Sejumlah wartawan mengambil gambar kereta Prototip Si Belo Kuda Troya yang merupakan produk pertama PT INKA (Persero) dan telah dimodifikasi menjadi kafe di PT INKA Madiun, Jawa Timur, Minggu (29/8/2021). PT INKA (Persero) sedang membuat Museum Kereta Api | ANTARA FOTO/Siswowidodo

Ekonomi

02 Sep 2021, 07:15 WIB

BUMN INKA buat Kereta Museum Dukung Pariwisata

BUMN INKA berupaya memaksimalkan kontribusi dalam pariwisata.

 

MADIUN -- PT INKA (Persero) membuat kereta museum dan kafe yang terletak di kawasan gedung kantorbagian depan di Kota Madiun, Jawa Timur untuk mendukung pengembangan pariwisata di wilayah setempat.Senior Manager PKBL, CSR, dan Stakeholder Relationship PT INKA (Persero) Bambang Ramadhiarto mengatakan kereta museum dan kafe tersebut dibuat dari kereta prototipe "Si Belo Kuda Troya" yang merupakan produk pertama buatan perseroan sekitar 1982.

"Kereta museum ini nantinya berfungsi sebagai tempat belajar, selain itu juga kafe dan restoran. Jadi tamu yang berkunjung bisa mampir. Di dalam sini juga ada bioskop atau mini teater yang berisi film dokumenter atau video tentang sejarah perkeretaapian maupun ilmu perkeretaapian," ujar Bambang di Madiun, Rabu.

Konsep yang dibuat dari kereta museum dan kafe bernama "Arum Dalu" tersebut adalah gabungan antara wisata, restoran, kafe, dan pendidikan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap kereta api.

"Selain itu juga mengajak masyarakat agar mereka bisa mengetahui sejarah perkeretaapian di Indonesia," kata dia.PT INKAmenginginkan agar inovasi tersebut ke depan mampu mendongkrak perekonomian yang terpuruk, sekaligus sebagai bentuk dukungan perseroan selaku BUMN untuk menciptakan destinasi wisata baru di wilayah Kota Madiun.

Sedangkan, kereta museum dan kafe tersebut juga akan bersinergi dengan armada bus wisata milik Pemkot Madiun sehingga nantinya lokasi itu bisa dikunjungi sebagai destinasi wisata edukasi di wilayah setempat."Jadi ini untuk masyarakat umum. Peresmiannya sudah dilakukan oleh Direktur Utama PT INKA (Persero) pada 29 Agustus 2021 sekaligus peringatan HUT INKA ke-40," katanya.Sementara itu, di lokasi setempat juga disediakan tempat khusus bagi pelaku UMKM binaan PT INKA untuk memasarkan produk.

Telkom catat kinerja positif

 

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk meraup laba bersih Rp 12,5 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini. Emiten berkode saham TLKM    itu membukukan laba bersih double digit karena mengoptimalkan kinerja produk dan layanan digital yang beragam.

Direktur Utama Telkom Ririek Adriansyah mengatakan, laba bersih konsolidasi perseroan tumbuh 13,3 persen pada semester I 2021. Ia menyebutkan, salah satu produk digital Telkom yang mencatat pertumbuhan positif adalah Indihome.

Ririek mengatakan, Telkom meraih pendapatan konsolidasi sebesar Rp 69,5 triliun atau tumbuh 3,9 persen secara year on year. Pada periode yang sama, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) mencapai Rp 37,8 triliun atau tumbuh 4,7 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

“Margin EBIDTA Telkom naik dari 54,0 persen pada kuartal II 2020 menjadi 54,4 persen per kuartal II 2021. Konsistensi kinerja diraih Telkom berkat komitmen perusahaan melakukan transformasi bisnis untuk menjadi digital telco terdepan di Indonesia, bahkan regional,” kata Ririek di Jakarta, Selasa (31/8).

Ririek menyebutkan, sepanjang paruh pertama 2021, pendapatan Indihome tumbuh 24,2 persen tahun ke tahun menjadi Rp 12,9 triliun dengan margin EBITDA yang juga tumbuh dari 38,6 persen per Juni 2020 menjadi 47,6 persen per Juni 2021.

Ririek menilai, hal ini tidak lepas dari penambahan pelanggan dan average revenue per user (ARPU) yang membaik sebagai dampak dari ragam layanan add-ons yang makin diminati dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Ririek menyampaikan, kemitraan dengan konten provider global terbukti sebagai strategi bertumbuh yang tepat dan berbuah manis bagi layanan Indihome. Ririek mengatakan, kontribusi pendapatan Indihome terhadap revenue konsolidasian Telkom Group naik menjadi 18,5 persen per Juni 2021, naik dari sebelumnya 15,5 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Ririek menyebutkan, pelanggan Indihome tercatat bertambah 285 ribu pelanggan sejak awal 2021. Sehingga total jumlah pelanggan Indihome hingga kuartal II 2021 mencapai 8,3 juta orang atau naik 11,4 persen tahun ke tahun.

Pada segmen mobile, Ririek menambahkan, pendapatan digital business Telkomsel mencapai Rp 33,36 triliun atau tumbuh 4,7 persen tahun ke tahun yang berkontribusi terhadap pendapatan layanan digital terhadap total revenue Telkomsel naik dari 72,4 persen per kuartal II 2020 menjadi 77,3 persen per kuartal II 2021.

Menurut Ririek, pertumbuhan ini tak lepas dari besarnya basis pelanggan Telkomsel sebesar 169,2 juta orang, dengan pengguna mobile data tercatat sebanyak 117,7 juta pelanggan atau tumbuh 12 persen tahun ke tahun. Ririek menyebut lalu lintas data segmen mobile juga tumbuh 54,5 persen tahun ke tahun menjadi 6.573.499 Terabyte.

Ririek menyampaikan, layanan Telkom dapat berjalan optimal berkat operasional 237.300 base transceiver station (BTS) yang 187.048 di antaranya berbasis 3G/4G. Total, jumlah BTS yang dimiliki Telkomsel tumbuh empat persen tahun ke tahun per Juni 2021.

Ririek melanjutkan, peningkatan kinerja Telkom juga terjadi pada segmen enterprise dengan pendapatan mencapai Rp 8,7 triliun atau tumbuh 12,2 persen tahun ke tahun yang berasal dari layanan IT dan solusi konektivitas. Menurut Ririek, hal ini merupakan bukti dari strategi bertumbuh yang dijalankan Telkom dengan mendorong digitalisasi pelanggan korporasi melalui konektivitas yang andal sebagai core competencies perusahaan dan layanan yang beragam.

"Hal ini sejalan sejalan dengan arahan Kementerian BUMN agar Telkom dapat berperan sebagai digital hub bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," kata Ririek.

Selain itu, pendapatan Telkom dari segmen wholesale & international bussiness juga naik 1,2 persen tahun ke tahun menjadi Rp 6,9 triliun karena adanya pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi, data center, dan A2P service.

Ririek menambahkan, transformasi bisnis yang dilakukan Telkom memperlihatkan hasil yang cukup baik di bisnis digital. Dalam upaya mengembangkan bisnis digital, Telkom Group menerapkan tiga strategi utama, yakni build dengan membangun kompetensi internal, borrow melalui kemitraan strategis, dan buy melalui akuisisi dan investasi yang mengutamakan synergy value Telkom Group.


×