Atlet polo air putri DKI Jakarta Ariel D.C. Siwabessy (tengah) berupaya mempertahankan bola yang coba direbut atlet polo air putri Papua Natali W.D Karim (kiri) dan Irtiyah Qo’idah Nur (kanan), pada pertandingan polo air PON Papua di Stadion Akuatik, Kamp | ANTARA FOTO/Indrayadi TH
27 Sep 2021, 09:37 WIB

Jabar Tantang Jakarta di Final Polo Air Putri

Tim polo air putri Jawa Barat datang dengan status juara Pra-PON, sedangkan DKI Jakarta sebagai juara PON 2016.

PAPUA – Tim Polo Air Putri Jawa Barat (Jabar) akan menantang DKI Jakarta untuk memperebutkan medali emas Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Kepastian itu diraih usai dengan skor telak mengalahkan DI Yogyakarta dengan skor telak, 21-4, dalam laga kedua cabang olahraga polo air putri yang berlangsung di Stadion Akuatik Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura, Ahad (26/9).

Dua pemain Jabar, Ivy Pciscilla dan Hanna Firdaus, sama-sama menjadi bintang dengan menyumbang masing-masing empat gol. Ini merupakan kemenangan kedua putri Jabar, setelah di laga pertama mengalahkan tuan rumah, Papua, dengan skor mencolok, 22-7. 

Dengan kemenangan ini, pasukan Tanah Pasundan mengoleksi enam poin, sama dengan DKI Jakarta yang juga mengoleksi dua kemenangan. Dua kemenangan DKI Jakarta diraih usai menaklukan DI Yogyakarta dengan skor 19-3 dan menundukkan Papua, 20-3. 

Pada laga ketiga, Jawa Barat akan menantang DKI Jakarta untuk memperebutkan medali emas, hari ini, Senin (27/9). Tim polo air putri Jawa Barat datang dengan status juara Pra-PON, sedangkan DKI Jakarta sebagai juara PON 2016. 

Terkait

"Dua pertandingan telah kami lewati dan melawan Yogya masih sesuai prediksi, hanya saja tidak menyangka bisa menang dengan skor jauh lawan Yogya. Yang terpenting, perebutan medali emas melawan DKI. Kita siapkan mental pemain untuk bisa mendapatkan yang terbaik," ujar Pelatih Jawa Barat, Rangga Wisnu Wardhana dalam keterangan tertulis yang diterima Republika, Ahad (26/9).

Saat Pra-PON, Jabar bisa mengalahkan DKI Jakarta, namun belum pernah mengalahkan DKI pada pagelaran PON.

 
Jawa Barat datang dengan status juara Pra-PON tahun lalu, jadi tidak bisa dianggap enteng.
 
 

"Jawa Barat datang dengan status juara Pra-PON tahun lalu, jadi tidak bisa dianggap enteng. Yang pasti, mempertahankan gelar akan lebih sulit dibanding merebutnya. Dan kami sudah menyiapkan strategi khusus melawan Jabar," ujar Rezza Auditya, pelatih tim DKI Jakarta. 

Kapten tim DKI Jakarta mengatakan, modal kekuatan mental menjadi hal yang akan membuat mereka percaya diri di final nanti.

"Kita sudah bisa melalui grogi di awal-awal laga saat melawan Yogya dan Papua.  Selanjutnya, melawan Jabar kita sudah persiapkan sejak jauh hari-hari, semoga bisa terlalui dan mempertahankan medali emas," ujar Ariel Siwabessy, kapten tim DKI. 

Adapun untuk perebutan medali perunggu, akan mempertemukan tuan rumah Papua menghadapi DI Yogyakarta pada hari yang sama dengan gelaran final.


×