Dua helikopter MH-60R Sea Hawks terbang di atas USS Ronald Reagan dalam latihan militer di Laut Cina Selatan pada 2020 lalu. | EPA-EFE/MC2 Samantha Jetzer
17 Sep 2021, 03:45 WIB

Aliansi Indo-Pasifik Dibentuk

Australia akan membangun delapan kapal selam nuklir.

WASHINGTON -- Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengumumkan, AS membentuk aliansi keamanan Indo-Pasifik yang baru dengan Inggris dan Australia untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Langkah ini diprediksi memperdalam ketegangan dengan Cina.

Biden, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison tampil bersama secara virtual untuk mengungkapkan detail aliansi baru yang dinamakan AUKUS, yaitu singkatan dari Australia, United Kingdom (Inggris), dan United States (AS).

"Kami semua menyadari pentingnya untuk memastikan perdamaian dan stabilitas jangka panjang di Indo-Pasifik. Kami harus mengatasi lingkungan strategis kawasan saat ini dan bagaimana perkembangannya," kata Biden, Kamis (16/9).

Ia mengatakan, aliansi baru ini mencerminkan tren peran yang lebih luas dari mitra-mitra Eropa di Indo-Pasifik. Tampaknya aliansi baru ini menjadi langkah provokatif terhadap Cina yang berulang kali mengecam upaya Biden dalam memfokuskan kembali kebijakan luar negerinya di Pasifik pada awal masa pemerintahannya.

Terkait

"Kami akan memiliki kesempatan baru untuk menegaskan posisi Inggris di garda depan ilmu pengetahuan dan teknologi, memperkuat keandalan nasional kami dan mungkin, yang paling signifikan, Inggris, Australia dan AS akan bekerja sama lebih erat," kata Johnson.

Ketiga negara itu sepakat untuk berbagi informasi di tiga bidang. Ketiga bidang itu adalah kecerdasan artifisial, kapabilitas pertahanan siber, dan pertahanan bawah laut. Hingga saat ini AS hanya berbagi informasi teknologi pengembangan nuklir dengan Inggris.

Mereka mengumumkan rencana mendukung Australia memiliki kapal selam berkekuatan nuklir. Namun, Biden mengatakan, Australia tidak ingin mengembangkan program senjata nuklir.

Proyek kapal selam bertenaga nuklir ini menjadi kunci dari kesepakatan AUKUS. Laman BBC menyebutkan, delapan kapal selam akan dibangun di Adelaide, Australia Selatan. AS dan Inggris akan memandu proyek tersebut di ranah teknologi.

“Kapal selam nuklir memiliki kapabilitas pertahanan yang luar biasa dan karenanya ini berpengaruh pada kawasan, hanya enam negara di dunia yang sudah memiliki kapal selam nuklir. Mereka memiliki kapabilitas pertahanan yang amat kuat meski tanpa dipasangi senjata nuklir,” ujar Michael Shoebridge, direktur Pertahanan, Strategi, dan Keamanan Nasional di Australian Strategic Policy Institute yang dikutip BBC, Kamis.

photo
Kapal Penjaga Pantai Cina tertangkap kamera Bakamla RI sedang berlayar di perairan Natuna pada September 2020. - (AP/Indonesian Maritime Security Age)

Namun, kesepakatan baru ini juga mendepak kesepakatan sebelumnya antara Australia dan Prancis untuk membangun 12 kapal selam konvensional bertenaga listrik-diesel. Prancis amat marah karena Australia mengatakan akan mengakhiri kontraknya dengan produsen kapal selam DCNS yang sebagian besar sahamnya milik Pemerintah Prancis.

Aliansi baru ini diumumkan saat hubungan AS dan Cina sedang memburuk. AS terang-terangan mengkritik Cina. Namun, pemerintahan Biden mengatakan, ingin bekerja sama dengan Negeri Tirai Bambu itu pada isu-isu yang menjadi kepentingan bersama. Isu itu misalnya menahan penyebaran virus korona dan perubahan iklim.

Namun, Cina mengatakan kesepakatan AUKUS merusak perdamaian dan stabilitas di kawasan. Aliansi itu juga disebut Cina akan membahayakan upaya dalam menghambat pengembangan senjata nuklir.

“Tugas paling mendesak bagi Australia adalah untuk segera menyadari alasan kemunduran hubungan kedua negara (Australia dan Cina -- Red) dan berpikir dengan saksama apakah akan memperlakukan Cina sebagai mitra atau musuh,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Cina Zhao Lijian, Kamis.

Sumber : Reuters/Associated Press


×