Penari menghibur penonton saat Upacara Pembukaan PON XX Papua di stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua, Sabtu (2/10). Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi membuka gelaran PON Papu | Republika/Thoudy Badai

Kabar Utama

04 Oct 2021, 03:55 WIB

PON Satukan Bangsa

Masyarakat Papua bangga bisa menjadi tuan rumah PON XX.

JAKARTA -- Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang resmi dimulai pada Sabtu (2/10) bukan sekadar ajang pertandingan olahraga. Ada makna yang lebih mendalam dari perhelatan tersebut, yaitu menjadi panggung persatuan bangsa dan kemajuan Papua. 

Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri masih berada di Papua setelah menghadiri acara pembukaan pada Sabtu lalu. Pada Ahad (3/10), Jokowi meninjau arena cabang olahraga (cabor) wushu PON XX Papua klaster Merauke di GOR Head Sai. Dalam kesempatan itu, Jokowi sekaligus menyaksikan laga final yang mempertandingkan berbagai nomor sanda putri. 

Selain meninjau jalannya pertandingan, Jokowi dalam kunjungannya ke Merauke juga meresmikan sejumlah infrastruktur dan fasilitas, antara lain, terminal baru Bandar Udara Mopah dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Sota. 

Jokowi dalam acara pembukaan PON XX Papua pada Sabtu lalu mengatakan, perhelatan PON XX menunjukkan kemajuan Papua, kesiapan infrastruktur di Tanah Papua, serta kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar di kancah nasional dan internasional. Selain itu, menurut Jokowi, penyelenggaraan PON juga memiliki makna besar bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“PON ini adalah panggung persatuan, panggung kebersamaan, panggung persaudaraan, panggung kesetaraan, dan panggung keadilan untuk maju bersama, sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Jokowi.

Jokowi menilai, dibangunnya stadion di Papua yang megah tak menjadi satu-satunya simbol kemajuan Papua. Papua juga memiliki infrastruktur konektivitas laut, darat, dan udara, seperti bandara, pelabuhan, jalan lintas Papua. 

“Mari kita rayakan PON dengan penuh sukacita, menjunjung tinggi sportivitas, mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, kesetaraan, serta persatuan dan kesatuan bangsa. Yakinlah kemajuan Papua akan berjalan cepat, mari tunjukkan partisipasi untuk menjamin keberhasilan PON XX ini,” kata Jokowi. 

Hal serupa disampaikan Menteri BUMN Erick Thohir seusai menyaksikan pertandingan sepak bola PON XX Papua antara tuan rumah Papua melawan Nusa Tenggara Timur (NTT) di Stadion Mandala, Jayapura, Papua, Ahad (3/10). Erick berharap pesta olahraga terbesar nasional ini dapat mendorong rasa persatuan dan kemajuan olahraga bangsa ke depan.

photo
Kontingen Bali mengikuti defile Upacara Pembukaan PON XX Papua di stadion Lukas Enembe, Kompleks Olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura Papua, Sabtu (2/10). Presiden Republik Indonesia Joko Widodo resmi membuka gelaran PON Papua yang berlangsung hingga 15 Oktober 2021 mendatang. PON Papua mempertandingkan 56 cabang olahraga dengan diikuti sebanyak 6.442 atlet. Republika/Thoudy Badai - (Republika/Thoudy Badai)

"Semoga, pekan olahraga Tanah Air terbesar ini bisa semakin memupuk rasa kebersamaan dan mendorong olahraga Tanah Air semakin berprestasi. Torang bisa!," kata Erick.

Sesuai laga, Erick pun mendapatkan kenang-kenangan dari tim sepak bola Papua berupa kostum tim sepak bola Papua yang disertai nama punggung bertuliskan Thohir. Terkait jalannya pertandingan, Erick menilai, laga antara Ricky Cawor dan kawan-kawan melawan tim PON NTT merupakan pertandingan yang sangat menarik. "Seru sekali menonton pertandingan sepak bola tuan rumah Papua melawan Nusa Tenggara Timur," ujar Erick.

Menurut Erick, laga antara Papua dan NTT juga berlangsung lancar. Kedua tim sama-sama bermain baik dan menjunjung tinggi sportivitas. Erick pun mengucapkan selamat atas kemenangan tim sepak bola PON Papua yang berhasil mengalahkan NTT. "Selamat untuk Tim Papua yang menang 4-0 sehingga lolos ke babak enam besar," ucap Erick.

Saat berbincang dengan awak media, Erick juga mengutarakan kekagumannya atas acara pembukaan PON Papua. Erick menilai, acara pembukaan pada Sabtu lalu setingkat dengan Asian Games tiga tahun lalu. "Banyak orang meragukan Papua tidak bisa, ternyata Papua bisa dan bahkan setingkat Asian Games," kata Erick. 

Ketua MPR Bambang Soesatyo berharap, penyelenggaraan PON Papua semakin memperkuat rasa persatuan dan kesatuan. Ia pun mengapresiasi peran pemerintah dalam membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa melalui pembinaan olahraga secara nasional.

"Penyelenggaran PON XX Papua bukti keberpihakan pemerintah untuk memprioritaskan pemerataan pembangunan di daerah, khususnya peningkatan pembangunan infrastruktur di daerah luar Jawa," kata Bamsoet.

Gubernur Papua Lukas Enembe dalam acara pembukaan mengatakan, perhelatan PON XX Papua menjadi simbol dari kemenangan bersama seluruh rakyat Indonesia. Lukas menyatakan, ingin menunjukkan bahwa Papua senantiasa akan menjadi bagian dari Indonesia. "Kami masyarakat Papua akan senantiasa menjadi bagian tidak terpisahkan dari bumi Indonesia. Karena, Merah Putih selalu terpatri dalam hati dan jiwa kami," ungkap Lukas.

Ia mengatakan, seluruh masyarakat Papua bangga bisa menjadi tuan rumah PON XX. "Masyarakat Papua bangga karena bisa melihat seluruh anak bangsa berkumpul di tanah Papua," katanya. 

Anggota DPR dari dapil Papua Barat, Robert Joppy Kardinal mengatakan, perhelatan PON XX di Papua merupakan salah satu bukti daerah itu tidak dianaktirikan dalam berbagai program pembangunan. Politikus partai Golkar tersebut pun mengajak masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang menyebut bahwa masyarakat Papua dan Papua Barat diperlakukan berbeda dari warga lainnya.

“Jangan ada lagi pemikiran bahwa kita berbeda. Jangan mau dipecah belah,” kata Robert. 

Menurut dia, perhatian pemerintah terhadap Papua juga tecermin dalam rencana pembangunan infrastruktur. Pemerintah, kata Robert, telah menyiapkan Rp 40,85 triliun untuk membangun infrastruktur di Papua pada tahun depan.


×