Peternak memandikan sapi di salah satu peternakan sapi perah binaan Frisian Flag Indonesia di Tulungagung, Jawa Timur, Jumat (18/10/2019). Setelah mengikuti program Farmer2Farmer produksi susu dari peternak tersebut berkisar 15 hingga 18 liter per ekor p | ANTARA FOTO
29 Sep 2021, 03:36 WIB

Membangun Keahlian Peternak Indonesia

Peternak Indonesia terus berinovasi untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.

 

Di tengah meningkatnya konsumsi susu segar dalam negeri, peternak sapi perah lokal punya peluang besar untuk berkontribusi dengan meningkatkan produksi dan kualitas susu segar dalam negeri. Peluang ini tidak hanya terbuka bagi peternak laki-laki, tapi juga bagi peternak perempuan yang selama ini hanya membantu pengelolaan peternakan sapi perah lokal.

Berdasarkan hal tersebut, FrieslandCampina bersama afiliasinya di Indonesia PT Frisian Flag Indonesia (FFI) mengumumkan dimulainya program Women Empowerment in Dairy Kartini Peternak Indonesia yang bertujuan menggali potensi peternak perempuan. 

Program Women Empowerment in Dairy dengan nama Kartini Peternak Indonesia adalah inisiatif FFI di bawah Dairy Development Program (DDP) ini bekerja sama dengan mitra koperasi dan menggelar serangkaian pelatihan intensif kepada peternak perempuan. Pelatihan ini termasuk program-program pendampingan dan pemantauan yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas susu segar dalam negeri sekaligus meningkatkan kualitas dan taraf hidup para peternak perempuan di Indonesia.

Terkait

Pengumuman sekaligus peresmian program Kartini Peternak Indonesia digelar pekan lalu  secara daring dan dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Pertanian, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, perwakilan Kedutaan Besar Belanda, serta media. 

Dalam sambutannya, Menteri Pertanian Dr  H  Syahrul Yasin Limpo SH MH yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI drh Makmun MSc menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada Frisian Flag Indonesia dalam pengimplementasian program Kartini Peternak Indonesia. Menurut dia, pangan asal hewan merupakan sumber protein hewani yang sangat penting untuk pertumbuhan dan kecerdasan anak. 

“Susu harus hadir dan menjadi bagian dalam pencegahan stunting. Konsumsi protein hewani terbukti efektif dalam upaya pencegahan terjadinya stunting. Dan, salah satu sumber protein yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak dan kesehatan masyarakat adalah produk susu. Oleh karena itu, kampanye minum susu harus terus dilakukan,” ujar Makmun dalam keterangan pers yang diterima Republika.

Makmun menambahkan, “Bersama kita harus mengupayakan kesejahteraan peternak. Saya berharap apa yang dilakukan oleh FFI dapat mendorong pihak swasta lainnya untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat peternak yang lebih merata.”

Senada dengan hal tersebut, Asisten Deputi  Pengarustamaan Gender Bidang Ekonomi Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Eni Widiyan juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada Friesland Campina melalui PT Frisian Flag Indonesia, yang telah menginisiasi program Kartini Peternak Indonesia. Menurut dia, program ini membuka pengarusutamaan dan pembangunan gender yang pada hakikatnya adalah mewujudkan gender equality.

Program Kartini Peternak Indonesia adalah program yang responsif terhadap gender, yakni memberikan akses partisipasi kontrol dan membuka kesempatan bagi peternak perempuan untuk mendapatkan kesempatan yang sama seperti peternak laki-laki.

“Peningkatan jumlah peternak perempuan akan berkontribusi pada peningkatan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan. Pendapatan perempuan yang meningkat akan memperkecil kesenjangan kualitas hidup. Harapannya program Kartini Peternak Indonesia dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas perempuan peternak sapi perah serta mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Selain itu, para Kartini Peternak Indonesia juga akan menghasilkan susu yang berkualitas. Itu juga akan berkontribusi kepada peningkatan gizi bagi ibu hamil, bayi, dan menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan prevalensi stunting. Program Kartini Peternak Indonesia punya potensi yang besar untuk berkontribusi pada peningkatan GDP Indonesia,” ujar Eni memaparkan.

Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia Lambert Grijns juga mengungkapkan optimismenya dan mendukung penuh inisiatif ini sebagai wujud komitmen kemitraan pemerintah dan korporasi Belanda mendorong pembangunan manusia di mana korporasi beroperasi.

“Pemerintah Belanda sangat mengapresiasi inisiatif dari Frisian Flag Indonesia dan terus mendukung langkah-langkah yang mengedepankan kemitraan yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan kedua bangsa,” ujarnya.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Susu Seluruh Indonesia (GKSI) Dedi Setiadi juga menyampaikan, program kemitraan ini telah membantu anggota koperasi meningkatkan kinerja.

“Di bawah DDP, koperasi menggelar pelatihan-pelatihan intensif kepada peternak perempuan melalui beberapa program pendampingan dan pemantauan. Materi pelatihan mencakup kesehatan hewan, strategi pemberian pakan dan minum, pengelolaan kesejahteraan hewan, higienitas pemerahan susu, pengumpulan susu, dan sistem pengelolaan limbah. Harapan kami, program ini dapat terus meningkatkan kapasitas dan kualitas kinerja peternak perempuan, memajukan usaha, meningkatkan perekonomian keluarga, dan berkontribusi langsung dalam upaya peningkatan produktivitas susu segar dalam negeri,” kata Dedi Setiadi.

FFI yang merupakan bagian dari Friesland Campina sangat optimistis melihat potensi dan peluang pengembangan kapasitas, kapabilitas peternak perempuan, dan percaya bahwa program ini juga akan meningkatkan kinerja peternak sapi di Indonesia secara umum. Program Women Empowerment in Dairy Kartini Peternak Indonesia adalah program yang didesain berdasarkan pengamatan mereka terhadap kebutuhan, potensi, dan peran peternak perempuan dalam upaya memenuhi kebutuhan susu segar dalam negeri. 

"Kami mengambil pelajaran terbaik dari Friesland Campina yang telah melakukan pengelolaan peternakan sapi perah selama 150 tahun yang juga banyak dilakukan oleh peternak perempuan. Peternak perempuan Indonesia punya potensi yang sangat besar karena perempuan Indonesia adalah sosok yang tangguh, ibu yang pantang penyerah, dan pekerja yang kuat,” kata  Corporate Affairs Director PT Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro.


×