Internet of Things (Ilustrasi) | Pixabay
02 Oct 2021, 11:32 WIB

Solusi Unik IoT, Kunci Merebut Pasar

Konteks pemanfaatan IoT memerlukan kreativitas unik dari kreatornya.

Solusi pemanfaatan Internet of Things (IoT) saat ini makin banyak ditemui dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari. Hal ini tak lepas dari makin kuatnya ekosistem teknologi IoT yang ada di Tanah Air. 

Pada Kamis  (30/9), Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengumumkan pemenang kompetisi IoT Creation 2021: Solution Hunt for Economic Recovery dengan hadiah utama Sertifikasi Perangkat Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) dan uang tunai.

Dalam kompetisi tahunan ini, solusi IoT Smart Coffee Roastery karya TTG Team dari Lombok Barat berhasil meraih juara pertama, disusul oleh solusi Battery Monitoring System karya ETA Indonesia dari Surabaya dan Monitoring Tekanan Air Pintar karya Mantis Indonesia dari Bogor.

Menurut Johnny, pemberdayaan berbasis komunitas, saat ini juga harus ditingkatkan agar pegiat industri lokal semakin kompeten dalam memproduksi dan mengembangkan bisnis berbasis aplikasi. “Kami berharap pekerjaan besar membangun ekosistem 5G dan IoT ini, juga dapat didorong secara kolaboratif oleh seluruh pemangku kepentingan. Baik operator seluler, industri-industri di dalam negeri, akademisi, maupun komunitas pengembang solusi IoT,” ujarrnya. 

Terkait

photo
Pengumuman pemenang kompetisi IoT Creation 2021: Solution Hunt for Economic Recovery, Kmias (30/9). - (Dok AIoT)

Menkominfo mengungkapkan, pengembangan IoT yang ditambah dengan kehadiran teknologi 5G di Indonesia, harus memberikan kesempatan dan peluang pada potensi di dalam negeri sendiri. Kominfo juga memandang pembangunan jaringan 5G yang saat ini dilakukan, bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga upaya membangun ekosistem lokal. Terutama ekosistem pada lapisan atau layer aplikasi.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Ismail menambahkan IoT akan dapat benar-benar menguntungkan dan bermanfaat jika dia bersifat lokal dan spesifik. Keunikan ini menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi tuan rumah di negara sendiri. 

Solusi IoT generik, menurutnya, belum tentu menguntungkan di Indonesia sehingga para makers atau pengembang perangkat keras, usaha rintisan, dan industri mempunyai ruang untuk mendapatkan pasar. Hal ini dapat diwujudkan jika SDM lokal memiliki kapabilitas cukup dan menawarkan beragam solusi yang memadai.

"Solusi unik ini hanya bisa diimplementasikan kalau banyak dilakukan oleh pengembang lokal. Artinya, konteks pemanfaatan IoT di Indonesia ini membutuhkan touch atau kreativitas anak bangsa," katanya.

Kompetisi IoT Creation 2021 fokus mengembangkan solusi yang dapat diimplemetasikan oleh masyarakat. Masing-masing tim pemenang juga mendapatkan uang tunai dan pengujian perangkat di Lab Uji Polytron. 

Program IoT Creation merupakan kolaborasi antara Ditjen SDPPI Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Asosiasi Internet of Things Indonesia (ASIOTI). Program ini telah memasuki tahun ketiga.

Solusi Smart Coffee Roastery sebagai pemenang pertama merupakan perangkat pintar sebagai monitoring control sekaligus sebagai sumber tegangan untuk semua peralatan yang menggunakan sumber daya listrik AC. Pemenang kedua, Battery Monitoring System merupakan perangkat monitoring status battery cells dan battery bank dengan web dashboard dan notifikasi ke ponsel pintar.

Pemenang ketiga, I-Guage merupakan teknologi pemantauan tekanan air di dalam pipa maupun tangki air. Teknologi ini dilengkapi dengan sensor tekanan dan pengiriman data secara real-time. Dilengkapi dengan dashboard yang ramah pengguna, pengguna dapat melakukan analisa tekanan air di dalam pipa dan tangki air.

 
IoT akan dapat benar-benar menguntungkan dan bermanfaat jika dia bersifat lokal dan spesifik.
ISMAIL, Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika.
 

Penetrasi Agresif Teknologi AIoT

photo
IoT (Ilustrasi) - (Pixabay)

 

Makin lama dunia digital berkembang, istilah Internet of things (IoT) yang kemudian menjadi Artificial Intelligence of Things  (AIoT), menjadi kian familiar. Istilah smart house, smart city, hingga smart manufacturing pun makin sering terdengar dan dimanfaatkan dalam keseharian.

Penjualan perangkat yang menggunakan AIoT juga terus menunjukkan tren peningkatan. Sepanjang Januari hingga Agustus tahun ini, Realme berhasil mencatatkan peningkatan penjualan perangkat AIoT sebesar 193 persen.

Menurut Palson Yi selaku Marketing Director Realme Indonesia, pertumbuhan positif pada penjualan perangkat AIoT ini sejalan dengan ambisi Realme untuk menjadi pilihan utama perangkat AIoT. “Realme berharap, serangkaian produk AIoT yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna, khususnya anak muda Indonesia,” ujarnya, dalam acara virtual ‘AIoT Talk’, pekan lalu.

Realme pun berprinsip menghadirkan produk-produk terbaik yang selalu mengacu pada tech trendsetter. Pertama, Paulson menjelaskan, teknologi Realme selalu ingin memberikan teknologi yang paling terbaru.

Kedua, desain Realme selalu memberikan desain-desain yang terkini. Selain itu, harga juga selalu menjadi pertimbangan.

Menurut Palson, agar semua anak muda di Indonesia bisa merasakan semua manfaat teknologi AIoT, maka Realme menghadirkan produknya dengan harga yang terjangkau. Dari sekian banyak produk AIoT yang dimiliki Realme, True Wireless Stereo (TWS), menjadi kontributor utama dalam pertumbuhan AIoT Realme sebesar 62,1 persen. Sementara, perangkat AIoT lainnya seperti wearable device, berkontribusi sebesar 20,8 persen, Smart TV sebanyak 8,4 persen, dan laptop serta produk gaya hidup sebesar 8,7 persen.

Sementara itu, dalam pertumbuhan Year on Year (YoY), produk Smart TV ternyata mengalami peningkatan sebesar 505 persen. Sementara, berdasarkan data internal realme 2020-202, produk TWS mengalami peningkatan hingga 234 persen, dan 56 persen untuk wearable device

 


×