Relawan Baznas (Bazis) DKI Jakarta melakukan penyemprotan disinfektan turbosonic gratis di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Jakarta, Senin (9/8). Sejak bulan Juli 2021 layanan ini dijalankan hingga saat ini tercatat Baznas Bazis DKI Jakarta telah melakukan t | Prayogi/Republika.
21 Sep 2021, 10:19 WIB

Baznas-Muhammadiyah Perkokoh Sinergi

Kerja sama Baznas dan Muhammadiyah diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi bangsa.

JAKARTA – Muhammadiyah, melalui Lembaga Amil Zakat Infak dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu), menjalin kerja sama kemitraan jangka panjang dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Penandatanganan program kerja sama tersebut dilakukan secara daring, Senin (20/9).

"Syukur Alhamdulillah, sekian kali Lazismu dan Baznas bekerja sama dalam menjalankan program yang insya Allah saat ini kita selenggarakan program bukan hanya kerja sama, tapi sama-sama kerja. Kami rumuskan untuk satu tahun lebih ke depan dalam proses panjang," kata Ketua Badan Pengurus Lazismu, Hilman Latief.

Kerja sama ini akan dilaksanakan selama 17 bulan ke depan. Melalui kerja sama ini, Baznas akan mengalokasikan dana Rp 10 miliar. Begitu pun Lazismu, menurut Hilman, juga ikut mengalokasikan dana yang mendekati angka tersebut.

Hilman melanjutkan, membutuhkan waktu hingga lima bulan dari proses kedekatan hingga keseriusan antara Baznas dengan Muhammadiyah. Kedua lembaga ini ingin membangun program jangka panjang agar menghasilkan manfaat nyata bagi bangsa. Lazismu berkomitmen menjalankan program ini sebaik-baiknya sekaligus mendorong kerja sama dengan berbagai pihak.

Terkait

"Selama 17 bulan ke depan, kita sepakat bahwa memberdayakan penerima manfaat atau mustahik merupakan tugas kita semua,’’ katanya.

Ia menerangkan, program ini akan memberdayakan kelompok masyarakat di beberapa daerah. Pada tahap pertama, program kerja sama ini akan dilaksanakan di tiga daerah yakni Serang, Luwuk Banggai, dan Maluku.

‘’Kita berharap, intervensi dana zakat yang di-manage dengan baik, betul-betul memberikan pengaruh dari cara berfikir, bersikap, dan cara meningkatan kualitas hidup masyarakat, butuh tim kuat," ujar Hilman.

Terkait pengalokasian dana Rp 10 miliar, ia mengatakan, Lazismu akan memberikan penyertaan dana pendamping. Hal ini agar Lazismu dapat terus memperluas program yang dijalankan.

Sementara Ketua Baznas, Noor Achmad mengatakan, dalam kurun waktu 2021 sampai 2025, Baznas memiliki program empat penguatan. Salah satunya, ingin memperkuat kelembagaan dari pusat hingga daerah. Kerja sama dengan Muhammadiyah ini, menurut dia, termasuk ke dalam  penguatan kelembagaan, yang akan lebih banyak mengabdi kepada masyarakat.

"Harapan kita setelah Baznas penghimpunannya bagus, tidak hanya Rp 10 miliar, tapi bisa lebih dari itu di tahun mendatang,’’ kata Noor Achmad.

Ia yakin, ke depan penghimpunan zakat akan semakin meningkat. Karena itu, ia pun berharap, kerja sama ini akan berlanjut dan lebih meningkat lagi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi atas kerja sama Baznas-Muhammadiyah ini. Dia berharap, kerja sama akan terus diperluas.

Muhammadiyah, menurut Haedar, mengapresiasi penguatan kelembagaan Baznas sejak berdiri pada 2001 sampai sekarang ketika Baznas dipimpin oleh Noor Achmad. Penguatan kelembagaan itu terus dilakukan untuk menjadikan Baznas sebagai lembaga penghimpun zakat nasional yang kuat, terpercaya, dan modern sebagaimana komitmen awal.

‘’Harapan dan capaian yang digambarkan Prof Noor akan semakin mempermudah pelaksanaan program zakat, infak, sedekah secara masif," kata Haedar.

Sebelumnya, tepatnya pada Februari 2021, Baznas telah membangun kerja sama strategis dengan Muhammadiyah. Sinergi diimplementasikan dalam bentuk program pengentasan kemiskinan, pemberdayaan usaha kecil, bantuan untuk para mubaligh, khususnya di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), serta bantuan beasiswa dan bantuan kesehatan untuk dhuafa.


×