Pengunjung memindai kode batang melalui aplikasi PeduliLindungi sebelum memasuki area Pasar Baltos, Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (6/10/2021). Pasar Baltos menjadi salah satu dari enam pasar tradisional yang menjadi percontohan penerapan aplikasi Pe | REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA

Nasional

08 Oct 2021, 03:45 WIB

Kemenkes Integrasikan QR Code PeduliLindungi

Kemenkes bersama sejumlah mitra meluncurkan integrasi fitur QR Code PeduliLindungi dengan 15 aplikasi.

JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama sejumlah mitra meluncurkan integrasi fitur QR Code PeduliLindungi dengan 15 aplikasi pada Kamis (7/10). Ke-15 aplikasi itu adalah Gojek, Grab, Tokopedia, Traveloka, Tiket.com, Dana, Livin by Mandiri, Cinema XXI, Link Aja, GOERS, Jaki, BNI Mobile dan M-Cash, Shopee, Loket.com.

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji mengatakan, kerja sama ini untuk memperluas cakupan penggunaan QR Code PeduliLindungi. Sejak awal Juli, lebih dari 73 juta orang menggunakan QR Code tersebut. "Kemudian ada lebih dari 25 ribu merchant dan ke depan akan terus bertambah," kata Setiaji dalam konfrensi pers secara daring, Kamis (7/10).

Setiaji memastikan pihaknya sudah mengantisipasi potensi kebocoran data dengan memutus Application Programming Interface (API) yang telah terhubung dengan 15 aplikasi lain tersebut. "Data yang diakses oleh mitra non-PeduliLindungi data terenkripsi. Yang kami kirimkan itu adalah token yang hanya bisa membaca adalah kedua sistem tersebut, terus kemudian tidak tersimpan di dalam mitra platform," katanya.

Keamanan data, kata Setiaji, sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) HK 0107/Menkes/5680/2021 sebagai landasan hukum. Data seperti lokasi dan lain sebagainya tidak dapat disimpan di mitra platform. "Ini sama sekali tidak (disimpan), yang kami berikan adalah status terhadap pengguna yang menggunakan mitra platform tadi," terangnya.

Seluruh proses itu juga bekerja sama dengan Pusat Data Nasional yang disediakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) juga turut andil dalam menukung keamanan data.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, integrasi QR code PeduliLindungi akan memudahkan masyarakat mengakses ruang publik tanpa harus memiliki aplikasinya. "Dengan adanya QR code yang dipindai untuk memulai aktivitas, diharapkan kasus positif bisa sangat cepat diketahui, dan siapa saja yang ada di tempat, pada waktu tersebut akan sangat membantu proses tracing," kata Budi .

Mantan wakil menteri BUMN itu berharap kolaborasi ini dapat membangun infrastruktur kesehatan yang lebih baik selama pandemi Covid-19. Karena, lanjut Budi, dalam menghadapi pandemi, masyarakat harus memiliki tata cara hidup yang baru. "Karena pandemi akan selesai lama, tahunan, puluhan tahun, kita harus punya tata cara hidup yang baru dengan protokol kesehatan," ujarnya. 

Budi Gunadi mengatakan, Kemenkes secara bertahap akan terus mengimplementasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi ke berbagai aktivitas utama masyarakat seperti perdagangan dan keagamaan. "Di mana fungsi-fungsi dari aplikasi PeduliLindungi, baik untuk screening, tracing maupun juga untuk protokol kesehatan itu nantinya bisa kita jalankan dan membantu untuk memudahkan hidup kita menjalankan protokol kesehatan di aktivitas utama," katanya.

Beberapa aktivitas yang telah mulai menggunakan aplikasi PeduliLindungi di antaranya seperti perdagangan, baik modern dengan tujuan pusat perbelanjaan maupun tradisional seperti pasar. Aplikasi ini juga digunakan untuk keperluan transportasi, pariwisata, keperluan bekerja dan pendidikan.

Menkes juga menjelaskan bahwa PeduliLindungi akan dan sudah digunakan untuk aktivitas keagamaan, baik ritual mingguan seperti shalat di masjid dan ibadah di gereja, tapi juga acara keagamaan besar seperti Idul Fitri, Natal dan upacara ngaben di Bali.

"Aplikasi PeduliLindungi secara agresif tapi bertahap akan diimplementasikan ke enam aktivitas utama tadi untuk fungsi screening, tracing dan fungsi protokol kesehatan," kata Menkes. ';

×