Menteri BUMN Erick Thohir memberikan makanan ke sejumlah kera ekor panjang di obyek wisata Monkey Forest, Ubud, Gianyar, Bali, Senin (20/9/2021). Kunjungan Menteri BUMN ke obyek wisata yang dihuni sekitar 1.200 kera ekor panjang tersebut untuk memberi ban | ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo/rwa.
20 Sep 2021, 18:34 WIB

Erick: Pelabuhan Benoa Bali Tampung Produk Pengusaha Lokal

Erick Thohir ingin BUMN lebih maksimal mendorong perkembangan UMKM.

JAKARTA -- Menteri BUMN Erick Thohir akan alokasikan 100 persen area komersial di pelabuhan Benoa, Bali untuk menampung produk dan hasil karya para pengusaha lokal.

"Saya juga sudah proyeksikan, jika pengembangan pelabuhan Benoa oleh Pelindo III selesai, maka saya akan mengalokasikan 100 persen arena komersial di pelabuhan Benoa untuk menampung produk dan hasil karya para pengusaha lokal untuk mempromosikan dan menjual produk mereka," ujar Erick Thohir di Jakarta, Senin 20 September 2021.

Sesuai dengan tupoksi Kementerian BUMN terhadap para UMKM atau enterprenuer baru, fokus dukungan yang bisa diberikan meliputi pendanaan, akses pasar, dan logistik. Terdapat beberapa BUMN yang bisa mendukung kemajuan industri ekonomi kreatif dan juga UMKM sehingga selain memberi bantuan, juga pendampingan agar bisnis sektor yang menggerakkan ekonomi di tingkat terbawah itu bisa berputar.

"Kita benahi infrastruktur, seperti pembangunan jalon tol karena ongkos logistik di Indonesia mahal. Bisa 26 persen, sementara negara Asia Tenggara lainnya dibawah 15 persen. Jika logistik mahal, maka nilai kompetitifnya mahal. Soal pendanaan, BUMN punya holding ultra mikro yang terdiri dari BRI, Pegadaian, dan Penanaman Modal Madani yang bisa memfasilitasi pinjaman Rp1 juta hingga Rp4 juta dengan bunga murah," kata Erick Thohir.

Terkait

Sementara akses pasar, Kementerian BUMN mempunyai platform PaDi (Pasar Digital) UMKM. Dengan didasari atas prinsip bahwa sebuah usaha tidak bisa berdiri sendiri, PaDi UMKM yang kini menampung hampir 10 ribu UMKM menjadi marketplace yang bisa diakses BUMN untuk memenuhi kebutuhannya melalui UMKM.

"Dengan akses PaDi UMKM ini semua pihak bergotong royong antara BUMN, swasta, UMKM, dan sektor bisnis lainnya agar semua yang terlibat diuntungkan. Bersama PaDI, para UMKM itu langsung terintegrasi dengan OSS (One Stop Service) Kementerian Investasi dan kemudahan mendapat sertifikasi dari Kementerian Perindustrian," ujar Erick Thohir.

Keberadaan PaDi sudah dirasakan, salah satunya oleh Penenunan Astiti, asal Desa Geigei, Klungkung yang mendapat pendampingan dari Telkom untuk digital marketing. Usaha kain endek dan songket yang dikelola Nyoman Sudasa, 73 tahun, merasakan manfaat dari PaDi UMKM yang dalam sebulan terakhir menyumbang transaksi online senilai Rp13 juta.

Sebelumnya Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) Boy Robyanto mengatakan pengembangan Pelabuhan Benoa, Bali, dalam konsep Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) akan rampung pada pertengahan tahun 2023.Boy mengatakan, dari 16 paket pekerjaan yang direncanakan, saat ini masuk pada paket kelima, ditambah beberapa pekerjaan yang sudah mencapai 100 persen.

Wika suntik modal usaha

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk  atau Wika akan menyuntikkan modal kepada anak usahanya PT Wika Tirta Jaya Jatiluhur (WTJJ) sebesar Rp 402,03 miliar. Penambahan modal tersebut merupakan pemenuhan kewajiban belanja modal perseroan.

"Biaya investasi pada WTJJ ini bersumber dari dana PMN sebesar Rp 402 miliar dan kas sebesar Rp 30 juta," ungkap manajemen perseroan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), akhir pekan lalu.

Penambahan setoran modal ini membuat persentase kepemilikan saham Wika di WTJJ mengalami perubahan menjadi 80 persen. Sebelumnya, WIKA hanya menggenggam sebesar 30 persen saham WTJJ.

Dengan demikian, WIKA akan menjadi pemegang saham pengendali WTJJ. Sedangkan pemegang saham WTJJ lainnya yaitu PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JAKON) akan terdilusi dari 60 persen menjadi 17,44 persen. Sementara itu, PT Tirta Gemah Ripah (TGR) akan terdilusi dari 10 persen menjadi 2,56 persen.

WIKA akan melakukan setoran modal kepada WTJJ sebesar Rp 31,4 juta yang akan diambil dari konversi uang muka setoran modal tersebut. Sisa uang muka sebesar Rp 370,63 miliar akan disetor berdasarkan permintaan WTJJ melalui konversi.

Rencana transaksi ini akan dapat mengembangkan usaha Wika di bidang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) melalui WTJJ. Rencana transaksi ini juga dapat meningkatkan kinerja keuangan perseroan yang pada akhirnya dapat menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham sekaligus dapat memberikan dividen.

Wika mengakui mengalami tekanan keuangan sebagai dampak pandemi. General Manager Investor Relation Wika Purba Yudha Tama mengatakan, tantangan pandemi membuat terjadinya penurunan dalam performa keuangan perusahaan. Yudha menyampaikan, pendapatan perusahaan baru mencapai Rp 6,7 triliun per kuartal II 2021 dari target pendapatan sebesar Rp 26,2 triliun untuk tahun ini.

"Capaian memang turun dibandingkan kuartal II 2020 yang sebesar Rp 7,1 triliun," ujar Yudha.

Sementara untuk laba kotor per kuartal II 2021 sebesar Rp 547 miliar. Angka itu turun dibandingkan laba kotor kuartal II 2020 yang sebesar Rp 670 miliar. Sedangkan laba bersih tercatat sebesar Rp 136 miliar pada kuartal II 2021 atau turun dibandingkan kuartal II 2020 yang sebesar Rp 325 miliar.

Yudha menyebut margin laba kotor dan laba bersih perusahaan pada kuartal II 2021 tercatat sebesar 8,08 persen dan 2,01 persen atau turun dibandingkan kuartal II 2020 yang sebesar 9,39 persen dan 4,55 persen.


×