Usaha rintisan (Ilustrasi) | Pexels/Anthony Shkraba
14 Sep 2021, 18:29 WIB

Semangat Pertumbuhan Pascapendanaan

Industri rintisan di Indonesia masih banyak dilirik untuk meraih pendanaan.

Industri usaha rintisan di Indonesia, ternyata masih banyak diliruik para investor. Pada Selasa (14/9), Pluang, perusahaan rintisan berbasis teknologi finansial, mengumumkan telah meraih pendanaan tambahan sebesar 35 juta dolar Amerika Serikat (AS). 

Jika ditambah dengan pendanaan sebesar 20 juta dolar AS yang diraih Maret lalu, maka Pluang kini telah mengantongi pendanaan sebesar 55 juta dolar AS sepanjang tahun ini.

Pendanaan ini dipimpin oleh Square Peg dan memiliki konsorsium yang beranggotakan Susquehanna International Group (SIG), UOB Venture Management, beserta investor existing Pluang, termasuk Go-Ventures dan Openspace Ventures. “Kami selalu kagum atas inovasi produk, pertumbuhan bisnis Pluang, dan unit ekonomi yang baik di kelasnya,” ujar Partner Go-ventures, Aditya Kamath.

Pendiri Pluang, Claudia Kolonas dan Richard Chua, terinspirasi untuk mendirikan Pluang setelah mengikuti kelas Business at the Base of the Pyramid ketika keduanya menempuh pendidikan MBA di Harvard Business School. 

Terkait

photo
Aplikasi Pluang (Ilustrasi) - (GooglePlayStore/Pluang)

Sejak didirikan 2019 lalu, hampir tiga juta orang telah mendaftar di Pluang. Rencananya, Pluang akan menggunakan dana tersebut untuk mempercepat peluncuran produk baru guna memenuhi permintaan konsumen yang terus bertumbuh. Saat ini, Pluang menyediakan akses investasi emas, Micro E-Mini Index Futures, reksa dana, dan aset kripto kepada investor ritel Indonesia.

Pluang juga akan memanfaatkan pendanaan yang diperoleh untuk merekrut orang-orang terbaik, demi mencapai misi Pluang yaitu membantu semua orang merasakan serunya berinvestasi secara bijak. “Kami terkesan dengan visi Claudia dan Richard untuk membuka akses terhadap penciptaan kekayaan bagi masyarakat Indonesia. Termasuk, kesadaran mereka untuk memperbaiki literasi finansial di Indonesia,” jelas Partner Square Peg, Tushar Roy.

Menurutnya, dalam membangun Pluang, Claudia dan Richard mengombinasikan pengetahuan yang dalam tentang pasar Indonesia, dengan pengetahuan tentang manajemen kekayaan dan pendidikan finansial. 

Hadirnya aplikasi Pluang, memungkinkan penggunanya untuk menabung dan berinvestasi mulai dari Rp10 ribu di beragam aset investasi hanya melalui satu aplikasi saja. Dengan begitu, pengguna bisa berinvestasi dengan mudah dan melakukan diversifikasi yang merupakan kunci utama bagi investor pemula untuk belajar meminimalisasi risiko. 

Semarak Pendanaan di Ekosistem Aset Digital

photo
Bitcoin (Ilustrasi) (AP Photo/Frank Jordans) - (AP)

Perkembangan aset digital Indonesia terus menunjukkan tren yang positif. Pekan lalu, salah satu bursa aset kripto, Zipmex mengumumkan penerimaan dana investasi sebesar 41 juta dolar AS dari Krungsri Finnovate Company Limited, yang merupakan pemodal ventura korporasi dari Bank of Ayudhya PCL.

Bersamaan dengan ini, ada pula Plan B Media Company Limited dan Master Ad Public Company Limited yang juga terlibat dalam putaran investasi. Penerimaan pendanaan seri B ini menandai aksi intitusi dan korporasi pertama di kawasan Asia Tenggara yang berinvestasi secara terbuka di aset digital.

CEO dan Co-Founder Zipmex Marcus Lim mengatakan komitmen dari Krungsri Finnovate merupakan langkah yang bermakna bagi Zipmex. “Pendanaan ini juga menunjukkan aset digital berpotensi menjadi bagian utama dari gaya hidup kita,” ujarnya.

Menurut Marcus, sinergi aset digital dan perbankan tradisional dapat menciptakan dan menghadirkan pengalaman baru yang lebih inovatif dari sekadar menggunakan mata uang fiat. Sebelumnya, Krungsri Finnovate telah berpartisipasi dalam pendanaan Seri A untuk sejumlah perusahaan rintisan dari berbagai bidang fintech.

Beberapa di antaranya, adalah perusahaan blockchain, pinjaman, lokapasar, insurtech dan pengiriman uang lintas batas. Portofolio mereka mencakup Grab, Flash Express, Synqa, dan Finnomena.

Managing Director di Krungsri Finnovate Sam Tanskul mengungkapkan, Krungsri Finnovate sangat mementingkan teknologi dan inovasi keuangan dalam segala hal. “Kami percaya, teknologi dan inovasi akan menjadi pendorong lahirnya yang berfokus pada tantangan serta peluang di bidang ekonomi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Sam.

Ia menambahkan Krungsri meyakini, investasi ini juga akan berkontribusi dalam menyelami potensi industri aset digital. Terasuk juga membangun ekosistem yang kuat guna menghadirkan solusi tepat untuk menjawab kebutuhan pelanggan yang berubah.

Pengembangan Bisnis

Kucuran dana segar, identik dengan pengembangan strategi bisnis di masa depan. Heard Corporate Communication Zipmex Indonesia Erdina Louise Oudang mengungkapkan, Zipmex memiliki  rencana jangka pendek dan panjang, khususnya untuk pasar Indonesia.

Menurutnya, membangun awareness di pasar, saat ini menjadi salah satu fokus jangka pendek. Kemudian untuk rencana jangka panjangnya, kata Erdina, adalah melakukan edukasi terus-menerus di pasar Zipmex.

Contohnya, adalah membangun berbagai komunitas. Salah satu komunitas yang telah dibangun Zipmex,  yakni Zipmex Troops sudah mempunyai anggota lebih dari 14 ribu orang.

Siapapun bisa bergabung ke dalam Zipmex Troops, baik seseorang yang sudah antusias atau pemula yang hanya ingin berkenalan aset digital. “Silakan bergabung, karena kami percaya, baik dari pihak swasta ataupun dari pihak pemerintah, harus bergabung untuk mengembangkan dan mengedukasi,” ungkap Erdina.

Zipmex adalah salah satu platform jual beli aset digital di Asia Tenggara. Didirikan pada 2018, Zipmex  beroperasi di empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Thailand dan Australia.

Di dalam ekosistem Zipmex, pengguna dapat berinvestasi melalui beragam produk dengan berinvestasi dan membelanjakan asetnya menggunakan token native Zipmex ZMT (Zipmex Token). Beberapa contoh produk investasi Zipmex di antaranya adalah ZipUp-rekening fleksibel yang dapat diakses dan ditarik kapan saja di mana saja.

Awal bulan ini, Zipmex juga akan memperkenalkan Zipmex Card, yaitu kartu pembayaran baru yang didukung Visa dan akan diluncurkan pada akhir tahun. Fasilitas ini akan memberi pengguna Zipmex kebebasan untuk membelanjakan aset digital mereka di lebih dari 70 juta merchant dari jaringan pembayaran global Visa. Zipmex juga berencana mengintegrasikan ekosistemnya dengan ruang non-fungible token (NFT) yang saat ini tengah naik daun.

 

 
Kami percaya, teknologi dan inovasi akan menjadi pendorong lahirnya yang berfokus pada tantangan serta peluang di bidang ekonomi dan kebutuhan masyarakat.
SAM TANSKUL, Managing Director di Krungsri Finnovate
 


×