Membuat video di rumah selama pandemi (ilustrasi) | Dok Samsung Indonesia
23 Sep 2021, 18:45 WIB

Eksplorasi Karya Selama di Rumah 

Waktu yang dihabiskan di rumah, harus tetap diisi dengan hal baik. 

Pandemi masih saja berlangsung. Waku yang dihabiskan di rumah pun harus tetap diisi dengan hal-hal yang bermanfaat. Salah satunya, optimal mengeksplorasi passion

Saat ini, masyarakat semakin mengandalkan gawai dan inovasi teknologi yang dibawanya untuk mencoba hal-hal baru. Bagi yang gemar bernyanyi, tak ada salahnya menjajal kreasi konten home video clip.

Penyanyi yang sejak usia dini mengejar passion-nya di bidang tariksuara, Anneth Delliecia, membagikan pengalamannya melahirkan konten video musik dengan menggunakan Samsung Galaxy A32.

“Galaxy A32 merupakan one-stop solution bagi kamu yang senang membuat konten video. Smartphone ini mampu menghasilkan karya video dan foto dengan hasil yang maksimal,” ujar Anneth. 

Terkait

photo
Proses pembuatan home video (ilustrasi) - (Dok Samsung Indonesia)

Ia pun membagikan beberapa tips untuk menghasilkan konten mumpuni. Misalnya, dengan mencoba fitur yang berbeda dari Quad Camera Galaxy A32. 

Hasil tangkapan kamera adalah faktor utama yang menentukan kualitas video. Dengan Quad Camera dari Galaxy A32, kamera utama 64MP dan Depth Camera 5MP-nya mampu mengambil gambar suatu objek dengan memberikan efek blur natural. 

Selain itu, menurut Aneth, salah satu fitur Galaxy A32 yang biasa ia gunakan saat membuat video adalah fitur Scene Optimizer. Fitur ini bisa menggabungkan video dengan foto-foto lainnya dengan efek stop motion. Sehingga, video akan lebih terlihat lebih catchy.

Agar video tampak lebih profesional lagi, ada pula fitur Intelligent Flaw Detector yang mampu menangkap gambar yang tidak optimal. Misalnya. blur, back light atau mata merem. Gawai pun akan memberi notifikasi, sehingga video yang dihasilkan dapat lebih mumpuni. 

Maksimalkan Fitur Portrait

photo
Optimalisasi fitur portrait - (Dok Oppo Indonesia)

Pandemi memang memaksa kita untuk lebih banyak berada di rumah, namun buka berarti hal ini membatasi kita membuat karya. Content creator dan fotografer fesyen Sonia Eryka menjelaskan, motivasinya untuk berkarya adalah untuk berekspresi. “Saya suka membuat karya-karya yang memunculkan prespektif baru dari karya itu. Saat ini, berkarya adalah salah satu cara saya untuk menyalurkan perasaan-perasaan yang butuh jalan keluar,” ia menjelaskan. 

Oleh karena itu, berkarya akan makin maksimal apabila dilakukan dengan perangkat yang tepat. Salah satunya, Oppo Reno6 Series 5G. Fitur utamanya, Portrait Video akan semakin memudahkan membuat karya seni dalam menghasilkan gambar-gambar motion.

Chief Creative Officer Oppo Indonesia, Patrick Owen menjelaskan, bukan tanpa alasan Oppo Reno6 Series 5G memperkenalkan Portrait Video yang dilengkapi dengan fitur unggulan Bokeh Flare Portrait dan AI Highlight Video yang telah dioptimalisasi algoritma fotografinya secara komputerisasi. “Perangkat ini, ingin bersama penggunanya menciptakan karya seni yang indah hanya dengan satu klik di perangkatnya,” ujarnya. 

Saat ini, Oppo telah membangun lebih dari 10 juta basis data untuk meningkatkan kemampuan teknologi AI-nya. Data dalam database mencakup adegan gambar yang berbeda, postur dan posisi orang dalam gambar, perbedaan sudut pengambilan gambar, perubahan pencahayaan, jarak antara objek dan kamera. Dengan menggunakan data ini, algoritma Bokeh Flare Portrait Video dilatih puluhan ribuan kali untuk memastikan cakupan adegan yang mungkin ditemui pengguna saat memotret. 

photo
Fitur Portrat pada Reno6 - (Dok Oppo Indonesia)

Lebih lanjut, Sonia menyampaikan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita membuat karya. Misalnya, dengan menggabungkan hasil sketsa dan buat seperti film yang bergerak dengan fitur video. Selain itu, ada pula beberapa tips lain, di antaranya: 

1. Tentukan konsep video

Konsep sangat penting untuk dipersiapkan lebih dulu. Konsep konten akan memengaruhi keseluruhan teknik pengambilan video, fitur-fitur yang akan digunakan hingga proses editing yang dibutuhkan. 

Selain Bokeh Flare Video Effects dan AI Portrait Video Expert, kita juga bisa mengambil footage-footage bergerak dengan fitur Ultra Steady.

2. Siapkan properti yang mendukung

Gunakan properti yang ada di sekitar kita. Misalnya, goresan cat pada kanvas, tumpukan print out foto, bahkan wajah dari binatang kesayangan dapat menjadi properti video yang menarik.

3. Gabungkan video dan foto

Perbanyak ambil foto dan video sebagai stok shot agar memudahkan jika diperlukan di proses editing. Agar hasilnya bisa full screen, gunakan selalu mode portrait saat penggambilan gambar atau video.

4. Terus eksplorasi

Perbanyak referensi konsep video, aneka ragam properti, atau beragam fitur dalam menghasilkan karya. 

 
Konsep konten sangat berpengaruh dalam proses pengembangan karya. 
 
 

 


×