John Stones dari Manchester City bereaksi setelah pemain Dortmund Jude Bellingham mencetak gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola leg kedua perempat final Liga Champions antara Borussia Dortmund dan Manchester City di stadion Signal Iduna Park | ap/Martin Meissner/AP POOL

Olahraga

Momen Revans Manchester City

Manchester City takluk 0-1 di Stadion Wembley pada 7 Agustus lalu

LEICESTER -- Sebulan setelah kekalahan pada laga Community Shield, Manchester City memiliki kesempatan revans atas lawan yang menaklukkan mereka pada laga menjelang pembuka musim tersebut. City akan bertandang ke markas Leicester City di Stadion King Power pada laga pekan keempat Liga Primer Inggris, Sabtu (11/9) malam WIB.

Sebulan lalu, gol semata wayang Youri Tielemans menjadi pembeda laga. City takluk 0-1 di Stadion Wembley pada 7 Agustus lalu dan harus rela menyaksikan para pemain Leicester mengangkat trofi Coomunity Shield. Kesempatan revans di depan mata. Namun, bagi City, lawatan ke kandang the Foxes lebih dari itu.

Pertandingan nanti menjadi ujian pertama the Citizens dalam melakoni periode berat dan sibuk setelah jeda internasional pertama musim ini. Sebab, dalam 17 hari ke depan, City akan melakoni enam partai pada semua ajang, diawali kunjungan ke markas Leicester.

Pelatih City Pep Guardiola mengatakan, ini akan menjadi periode yang sangat berat bagi timnya, tapi mereka harus siap. “Saya harap tidak ada pemain yang mengalami cedera selama laga internasional,'' tutur Pep, seperti dikutip laman resmi klub, beberapa waktu lalu.

Menilik situasi yang berkembang, cedera pemain ternyata bukanlah kekhawatiran terbesar Guardiola menjelang laga kontra the Foxes. Pelatih asal Spanyol itu terancam tidak bisa menurunkan pemain asal Brasil dalam laga tersebut, terutama Ederson dan Gabriel Jesus.

Hal ini tidak terlepas dari permintaan Federasi Sepak Bola Brasil (CBF) kepada FIFA untuk melarang para penggawa Brasil memperkuat klubnya masing-masing, terutama klub-klub asal Inggris.

Permintaan CBF ini berpangkal pada anjuran klub-klub tersebut kepada para penggawa asal Brasil untuk tidak memenuhi panggilan timnas. Klub-klub khawatir tak bisa menurunkan pemain andalan mereka karena keharusan menjalani karantina mandiri setelah kembali dari Brasil.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Manchester City (mancity)

Kondisi ini tidak menguntungkan bagi City, terlebih di posisi penjaga gawang. Selain terancam tidak bisa menurunkan Ederson, City juga kemungkinan belum bisa menurunkan kiper kedua, Zack Steffen, karena belum pulih dari paparan Covid-19. Alhasil, satu-satunya opsi buat Guardiola adalah menurunkan kiper ketiga, Scott Carson.

Tantangan buat the Citizens ternyata tidak berhenti sampai di situ. City tumbang pada laga kandang pertamanya musim ini ketika dibungkam Tottenham Hotspur 0-1 di London. Kini, City harus bertandang ke Stadion King Power, yang tidak ramah untuk juara bertahan Liga Primer Inggris. Leicester memetik tiga kemenangan dari lima kesempatan terakhir menjamu juara bertahan Liga Primer Inggris. Terakhir, Jamie Vardy dan kawan-kawan berhasil membungkam Liverpool, 3-1, musim lalu.

Dari segi hasil pertemuan antara kedua tim, the Foxes juga terbukti mampu memberikan perlawanan sengit untuk the Citizens. Dari 11 pertemuan terakhir antara kedua tim pada semua ajang, tidak ada satu pun partai yang berakhir imbang. Namun, dari 11 pertemuan tersebut, City lebih unggul dengan torehan tujuh kemenangan, berbanding empat kemenangan milik Leicester.

Pelatih Leicester memuji City sebagai tim luar biasa yang diperkuat pemain dengan kualitas top dan dibesut salah satu pelatih terbaik di dunia. Rodgers mengakui, anak-anak asuhnya membutuhkan sedikit keberuntungan untuk mengalahkan City.

"Mereka adalah tim terbaik dalam hal penempatan pemain. Anda harus bisa bertahan dengan baik, bermain dengan baik, bisa memanfaatkan kesempatan sekecil mungkin," kata pelatih asal Irlandia Utara itu, seperti dikutip Leicester Live, Jumat (10/9).

Mantan pelatih Liverpool itu boleh saja menyinggung soal faktor keberuntungan dalam upaya menundukkan the Citizens. Namun, keberuntungan cenderung tidak datang dua kali.

Keberhasilan dua kali menundukkan City dari tiga pertemuan terakhir tentu bukan semata-semata karena faktor keberuntungan yang dimiliki the Foxes. Juara Liga Primer Inggris musim 2015/2016 itu memiliki potensi dan peluang untuk bisa membungkam the Citizens.

Jadwal Pekan Keempat Liga Primer Inggris

Sabtu, 11 September

18.30 WIB Crystal Palace vs Tottenham Hotspur

21.00 WIB Arsenal vs Norwich City

21.00 WIB Brentford vs Brighton & Hove Albion

21.00 WIB Leicester City vs Manchester City

21.00 WIB Manchester United vs Newcastle United

21.00 WIB Southampton vs West Ham United

21.00 WIB Watford vs Wolverhampton Wanderers

23.30 WIB Chelsea vs Aston Villa

Ahad, 12 September

22.30 WIB Leeds United vs Liverpool

Selasa, 14 September

02:00 WIB Everton vs Burnley