Sejumlah karyawan berjalan keluar saat jam pulang kerja di salah satu pabrik di Kota Tangerang, Banten, Rabu (20/1/2021). Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan bahwa angka pengangguran di Indonesia meningkat sebanyak 2,6 juta orang menjadi 9,7 | FAUZAN/ANTARA FOTO
11 Oct 2021, 10:24 WIB

Jakarta Tekan Tingkat Pengangguran Terbuka 

Tingkat pengangguran berhasil ditekan hingga tahun berjalan 2021 ini.

JAKARTA -- Kepala Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, Andri Yansyah, mengatakan, ada penurunan angka tingkat pengangguran terbuka (TPT) di DKI Jakarta di masa pandemi ini. Menurut dia, tingkat pengangguran sebesar 10,95 persen pada 2020, berhasil ditekan menjadi 8,51 persen hingga tahun berjalan 2021 ini.

"Alhamdulillah angka pengangguran di DKI, menurut BPS juga, jadi 8,51 persen dari sebelumnya sekitar 10,95 persen pada 2020," kata Andri saat dikonfirmasi Republika, akhir pekan ini.

Menurut Andri, faktor penurunan itu bisa dikatakan karena upaya Pemprov DKI mengutamakan pengembangan kewirausahaan terpadu (PKT) sebagai janji Gubernur DKI Jakarta, Anies Rasyid Baswedan, pada pilkada 2017 silam. "Ini janji Pak Gubernur untuk menciptakan 200 ribu lapangan kerja dalam lima tahun masa jabatannya," kata Andri.

Namun, dia menegaskan, target angka tersebut justru melonjak di masa pandemi ini. Meski diakuinya, pemutusan hubungan kerja (PHK) atau lainnya, menjadi penyebab banyaknya tunakarya di DKI. "Alhamdulillah di 2020 kemarin, setidaknya, kita bisa melebihi target menekan pengangguran terbuka. Dari 200 ribu target awal menjadi 250 ribu lapangan kerja (hingga) tahun lalu," jelas dia.

Terkait

Andri menjelaskan, di masa pandemi yang saat ini masih krusial, angka pengangguran tidak bisa difokuskan pada pihak ketiga atau swasta. Menurut dia, sektor formal yang juga tertekan karena efek pandemi akan sulit menerima para tenaga kerja tersebut.

"Mau tidak mau kita andalkan sektor informal. Sehingga pertama, pengangguran berkurang, kesejahteraan bertambah, dan pertumbuhan ekonomi sedikit menggeliat," tuturnya.

Jumlah ini, kata dia, menjadi dasar mengapa BPS DKI mengeluarkan data penurunan tingkat pengangguran terbuka di DKI. Andri memerinci, pengangguran terbuka pada 2020 yang berjumlah 10,95 persen usia kerja. Atau sekitar 572.780 ribu, berkurang menjadi 8,51 persen atau 456.600 orang.

"Ini upaya kami, dan akan terus kita genjot dengan melakukan pelatihan dan bantuan modal. Ini juga supaya masyarakat beralih dan tidak mengandalkan sektor formal di masa pandemi ini," katanya.

Lebih jauh, Andri menambahkan, jumlah pekerja informal di DKI hingga kini, berjumlah 1.762.375 orang. Angka itu, dia mengatakan, untuk tahun berjalan 2021 ini.

Terpisah, Kepala BPS DKI, Buyung Airlangga, mengonfirmasi, memang sempat ada peningkatan TPT pada 2020 menjadi 572.780 orang. Sedangkan, pada tahun sebelumnya hanya 320.901 orang. 

"Angka tersebut memang demikian, dan sudah diperbaiki surveinya oleh BPS," kata Buyung saat dikonfirmasi.

Menurut dia, dari total angka pekerja informal DKI sekitar 1,7 juta orang itu, terbagi dalam beberapa penghasilan sesuai tingkat pendidikan dan lokasi tinggal atau kerja. Menurut Buyung, pendapatan bersih pekerja informal menurut kabupaten/kota dan pendidikan tertinggi, didominasi penghasilan SMA sederajat.

Rata-rata penghasilan untuk SMA/sederajat sebesar Rp 3.074.032 hingga tahun lalu. Sementara itu, tingkat SMP/sederajat sebesar Rp 2.444.693. Meski demikian, lanjut dia, tingkat pendidikan SD/sederajat lebih tinggi sedikit, sebesar Rp 2.586.947.  "Dan, tidak pernah sekolah atau belum tamat SD/sederajat sebesar Rp 2.128.158," jelas dia.

Dari jumlah rata-rata tersebut, Buyung mengatakan, lokasi pekerja informal di Jakarta Pusat, menjadi lokasi dengan pendapatan terbesar di antara lima bagian DKI lainnya. Sebaliknya, Kepulauan Seribu menjadi daerah dengan tingkat pendapatan terkecil dibandingkan lima wilayah lainnya.

Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz, mengatakan, kondisi pandemi saat ini memang masih menghantam perekonomian Indonesia dan DKI khususnya. Menurut dia, dampaknya sangat jatuh signifikan untuk peningkatan pengangguran.

"Diketahui kami, Pemda DKI melakukan langkah peningkatan perekonomian dengan menyalurkan bantuan UKM dan pelatihan di Disnakertrans untuk mendorong sektor informal," kata Aziz.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, Komisi B DPRD DKI selalu mengawasi semuanya melalui rapat-rapat kerja terjadwal. Khususnya, ketika para anggota dewan di komisinya, juga selalu dan berhak menanyakan perkembangannya. "Kita doakan agar pandemi ini segera berakhir dan perekonomian kita dapat pulih kembali," ujarnya.


×