Atlet sepatu roda DIY berlatih untuk PON XX Papua 2021 di Komplek Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Kamis (16/9/2021). | Wihdan Hidayat / Republika
17 Sep 2021, 03:55 WIB

‘Rakyat Papua Jaga Kami’

PB PON XX Papua menyatakan sudah menyiapkan pengamanan optimal.

PADANG — Kondisi keamanan pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dikhawatirkan sejumlah pihak. Kendati demikian, pihak-pihak terkait meyakini, pelaksanaan event multicabang nasional itu akan berlangsung aman.

"Saya yakin aman. Kami yakin, masyarakat dan polisi di sana (Papua) akan menjaga," kata atlet gantole dari kontingen Sumatra Barat, Rijalul Fathani, kepada Republika, Kamis (16/9). Rijal merasa masyarakat Papua adalah saudara sebangsa setanah air sehingga akan saling menjaga satu sama lain selama gelaran PON.

Rijal mengetahui di dalam kontingen Sumbar ada anggota kepolisian yang ikut mengawal. Menurut atlet kelahiran Payakumbuh ini, kehadiran polisi di dalam kontingen juga menambah kenyamanan dan keamanan di dalam tim. 

Rijal akan berangkat ke Bumi Cenderawasih pada Senin (20/9). "Tanpa didampingi (polisi) pun, kami yakin masyarakat Papua akan menjaga keamanan kami," kata Rijal.

Terkait

Keyakinan serupa disampaikan petenis Jawa Timur David Agung Susanto. “Selain percaya dengan tenaga keamanan, kita juga banyak berdoa agar PON bisa berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti," kata Agung.

photo
Sejumlah bocah menyaksikan hiburan saat Gebyar PON XX Papua Kluster Kota Jayapura di Lapangan Karang Papua Trade Center (PTC) Entrop, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (4/9/2021). Gebyar PON XX Papua Klaster Kota Jayapura tersebut menghadirkan hiburan penyanyi nasional, lokal, stan kreatif kuliner UMKM se-Kota Jayapura dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH/wsj.)

Manajer tim sepatu roda kontingen DKI Jakarta, Muhammad Sal, yang sudah tiba di Papua sejak 11 September lalu juga mengungkapkan bahwa kondisi di Papua, khususnya Jayapura, aman-aman saja. Ia juga terkesan dengan keramahan warga setempat. “Saya tanya kabar, mereka menjawab dengan ramah,” ujarnya.

Sejauh ini kontingen yang akan berlaga pada PON XX Papua sudah mulai bertolak dari daerah masing-masing. Bakal ada sekitar 7.000 atlet yang berlaga pada 37 cabang olahraga dalam event yang dibuka pada 2 Oktober dan berakhir pada 15 Oktober itu. Kota dan Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika, dan Kabupaten Merauke akan jadi lokasi pertandingan.

Guna menjamin keamanan kontingen, pemprov menyertakan aparat keamanan yang melekat. Untuk kontingen Sumatra Barat, misalnya, Kabid Humas Polda Sumatra Barat Kombes Pol Stefanus Satake Bayu mengatakan, pihaknya menyertakan 21 anggota kepolisian pendamping.

Sementara kontingen DKI Jakarta yang meliputi 735 atlet akan dikawal 20 personel Polda Metro Jaya. KONI DKI Jakarta juga meminta bantuan pengamanan kontingen kepada TNI Angkatan Laut melalui Lantamal X dan XI serta Lanal Mimika.

Ketua Bidang II Panitia Besar (PB) PON XX Papua Roi Letlora menekankan bahwa keamanan acara adalah juga soal muruah bangsa. Karena itu, keamanan akan jadi salah satu fokus utama dari PON Papua. 

Selain kontingen dari seluruh penjuru negeri, perwakilan dari 16 negara Asia Pasifik juga akan hadir. "Saudara-saudara saya dari 33 daerah di seluruh Indonesia merupakan tamu kehormatan di mana kewajiban kita menjaga keamanan mereka,” kata Roi kepada Republika, kemarin.

Roi mengatakan, pengamanan di PON Papua nanti melibatkan semua unsur. "Ada dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga pemuda masyarakat sekitar lokasi pertandingan. Ini sebagai bentuk persuasif dalam menciptakan keamanan selama PON."

Perekrutan pemuda yang menjadi bagian sukarelawan PON Papua, menurut Roi, dilakukan dengan sangat selektif. “Screening ketat ini juga akan kita lakukan jika nanti PON diperbolehkan disaksikan penonton langsung,” katanya.

Untuk tenaga keamanan, jumlahnya masih terus bertambah. Sebelumnya diinformasikan 9.000 personel Polri akan terlibat. Belakangan, TNI juga akan menerjunkan 4.640 personel. 

Wakil Ketua KONI Suwarno juga yakin pada pengamanan yang disiapkan oleh panitia pelaksana PON Papua. Terlebih, panitia telah menggandeng tak hanya TNI dan Polri, tetapi juga para tokoh adat. "PON adalah kehormatan bagi orang Papua. Mereka pasti sudah melakukan langkah-langkah yang tepat untuk memberikan rasa aman," ujar Suwarno.

Kepala Biro Penmas Mabes Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono mengatakan, sejauh ini satu-satunya ancaman dalam pesta olahraga Tanah Air tersebut adalah keberadaan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Akan tetapi, Rusdi menegaskan, Polri bersama TNI akan menjamin keselamatan warga negara dari ancaman itu. 

Polri dan TNI saat ini sedang menyusun strategi pengamanan dan melakukan pemetaan kerawanan untuk mencegah segala potensi ancaman yang ada. “Tentunya kita semua berharap PON Papua yang ke-20 itu bisa berjalan aman dan damai. Mohon doanya karena ini hajatan bersama,” kata Rusdi.

Rusdi membeberkan, beberapa pemetaan kerawanan dan pencegahan sudah dilakukan sejak bulan lalu. Demikian juga persiapan jumlah personel pengamanan, termasuk perbantuan maupun patroli sejumlah titik di wilayah yang menjadi tempat perhelatan PON Papua.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PON XX PAPUA 2021 (ponxx2020papua)

Obor PON Satukan Papua

Panitia Besar Pekan Olahraga Nasional (PB PON) Papua menyatakan, perlengkapan Kirab Api PON XX dibuat menyerupai salah satu alat musik tradisional setempat, yakni tifa. Hal itu karena alat musik tabuh itu dinilai alat musik pemersatu Papua.

Wakil Sekretaris IV Bidang Humas dan PPM PB PON Papua, Kadkis Matdoan mengatakan, terinspirasi alat musik tradisional tifa, seluruh dasar desain perlengkapan kirab api PON, yang dibuat menyerupai bentuk alat musik kebanggaan Bumi Cenderawasih ini.

"Tifa bagi masyarakat Papua adalah alat musik tradisional, yang mampu menyatukan semua elemen masyarakat," katanya di Jayapura, Rabu (15/9) malam. Menurut Kadkis, bahkan tifa mendapatkan apresiasi dunia setelah diperkenalkan di ajang Festival Fete De La Musique, yang diselenggarakan UCCN (UNESCO Creative Cities Network).

"Provinsi Papua, sebagai tuan rumah penyelenggaraan PON XX 2021 telah menyiapkan desain perlengkapan kirab api ini secara mendalam, melewati berbagai pertimbangan karakteristik masyarakat dan budaya," ujarnya.

Dia menjelaskan, sebagai salah satu lumbung seni dan budaya di Indonesia, melalui putra-putri terbaiknya, Papua berhasil berkolaborasi membuat desain kreatif obor, tungku, dan lentera yang unik mengadopsi kekayaan budayanya. "Bentuk ini menggambarkan sikap keteguhan dan keberanian masyarakat Papua," katanya.

photo
Ketua Kontingen Papua Irjen Pol Mathius D. Fakhiri bersama atlet dan ofisial mengikuti apel pelepasan kontingen PON Papua di Stadion Mandala, Kota Jayapura, Papua, Kamis (9/9/2021). Gubernur Papua Lukas Enembe melepas kontingen Papua sebanyak 1.312 atlet dan ofisial untuk mengikuti PON Papua dengan target 84 medali emas dari 37 cabor yang akan diikuti. - (ANTARA FOTO/Indrayadi TH/aww.)

Dia menambahkan, pada beberapa sisi, terdapat ornamen yang terinspirasi dari kekayaan alam Papua, salah satu sisinya, terdapat warna kuning yang menyimbolkan kemakmuran dan kejayaan wilayah gunung dan pantai. Seluruh proses kreatif ini melibatkan tangan-tangan terbaik yang dimiliki Indonesia, mulai proses desain hingga produksi melibatkan putra-putra terbaik bangsa. "Papua ingin menunjukkan pada dunia bahwa Indonesia mampu melakukan semua ini secara mandiri lewat kreativitas anak negeri," ujarnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, menyatakan acara penyambutan tim kirab api PON yang melintasi Jayawijaya, tetap ketat dalam menerapkan protokol pencegahan Covid-19. Bupati Jayawijaya, Jhon Richard Banua, di Wamena mengatakan, tim kirab api PON akan tiba di Jayawijaya pada 29 September.

"Sudah ada tim kesehatan sebab kami minta prokes tetap dilakukan. Jadi, orang yang mau nonton hiburan atau pameran kirab api PON semua prokes, terutama di pintu-pintu masuk," katanya.

Pemerintah Jayawijaya bersama penyelenggara sudah melakukan pertemuan, terkait penyambutan tim kirab api PON. Selanjutnya, akan dimantapkan lagi persiapannya sebelum hari-H. "Kami pemerintah dan masyarakat Jayawijaya akan menerima api PON, penjemputan sampai pelepasan kami tetap mendampingi itu," katanya.

Tim Kirab Api PON XX, yang direncanakan tiba di Jayawijaya pada 29 September, akan bermalam dan selanjutnya menuju Kabupaten Merauke. "Tanggal 30 September, harus kita lepas tim kirab api PON lagi ke Merauke," katanya.

Pemerintah Jayawijaya akan membangun stan-stan serta hiburan dalam rangka penyambutan tim kirab Api PON.

Pertumbuhan UMKM

Pemerintah Provinsi Papua juga mengharapkan, setelah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, banyak tumbuh usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), sekaligus dapat meningkatkan perekonomian wilayah itu.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Papua, Muhammad Musaad mengatakan, selain itu, diharapkan semakin banyak generasi muda atau milenial untuk lebih memilih profesi sebagai wirausaha muda. "PON XX ini dijadikan momentum untuk berbagai aspek, khususnya untuk ekonomi, yakni sebagai momentum guna kebangkitan UMKM di Papua," ujarnya.

Dia mengingatkan kembali pernyataan presiden ke-3 RI BJ Habibie bahwa masa lalu Indonesia adalah Sumatra, masa kininya Indonesia adalah Jawa, dan masa depan Indonesia adalah Papua. Hal itu, menurut dia, merupakan pernyataan yang luar biasa untuk memberikan semangat bagi Bumi Cenderawasih.

"Maka tugas selanjutnya adalah bagaimana mempromosikan Papua untuk semakin banyak diketahui orang, dan terpenting yang harus dikembangkan adalah gambaran positif tentang Bumi Cenderawasih," katanya lagi.

Pihaknya berharap setelah PON XX, Papua dapat lebih berkembang di segala lini pembangunan.

Sumber : Antara


×