Petugas mengevakuasi warga Gaza yang terluka dalam protes menetang Israel beberapa waktu lalu. | AP/Adel Hana
14 Sep 2021, 03:45 WIB

PBB Distribusikan Bantuan Tunai ke Keluarga Miskin di Gaza

Pesawat Israel menyerang serangkaian sasaran di Jalur Gaza pada Senin (13/9) pagi.

GAZA -- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai mendistribusikan bantuan tunai kepada ribuan keluarga miskin di Jalur Gaza, mulai Senin (13/9). Seorang pejabat PBB mengatakan, uang tunai akan diberikan di sekitar 700 titik distribusi di seluruh Jalur Gaza.

Distribusi bantuan tunai tersebut berada di bawah skema pendanaan yang telah direvisi dan dikoordinasikan oleh Qatar dan PBB. Distribusi bantuan tunai ini mendapatkan dukungan dari Israel.

Utusan Timur Tengah PBB Tor Wennesland mengatakan, hampir 100 ribu penerima manfaat akan mulai menerima bantuan tunai pada Senin. Para pejabat tidak mengatakan pengawasan bantuan tunai tersebut di lapangan, sehingga dapat dipastikan bantuan itu tidak jatuh ke tangan Hamas.

Skema pendanaan Qatar untuk orang miskin Gaza telah mendapat dukungan dari Israel. Namun, menurut Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, pembayaran akan dilakukan dalam bentuk voucher, bukan tunai seperti yang dikatakan pejabat PBB.

Terkait

photo
Anak-anak sekolah menengok ke dalam jendela bangunan tempat jenazah Omar al-Nile (12) yang gugur ditembak di perbatasan gaza dan Israel pada Agustus 2021 lalu. - (AP/Khalil Hamra)

Ketika ditanya tentang perbedaan tersebut, kantor Bennett menolak berkomentar."Hibah tersebut ditransfer dalam bentuk voucher dan bukan dalam bentuk sekoper uang tunai seperti yang terjadi di masa lalu," kata kantor Bennett dalam pernyataan.

Para pejabat masih berupaya untuk menemukan mekanisme distribusi uang tunai kepada pegawai negeri sipil, agar tidak digunakan untuk mendanai kegiatan militer Hamas. Sementara Qatar juga akan memberikan bantuan kepada pegawai negeri di kementerian yang dikelola Hamas. Qatar telah menyumbangkan ratusan juta dolar ke Gaza sejak serangan Israel di Jalur Gaza pada 2014.

Distribusi bantuan tersebut sesuai perjanjian dengan bank-bank di bawah yurisdiksi Otoritas Palestina (PA) yang didukung Barat. Tetapi pada Jumat (10/9), PA menarik diri dari pengaturan itu. PA khawatir keterlibatannya akan menarik mereka ke masalah hukum.

Dalam perkembangan berbeda, pesawat Israel menyerang serangkaian sasaran di Jalur Gaza pada Senin (13/9) pagi. Serangan terbaru ini sebagai tanggapan atas serangkaian peluncuran roket dari Gaza dan menjadi serangan malam ketiga berturut-turut.

Ketegangan meningkat setelah enam tahanan Palestina melarikan diri dari penjara Israel pada pekan lalu. Selama akhir pekan, Israel menangkap empat dari enam narapidana Palestina yang keluar dari penjara keamanan maksimum pada 6 September. Gaza kemudian memprotes melalui tembakan roket.  

Sumber : Reuters


×