Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika
14 Sep 2021, 03:30 WIB

Benalu Kemalasan

Semoga Allah melindungi kita dari kelemahan dan kemalasan.

 

OLEH AHMAD AGUS FITRIAWAN

Kemalasan adalah musuh dari amal dan bertentangan dengan sifat-sifat kehidupan. Imam Ar-Raghiib berkata, “Barang siapa yang malas dan berleha-leha berarti dia telah menanggalkan sifat-sifat insaniyah, bahkan menanggalkan ciri khas makhluk hidup sehingga lebih dekat disebut sebagai benda mati.”

“Tiada pemandangan yang lebih aku benci daripada melihat orang yang tidak sedang beramal untuk akhiratnya, tidak pula sedang bekerja untuk dunianya.” Demikianlah sahabat Abdullah bin Mas’ud RA mengungkapkan kebenciannya terhadap sifat malas.

Terkait

Ibarat benalu yang menutupi inangnya dan berakibat pada kematian tumbuhan inang karena kesulitan mengolah makanan yang tidak terkena matahari. Maka, tidak ada suatu aktivitas kebaikan yang dihinggapi dengan kemalasan melainkan dampaknya buruk.

Dampak tersebut bergantung pada jenis aktivitas yang dihinggapi kemalasan. Malas belajar dan berpikir menyebabkan kebodohan yang akan dirasakan pahitnya sepanjang hayat. Bodoh dalam hal kemaslahatan duniawi itu musibah. Bodoh dalam urusan agama lebih fatal lagi musibahnya. Karena kebodohan adalah gerbang utama setan untuk menggoda manusia. Jika pintu ini terbuka, setan tak perlu susah payah mencari pintu yang lain.

Malas bekerja untuk mencari ma’isyah (penghidupan) adalah pangkal dari kemiskinan. Karena rezeki harus diupayakan secara ikhtiar jasmani, di samping cara ruhani, seperti tawakal, takwa, silaturahim, dan lain-lain. Sebagaimana Allah SWT berfirman: “Apabila telah ditunaikan shalat, bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung” (QS al-Jumu’ah [62]: 10).

Bahkan sifat malas jika dimiliki oleh orang yang ‘encer’ otaknya, dampak yang ditimbulkan juga makin besar. Perpaduan antara kecerdasan dan kemalasan membuahkan sifat buruk yang bernama licik. Sifat malas mendorongnya untuk mendapatkan sesuatu tanpa bersusah payah.

Banyak kasus kriminal dan korupsi yang didalangi oleh orang yang licik, malas bekerja keras, tapi ingin mendapatkan hasil dengan memotong kompas, meski harus merampas hak orang lain.

Malas dalam beramal ketaatan kepada Allah SWT menyebabkan kerugian di akhirat. Orang yang tidak memanfatkan waktu di dunia untuk ketaatan kepada-Nya akan menyesal saat kematian mendatanginya (QS al-Munafiqun [63]: 10).

Jika sifat malas menjadi penyebab kerugian dan kegagalan di dunia maupun akhirat, kesungguhan adalah pangkal dari kesuksesan dan kebahagiaan. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita setiap pagi dan petang memohon perlindungan kepada Allah dari kemalasan, “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kemalasan dan keburukan pada masa tua dan aku memohon perlindungan-Mu dari azab neraka dan kubur.” (HR Muslim).

Semoga Allah melindungi kita dari kelemahan dan kemalasan.

Wallahu a’lam.


×