Seorang dokter memperlihatkan vaksin COVID-19 Moderna untuk dosis ketiga (booster) bagi tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah Dumai, Riau, Selasa (24/8/2021). Otoritas kesehatan di daerah tersebut mulai melakukan vaksinasi COVID-19 dosis ketiga terh | ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/foc.

Bodetabek

02 Sep 2021, 07:07 WIB

Separuh Nakes di Bogor Belum Dapat Booster Vaksin

Booster vaksin untuk Nakes di Bogor menjadi perhatian Pemda.

BOGOR -- Satgas Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, Jawa Barat mencatat lebih dari 50 persen tenaga kesehatan (nakes) di wilayahnya belum menerima vaksinasi COVID-19 dosis ketiga atau booster vaksin. "Vaksinasi dosis ketiga progresnya 46,98 persen, hingga 31 Agustus 2021," ungkap Bupati Bogor, Ade Yasin selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor.

Menurutnya, dari total 13.124 sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Kabupaten Bogor, baru sebanyak 6.166 orang yang menjalani vaksinasi dosis ketiga. Sementara, untuk dosis pertama dan kedua progresnya sudah lebih dari 100 persen.Ade Yasin menyebutkan, kini progres vaksinasi secara keseluruhan sudah mencapai 1,18 juta dosis vaksinasi atau 13,99 persen dari target.

Kabupaten Bogor ditarget melakukan vaksinasi terhadap 70 persen dari total penduduk 5,4 juta jiwa, yakni 4,2 juta jiwa. Target tersebut setara dengan kewajiban menyuntikkan 8,5 juta dosis vaksin.Kini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor telah menambah 600 vaksinator untuk mencapai target 100 ribu vaksinasi per hari sesuai permintaan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

"Ada penambahan 600 vaksinator, sebenarnya kebutuhannya dua kali lipat dari yang sekarang ada, yaitu 1.076 vaksinator," ujar Ade Yasin.Ia menyebutkan, penambahan vaksinator itu dapat terealisasi setelah dirinya berkomunikasi dengan berbagai organisasi tenaga kesehatan (nakes).

Perbaikan jalan ambles

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) melakukan perbaikan sementara jalan nasional yang hampir ambles, tepatnya di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Jawa Barat (Jabar). Jalan yang terletak di atas underpass tersebut mengalami penurunan tanah sedalam 50 sentimeter (cm).

Kepala Pengawas Lapangan PPK 5.2 Provinsi Jabar Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta-Jabar, Arimi Indira Suralena, mengatakan, pihaknya menggelar survei dan pengujian lebih lanjut untuk mencari solusi jalan ambles tersebut. Indri menyebutkan, alternatif penanganan sementara yang dilakukan, yaitu jalan yang retak ditutup dengan asphalt sealant. Tujuannya agar air tidak masuk kedalam timbunan tanah.

Pihaknya juga merencanakan pemasangan pelat baja untuk membantu mengurangi beban di dinding penahan tanah dekat underpass. “Besok (Rabu) pagi tim teknis kami melihat serta pengujian lebih lanjut untuk segera direncanakan penanganannya,” ujar Indri ketika ditemui di lokasi, Selasa (31/8).

Pantauan //Republika/, petugas Kementerian PUPR telah memasang rambu agar kendaraan berat tidak melewati jalan tersebut. Kendati demikian, kendaraan pribadi dan angkutan kota masih terpantau dibolehkan melintas.

Terkait penanganan permanen. Indri mengaku, hal itu sedang diajukan ke Kementerian PUPR. Setelah tim teknis yang dikirim Kementerian PUPR meninjau lokasi dan membuat analisis, sambung dia, baru penanganan permanen bisa dilaksanakan pada tahun ini atau 2022.

Indri menjelaskan, terjadinya penurunan tanah di sisi pembatas jalan sebelah kanan akibat dinding penahan tanah sudah tidak kuat. Sehingga, tanah mengalami penurunan dan berdampak menekan jalan raya tersebut.

“Nanti akan dicek (lagi) apakah dinding penahannya masih kuat. Penanganan sementara juga akan dibicarakan lebih lanjut,” jelasnya.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto, mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor segera berkoordinasi dengan Kementerian PUPR menangani jalan ambles itu. Selain itu, pihaknya juga melaporkan temuan terjadinya penurunan tanah kepada Komisi V DPR agar rusaknya jalan menjadi perhatian serius di tingkat pusat.

Atang menuturkan, penurun tanah bukan baru pertama kali terjadi. Dia menyebut, pada 2017, jalan yang sama juga mengalami penurunan tanah sekitar 30 cm. Karena itu, ia ingin agar perbaikan jalan di atas underpass Jalan Soleh Iskandar dilakukan secara permanen, bukan tambal sulam.

“Namun, hari ini ada penurunan yang lebih tajam, sehingga harus dilakukan pengamanan, jalan yang paling pinggir, agar tidak terjadi korban,” ujar Atang saat meninjau lokasi jalan ambles itu.

Atang pun menyarankan, perbaikan sementara dengan meratakan jalan, sembari menunggu penanganan total yang diperkirakan dimulai pada 2022. Dia menyarankan, pemkot untuk menjadikan lajur sebelah kiri yang bersebelahan dengan Kali Cipakancilan dialihfungsikan sebagai lahan parkir kendaraan.

“Intinya, PUPR sudah turun tangan dan akan segera dilakukan langkah darurat, untuk penanganan sementara, dan mudah-mudahan bisa diselesaikan. Tahun 2022 bisa dianggarkan untuk perbaikan secara menyeluruh,” kata politikus PKS tersebut.


×