Bajo. Pembenahan dilakukan dengan memisahkan Pelabuhan Labuan Bajo yang sebelumnya masih bercampur antara pelayanan kapal penumpang dan kegiatan logistik.

Budi menuturkan, pemisahan pelabuhan penumpang dan logistik Pelabuhan Labuan Bajo sudah dilakukan sejak Agustus 2020 dan selesai pada April 2021. "Kami melaksanakan kerja sama dengan BUMN, PT Pelindo tepatnya, sehingga anggarannya merupakan APBN dan dari BUMN," ujar Budi.

Pemisahan pelabuhan logistik dan penumpang tersebut bukan pekerjaan yang mudah. Budi mengapresiasi kerja sama semua pihak untuk menjadikan pelabuhan berkelas dunia.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Erick Thohir (erickthohir)

Budi berharap keberadaan pelabuhan khusus logistik di Labuan Bajo dapat mendukung arahan Presiden dalam memaksimalkan lumbung beras di Merauke. "Presiden sudah mengarahkan agar lumbung beras itu dapat memenuhi kebutuhan Indonesia bagian timur. Papua sudah kita lakukan dan NTT sudah kita mulai, di sini ada dua kontainer," ujar Budi.

Di NTT terdapat 15 pelabuhan tol laut yang secara khusus dibangun. Budi mengharapkan pelabuhan tersebut dapat memasok beras dari Indonesia bagian timur, bukan hanya dari Pulau Jawa.

Pelabuhan khusus logistik berada di Wae Kelambu yang berjarak kurang lebih 10 hingga 12 kilometer dari Pelabuhan Labuan Bajo. Terminal Multipurpose Wae Kelambu dikelola untuk melayani lalu lintas dan kegiatan bongkar muat komoditas, seperti peti kemas, kargo, dan curah cair.


×