Foto pahlawan revolusi dipajang di Museum Pahlawan Pancasila, Yogyakarta, Rabu (30/9/2021). Museum ini sebagai peringatan G30S/PKI di Yogyakarta, dua pahlawan revolusi gugur, yakni Brigjend Katamso dan Kolonel Sugiyono. | Wihdan Hidayat / Republika

Nasional

01 Oct 2021, 03:45 WIB

Lodewijk: Isu PKI Jadi Penyakit Tahunan

Sebanyak 42 persen responden survei menginginkan film G30S/PKI diputar kembali.

JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Lodewijk F Paulus mengkritik pihak-pihak yang selalu mengembuskan isu-isu terkait Partai Komunis Indonesia (PKI) setiap September. Apalagi pada tahun ini, isu yang dihembuskan adalah Tentara Nasional Indonesia (TNI) disusupi oleh partai berlambang palu dan arit itu.

"Jangan juga menjadi alasan itu kita selalu gaduh setiap masuk tanggal hari ini. Ini seperti penyakit tahunan jadinya, setiap mau tanggal 30 gaduh dengan isu yang sama," ujar Lodewijk di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (30/9).

Ia mempertanyakan banyak pihak yang menghembuskan isu TNI disusupi oleh PKI. Apalagi tak ada indikator yang jelas, jika alasannya adalah pemindahan diorama G30S/PKI di Museum Dharma Bhakti di Markas Kostrad.

Mantan jenderal Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu menjelaskan, TNI menerapkan tes ideologi dalam setiap rekrutmen prajurit TNI baik itu tamtama, bintara, maupun perwira. "Juga di satuan ada namanya pembinaan satuan, pembinaan mental, itu semua terdeteksi, memang ada proses seleksi alam yang nanti kita lihat apakah betul seperti itu," ujar Lodewijk.

photo
Pengunjung melihat diorama G30S/PKI di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Selasa (28/9/2021). Pembersihan monumen dan latihan upacara tersebut diselenggarakan dalam rangka persiapan jelang peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang akan diselenggarakan pada Jumat (1/10). - (Republika/Putra M. Akbar)

Hasil survei terbaru Media Survei Nasional (Median) menyebutkan, 46,4 persen responden masih percaya isu kebangkitan komunisme di Indonesia. "Yang percaya itu 28,5 persen, sangat percaya 17,9 persen, jadi kalau dijumlah yang percaya terhadap isu kebangkitan komunisme di Indonesia, itu 46,4 persen," kata Direktur Eksekutif Media Survei Nasional (Median) Rico Marbun.

Sementara responden yang tidak percaya terhadap isu kebangkitan komunisme di Indonesia sebanyak 45 persen. Jika dirinci, sebanyak 31,5 persen responden menyatakan tidak percaya, sedangkan 13,5 persen menyatakan sangat tidak percaya. Sementara responden yang tidak menjawab dan tidak tahu 8,6 persen.  

"Jadi ada selisih cukup tipis begitu sekitar 1,4 persen antara yang percaya dan tidak, tetapi sampai detik ini publik yang percaya ada kebangkitan komunisme itu kurang lebih ada 46,4 persen," ujarnya. 

photo
Seragam milik Brigjend Katamso dipajang di Museum Pahlawan Pancasila, Yogyakarta, Rabu (30/9/2021). - (Wihdan Hidayat / Republika)

Selain itu, Rico mengatakan, sebanyak 42 persen menginginkan film G30S/PKI diputar kembali. Responden yang menjawab tidak setuju film diputar kembali hanya 15 persen. Sementara yang menjawab tidak tahu 43 persen. 

"Dari sini kita bisa lihat gerakan agar film itu diputar kembali sepertinya mendapat persetujuan dari mayoritas publik," ujar Rico.

Pengambilan data survei tersebut dilakukan pada 19-26 Agustus 2021. Responden yang dilibatkan dalam survei itu sebanyak 1.000 responden dengan margin of error sebesar +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender. Quality control dilakukan terhadap 20 persen sampel yang ada sesuai dengan standard metodologi. 


×