Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
12 Oct 2021, 03:30 WIB

Sedia Menjaga Amanah

Pandai menjaga amanah adalah suatu hal mulia dan berbuah keberuntungan.

 

OLEH MUHAMAD YOGA FIRDAUS

Manusia dilekati oleh beragam potensi kebaikan. Potensi konstruktif yang dapat membawanya pada nilai-nilai kemuliaan. Manusia pun dapat menjadikan setiap aktivitasnya sebagai jembatan untuk menggapai kasih sayang Tuhan. Seperti halnya aktivitas dalam menjalankan suatu amanah dalam kehidupan.

Amanah dapat diartikan sebagai titipan yang berharga berupa kepercayaan. Pada dasarnya pun amanah adalah tugas yang senantiasa melekat pada setiap manusia. Bahkan, amanah merupakan anugerah istimewa yang diberikan kepada setiap manusia pilihan.

Terkait

Amanah dapat mengantarkan pemiliknya untuk terus terpatri pada nilai-nilai kebaikan. Dengan amanah, ia mampu mengontrol keadaan hati dan pikiran. Dengan demikian, menjalani suatu amanah dengan baik pun dapat menjadi perantara untuk meraih cinta Tuhan.

Dari Abu Hurairah RA, ia menyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tunaikanlah amanah kepada orang yang memercayaimu dan janganlah engkau mengkhianati orang yang mengkhianatimu.” (HR Tirmidzi).

Hadis ini menjelaskan tentang pentingnya menjaga amanah. Ikhtiar ideal dalam mengendalikan diri sehingga dapat memupuk erat setiap kepercayaan menjadi nilai-nilai kebaikan. Amanah pun menjadi simbol dari keimanan dan ketakwaan seseorang kepada Allah yang Maha Penyayang.

Dari Abdullah bin 'Amru RA, ia menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Ada empat hal, yang mana jika dia ada pada dirimu, kamu tidak akan susah dan tidak akan ditinggalkan dunia: yakni menjaga amanah, bicara jujur, berakhlak mulia, dan menjaga kesucian diri.” (HR Ahmad).

Dari hadis tersebut kita dapat memetik buah hikmah yang istimewa bahwa Rasulullah SAW memberikan informasi dan iktibar kepada kita mengenai pentingnya menjaga amanah. Menangkis setiap sifat buruk, khususnya sifat khianat terhadap nikmat kepercayaan yang dianugerahkan oleh Allah SWT kepada kita.

Akhlak mulia berupa kejujuran menjadi kunci utama lahirnya diri yang ringan dalam menjalankan setiap amanah karena Allah SWT. Allah SWT berfirman, “(Sungguh beruntung pula) orang-orang yang memelihara amanah dan janji mereka.” (QS al-Mu’minun: 8).

Sungguh, Allah SWT menjelaskan melalui firman-Nya yang mulia kepada kita untuk menjalankan amanah dengan baik. Yakni, dengan menjaganya sebagai wujud syukur terhadap setiap hal baik yang diterima dari-Nya.

Maka, pandai dalam memelihara amanah adalah suatu hal yang mulia dan berbuah keberuntungan. Bahkan, hal tersebut dapat menjadi tiket kita untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan keabadian.

Ibarat telaga di taman surga, amanah adalah sumber keelokan. Hal berharga yang harus sangat kita perhatikan. Kehilangannya menjadi sumber kehampaan. Lewat amanah, cinta-Nya kita dapatkan.

Wallahu a’lam.


×