Pebulu tangkis tunggal putra China Shi Yuqi mengembalikan kok ke arah pebulu tangkis Jepang Kento Momota pada final Piala Sudirman 2019 di Guangxi Sports Center Gymnasium, Nanning, China, Minggu (26/5/2019). China menjadi juara turnamen Piala Sudirman 201 | ANTARA FOTO
01 Oct 2021, 08:27 WIB

PBSI Yakin Singkirkan Malaysia di Piala Sudirman 2021

Pertandingan babak perempatfinal perebutan Piala Sudirman akan digelar pada Jumat (1/10).

VANTAA — Indonesia yakin akan menyingkirkan Malaysia di babak perempatfinal Piala Sudirman 2021. Hasil undian Jumat (1/10) dinihari WIB menempatkan Hendra Setiawan dkk melawan musuh bebuyutan Malaysia.

Mengomentari hasil undian, Kabid Binpres PP PBSI Rionny Mainaky menyebut dengan kekuatan yang dimiliki Indonesia, dia optimistis bisa mengatasi perlawanan tim Negeri Jiran.

"Saya yakin anak-anak bisa tampil maksimal dengan kekuatan kita. Di semua sektor, kita akan menampilkan kekuatan inti dan terkuat. Saya berharap semua pemain bisa main maksimal seperti kemarin saat melawan Denmark," ujarnya di Hotel Skyline Airport, Vantaa.

Ppoin-poin kekuatan Indonesia akan terletak pada sektor ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putri. "Kita yakin, tetapi tidak boleh terlalu berlebihan. Saya punya keyakinan bisa mengatasi Malaysia," jelasnya dalam keterangan tertulis.

Terkait

Untuk tunggal putra, Rionny menyebut bahwa kekuatan antara Indonesia dan Malaysia seimbang. "Untuk tunggal putra, kekuatannya ramai. Meski begitu saya harapkan semua sektor bisa ambil poin," tutupnya. 

Pertandingan babak perempatfinal perebutan Piala Sudirman akan digelar pada Jumat (1/10). Indonesia bertemu Malaysia pada laga sore pukul 16.00 waktu setempat atau pukul 20.00 WIB.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Badminton Indonesia (badminton.ina)

Berada di paruh bawah, kalau lolos dari hadangan Malaysia, Skuad Garuda di babak semifinal bakal bersua pemenang antara unggulan kedua sekaligus juara Grup D Jepang dan runner up Grup B, Chinese Taipei.

Sementara di paruh atas, unggulan pertama sekaligus juara Grup A, China bertemu Denmark, runner up Grup C. Sementara unggulan keempat Korea Selatan yang juga juara Grup B bakal bersua Thailand, runner up Grup A.

Sebelum proses undian digelar, BWF menyatakan bahwa, di babak perempatfinal sang juara grup tidak akan kembali bertemu dengan runner up dari grup yang sama. Artinya Indonesia tidak bertemu lagi dengan Denmark.

Indonesia tampil sebagai juara Grup C. Di babak penyisihan, tim Merah-Putih menang di tiga pertandingan. Yaitu 5-0 atas National Badminton Federation of Russia, serta masing-masing 3-2 atas Kanada dan Denmark. 

Juara grup C

Indonesia akhirnya berhasil keluar sebagai juara Grup C Piala Sudirman 2021. Tim Garuda bersama Denmark sebenarnya sudah memastikan lolos ke perempat final Piala Sudirman 2021. Namun, kedua kubu tetap menerjunkan para pemain terbaik demi mendapat status pemuncak grup.

Bermain di Energiaa Areena, Vantaa, Finlandia, Indonesia berhasil meraih kemenangan 3-2. Kemenangan Indonesia dalam laga yang berlangsung ketat tersebut ditentukan pasangan ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang turun di partai kelima.

Indonesia sempat unggul 1-0 terlebih dahulu melalui pasangan ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon seusai mengalahkan Mads Pieler Kolding/Frederik Sogaard 21-19 dan 21-15. 

Tidak mudah bagi keduanya untuk memenangkan gim. Sempat merebut angka pertama, Minions, julukan mereka, tertinggal oleh lawannya nyaris sepanjang gim sebelum menyamakan kedudukan 19-19 hingga bisa membalikkan keadaan untuk memenangi gim pertama 21-19.

"Kami terlalu lambat start. Namun, setelah lawan terkejar, mereka goyang. Pertahanannya juga tidak solid lagi," kata Kevin.

Namun, Indonesia harus kehilangan dua gim berikutnya di nomor tunggal putri dan tunggal putra. Putri Kusuma Wardani kalah atas Mia Blichfeldt 11-21, 21-16, dan 14-21. Selain itu, Anthony Sinisuka Ginting menyerah dari Anders Antonsen dengan 9-21 dan 15-21.

Sebenarnya unggul di empat pertemuan sebelumnya melawan Antonsen, kali ini Ginting mengakui lawan tampil lebih baik. "Kali ini dia bermain lebih aman. Dari awal sampai akhir Antonsen jarang membuat kesalahan. Dia juga tidak gampang mati sendiri," ujar Ginting seusai pertandingan.

Menurut dia, serangan-serangan yang dibangun tidak bisa menembus pertahanan lawannya. Sementara dengan bola yang cenderung berat, lawan yang saat ini berada di //rangking// ketiga dunia malah bisa lebih mengambil tempo permainan.

"Harus diakui, lawan memang lebih baik. Semua pemain, termasuk saya, tentu ingin menang. Namun, kali ini Antonsen menang dan harus diakui dia lebih baik penampilannya dibanding saya," kata peraih perunggu Olimpiade Tokyo ini.

"Tadi dari sisi permainan, Antonsen lebih baik. Saya sudah mencari berbagai cara untuk mendapatkan poin, tetapi tidak berhasil. Dia memang lebih baik," ujar Ginting.

Di laga hidup-mati, Indonesia melalui pasangan peraih emas Olimpide 2020 Greysia Polii/Apriyani Rahayu tampil meyakinkan saat menaklukkan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen 21-17, 21-9 sehingga kedudukan imbang 2-2. 

Duet Praveen/Melati akhirnya menjadi penentu kemenangan Indonesia, 3-2, seusai menang atas pasangan Mathias Thyrri/Amalie Magelund dua gim langsung 21-8, 21-17.


×