Ilustrasi Hikmah Hari ini | Republika

Hikmah

10 Sep 2021, 03:30 WIB

Prasyarat Membuka Segel Rezeki

Kelima prasyarat inilah yang memungkinkan kartu garansi rezeki manusia bisa dicairkan.

 

OLEH ABDUL MUID BADRUN

Sudah banyak artikel, penelitian, buku bahkan karya ilmiah yang menulis tentang rahasia rezeki. Sudah banyak pula diskusi, seminar, workshop yang mengupas tentang kedahsyatan dan misteri rezeki, baik dari perspektif Alquran maupun al-Hadis.

Semuanya bermuara ingin mengetahui rahasia membuka kotak pandora rezeki yang menjadi hak prerogatif Allah, selain jodoh dan kematian.

Yang menarik, banyak di antara kita masih ragu dan khawatir tentang jaminan rezeki dari Allah untuk manusia. Sampai-sampai ada yang menggunakan cara-cara jalan pintas yang dilarang oleh-Nya. Seperti percaya “manusia”, “benda” atau “sesuatu” yang mampu mendatangkan rezeki.

Riset kecil-kecilan penulis, menunjukkan bukti, ada 52 ayat dalam Alquran yang menyebutkan bahwa rezeki manusia itu dijamin oleh Allah. Sekali lagi, dijamin alias ada kartu garansi dari-Nya.

Hanya ada prasyarat agar segel dari kartu garansi rezeki dari Allah itu tetap berlaku dan bisa digunakan. Dari ke-52 ayat tersebut, saya memerasnya menjadi lima prasyarat, yaitu yakin akan janji-Nya (iman), bekerja (yang baik dan benar), jauhi dosa (perbuatan zalim), makan yang halal dan baik (halal dan thayyib), serta baik pada orang tua dan keluarga.

Kelima prasyarat inilah yang memungkinkan kartu garansi rezeki manusia bisa dicairkan, kapan saja dan di mana saja. Oleh siapa saja dan dari mana saja asalnya.

Kalau kelima prasyarat di atas diperas lagi, kata kuncinya hanya satu: jadilah manusia yang dikehendaki oleh-Nya. Menjadi hamba yang baik dan benar itu sudah lebih dari cukup.

Seperti penjelasan ayat yang artinya: “Maka, Dia (Allah) menerimanya dengan penerimaan yang baik, membesarkannya dengan pertumbuhan yang baik, dan menyerahkan pemeliharaannya kepada Zakaria. Setiap kali Zakaria masuk menemuinya di mihrab (kamar khusus ibadah), dia dapati makanan berada di sisinya. Dia berkata, “Wahai Maryam, dari mana makanan ini engkau peroleh?” Dia (Maryam) menjawab, “Itu dari Allah.” Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki tanpa batas.” (QS Ali Imran: 37).

Bahkan, dipertegas lagi dengan ayat lain yang artinya: “Dan, berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak mampu membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan juga kepadamu. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS al-Ankabut: 60).

Dari sinilah, kita diingatkan kembali bahwa urusan rezeki manusia itu dijamin oleh-Nya. Jadi, kekhawatiran dan ketakutan tidak mendapat rezeki itu hanya bisikan setan yang akan membuat kita ragu dalam melangkah menjemput rezeki-Nya.

Karena itulah, sekali lagi penulis tekankan bahwa masalah kesulitan rezeki itu muncul karena salah kita sendiri. Kita tidak kenal Allah dan tidak mau mengenalinya. Bagaimana mungkin kartu garansi rezeki itu diberikan jika kenal saja tidak.

Wallahu a’lam.


×